Kamis, 24 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
24 September 2026
in Teknologi
A A
0
AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Kebijakan perdagangan dan keamanan nasional Amerika Serikat (AS) kembali membawa perubahan besar bagi industri teknologi. Komisi Komunikasi Federal AS (Federal Communications Commission/FCC) memasukkan perangkat robotik canggih buatan luar negeri ke dalam daftar perangkat yang dibatasi atau Covered List.

Kebijakan tersebut mencakup berbagai jenis perangkat robotik, mulai dari robot humanoid, robot berkaki empat (quadruped), mesin pemotong rumput otomatis, hingga robot penyedot debu (robot vacuum).

Aturan baru tersebut juga membawa persyaratan kandungan lokal yang ketat. Model robot baru yang ingin dipasarkan di AS harus dirakit di dalam negeri dengan sedikitnya 65 persen nilai komponen yang berasal dari AS.

Persyaratan kandungan lokal tersebut direncanakan meningkat secara bertahap hingga mencapai 75 persen pada 2029.

Artikel Terkait

Haier HAF-517SD Hadir, Solusi Freezer untuk Bisnis Frozen Food yang Makin Berkembang

ProtoArc Bawa Konsep Kerja Fleksibel dan Ergonomis ke CIEIE 2026

Qualcomm dan Google Kolaborasi Hadirkan Googlebook Bertenaga Snapdragon X Elite

Penambahan kategori advanced robotic devices ke dalam Covered List memperluas cakupan kebijakan pembatasan teknologi yang sebelumnya telah digunakan AS terhadap sejumlah perusahaan telekomunikasi asing.

Meskipun dokumen FCC tidak secara spesifik menyebut negara tertentu sebagai sasaran, kebijakan tersebut mendapat perhatian besar dari industri karena Tiongkok merupakan salah satu pemain utama dalam manufaktur robotik global.

Aturan tersebut tidak serta-merta berlaku untuk seluruh robot yang sudah beredar di AS.

Produk robot yang telah tersedia di pasar sebelum kebijakan baru diberlakukan masih mendapatkan pengecualian. Robot yang diimpor khusus untuk kepentingan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) juga dikecualikan.

Namun, bagi model baru yang ingin memasuki pasar AS, persyaratan produksi domestik dan kandungan komponen lokal menjadi tantangan tersendiri.

Dalam aturan tersebut, persyaratan kandungan lokal ditetapkan minimal 65 persen untuk model robot baru.

Angka tersebut tidak berhenti pada level tersebut. Ambang batas komponen lokal akan dinaikkan secara bertahap hingga 75 persen pada 2029.

Kebijakan ini pada dasarnya mendorong perusahaan untuk membangun rantai pasok robotik yang lebih banyak bergantung pada manufaktur AS.

Bagi pemerintah AS, pendekatan tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing untuk teknologi yang dianggap memiliki arti penting bagi keamanan nasional.

Namun, penerapannya menjadi persoalan bagi perusahaan robotik yang selama ini masih mengandalkan komponen dari jaringan manufaktur global.

Sejumlah pengembang robotik di AS menilai persyaratan kandungan lokal 65 persen sulit dipenuhi dalam waktu singkat.

Robot membutuhkan berbagai komponen penting, seperti actuator atau motor penggerak, sensor presisi, baterai, sistem elektronik, hingga komponen komputasi.

Sebagian komponen tersebut disebut masih mahal di pasar AS, sementara sejumlah lainnya belum diproduksi dalam skala yang memadai di dalam negeri.

Kondisi rantai pasok tersebut menjadi tantangan besar bagi perusahaan rintisan yang membutuhkan komponen dalam jumlah kecil untuk membuat prototipe dan melakukan pengembangan teknologi.

Bahkan, terdapat laporan bahwa sejumlah karyawan startup harus membawa komponen robot secara manual dari Tiongkok menggunakan koper untuk mempertahankan proses pembuatan prototipe.

Pendiri Persona AI, Michael Perry, mengkritik pendekatan tersebut.

“Pemerintah tidak bisa hanya memberikan hukuman tanpa memberikan insentif atau solusi rantai pasok yang nyata,” ujar Perry.

Pernyataan tersebut menggambarkan persoalan yang dihadapi industri: membangun robot di AS bukan hanya membutuhkan fasilitas perakitan, tetapi juga ekosistem pemasok komponen yang lengkap.

Dominasi Tiongkok dalam industri robotik tidak terlepas dari pembangunan ekosistem manufaktur selama puluhan tahun.

Investasi besar pada sektor manufaktur, pengembangan sumber daya manusia teknik, kendaraan listrik, dan industri elektronik ikut membentuk rantai pasok yang dibutuhkan industri robotik.

Komponen seperti baterai, sensor, motor penggerak, dan sistem elektronik dapat diproduksi dalam skala besar karena memiliki pasar yang luas, termasuk dari industri kendaraan listrik.

Ekosistem tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan robotik karena komponen dapat diperoleh dengan biaya yang relatif kompetitif dan dalam jumlah besar.

Data lembaga riset Omdia yang dikutip dalam laporan tersebut bahkan menunjukkan bahwa robot humanoid buatan Tiongkok menguasai hampir 90 persen penjualan robot humanoid global pada 2025.

Besarnya pangsa tersebut menunjukkan tantangan yang harus dihadapi AS apabila ingin membangun rantai pasok robotik domestik secara lebih mandiri.

Meski mendapat kritik dari sebagian startup, kebijakan FCC tersebut juga memperoleh dukungan dari sejumlah perusahaan robotik berbasis AS.

Agility Robotics dan Nori Robotics termasuk perusahaan yang disebut menyambut baik pembatasan tersebut.

Dari perspektif perusahaan domestik, pembatasan impor robot asing dapat memberikan ruang bagi produsen AS untuk mengembangkan produk tanpa harus berhadapan langsung dengan robot impor berbiaya rendah.

Dalam jangka panjang, kebijakan tersebut juga dapat mendorong investasi baru pada manufaktur komponen robotik di AS.

Persoalannya terletak pada masa transisi.

Membangun fasilitas produksi komponen, meningkatkan kapasitas manufaktur, mencetak tenaga ahli, serta membentuk jaringan pemasok membutuhkan waktu dan investasi besar.

Kebijakan baru FCC pada akhirnya menempatkan industri robotik AS pada sebuah dilema.

Di satu sisi, pembatasan terhadap robot asing dapat mendorong perusahaan membangun rantai pasok domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dari luar negeri.

Di sisi lain, apabila komponen lokal belum tersedia dalam jumlah dan harga yang kompetitif, perusahaan robotik justru dapat menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi serta proses pengembangan yang lebih lambat.

Kondisi tersebut terutama dapat dirasakan startup yang belum memiliki modal sebesar perusahaan teknologi besar.

Jika pasokan actuator, sensor, baterai, dan komponen penting lainnya belum mampu memenuhi kebutuhan industri, persyaratan kandungan lokal berpotensi menjadi hambatan bagi pengembangan produk baru.

Dengan demikian, keberhasilan kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada pembatasan robot asing. AS juga perlu membangun ekosistem manufaktur dan rantai pasok komponen robotik domestik yang mampu memenuhi kebutuhan industri.

Tanpa kesiapan tersebut, kebijakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap robot asing justru berisiko memperlambat inovasi robotik di dalam negeri selama masa transisi.(dhil/suaraflores)

Topik: ASrobot

TerkaitBerita

Haier Freezer
Teknologi

Haier HAF-517SD Hadir, Solusi Freezer untuk Bisnis Frozen Food yang Makin Berkembang

oleh Editor : Hana
24 September 2026
ProtoArc Bawa Konsep Kerja Fleksibel dan Ergonomis ke CIEIE 2026
Teknologi

ProtoArc Bawa Konsep Kerja Fleksibel dan Ergonomis ke CIEIE 2026

oleh Editor : Akula
23 September 2026
Qualcomm dan Google Kolaborasi Hadirkan Googlebook Bertenaga Snapdragon X Elite
Teknologi

Qualcomm dan Google Kolaborasi Hadirkan Googlebook Bertenaga Snapdragon X Elite

oleh Editor : Affandy
22 September 2026
HONOR X5c Plus Hadir dengan Magic Capsule, Multitasking Jadi Lebih Praktis
Teknologi

HONOR X5c Plus Hadir dengan Magic Capsule, Multitasking Jadi Lebih Praktis

oleh Editor : Affandy
19 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Ekosistem Mobilitas Listrik di Bogor

VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Ekosistem Mobilitas Listrik di Bogor

24 September 2026
Rupiah Tertekan, Yield AS Tembus 5,11 Persen dan Harga Minyak di Atas US$100

Rupiah Tertekan, Yield AS Tembus 5,11 Persen dan Harga Minyak di Atas US$100

24 September 2026
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen pada 2026-2027, Inflasi Naik

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen pada 2026-2027, Inflasi Naik

24 September 2026
Bendung Klikiran Segera Rampung, Andiniya Pastikan Dukungan untuk Petani Brebes

Bendung Klikiran Segera Rampung, Andiniya Pastikan Dukungan untuk Petani Brebes

24 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4709 shares
    Share 1884 Tweet 1177
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Ray White Metro Pondok Indah Resmi Dibuka, Bidik Pasar Properti di Jakarta Selatan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 5 Motor Bebek Pilihan Anak Muda 2026, dari MX King hingga Satria F150

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Resmi Jadi Suami Istri, Andre Taulany dan Amanda Rigby Minta Ruang Privasi 

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya