koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah Amerika Serikat tengah menyoroti serangkaian kasus kematian dan hilangnya ilmuwan serta pejabat riset yang terjadi secara misterius dalam tiga tahun terakhir. Sedikitnya 10 kasus dengan latar belakang keterkaitan pada proyek militer dan penelitian sensitif kini menjadi perhatian serius, bahkan Gedung Putih mulai meninjau kemungkinan adanya pola di balik peristiwa tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat yang mengaitkan seluruh kasus itu sebagai bagian dari satu rangkaian kejadian yang sama.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan penelusuran mendalam. Ia berharap kejadian-kejadian tersebut hanya kebetulan, namun tetap membuka kemungkinan adanya keterkaitan.
“Saya berharap ini kebetulan, tetapi kita akan tahu dalam satu setengah minggu ke depan,” ujar Trump kepada wartawan, Kamis (16/4/2026), usai menghadiri pertemuan terkait kasus tersebut.
Kasus terbaru yang menyita perhatian publik adalah hilangnya pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS, William Neil McCasland. Ia dilaporkan menghilang pada 27 Februari 2026 dari kediamannya di Albuquerque tanpa meninggalkan jejak jelas.
Sejumlah barang pribadi seperti ponsel, kacamata, dan perangkat wearable ditemukan di rumahnya. Namun, dompet, sepatu hiking, serta senjata revolver kaliber .38 miliknya dilaporkan hilang. Meski sempat mengeluhkan “kabut mental”, pihak kepolisian menegaskan tidak ada indikasi bahwa McCasland berada dalam kondisi linglung saat kejadian.
Letnan Polisi Albuquerque, Kyle Wood, menyebut McCasland sebagai sosok yang tetap tajam secara intelektual. “Bisa dibilang, dia tetap akan menjadi orang paling cerdas di ruangan itu,” ujarnya.
McCasland diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam proyek riset militer canggih, termasuk di Air Force Research Laboratory dan National Reconnaissance Office.
Selain McCasland, sejumlah ilmuwan dan insinyur juga dilaporkan hilang tanpa jejak dalam kondisi yang tidak biasa. Salah satunya adalah Monica Jacinto Reza, seorang insinyur dirgantara NASA yang menghilang saat mendaki di Angeles National Forest pada Juni 2025. Ia terakhir terlihat oleh rekannya hanya beberapa saat sebelum menghilang.
Kasus lain melibatkan Steven Garcia, kontraktor pemerintah yang terkait dengan fasilitas komponen senjata nuklir di Kansas City. Ia dilaporkan hilang pada Agustus 2025 setelah meninggalkan rumahnya di Albuquerque, dengan hampir seluruh barang pribadinya tertinggal.
Rangkaian kasus ini memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan keterkaitan dengan proyek-proyek sensitif yang melibatkan teknologi militer dan keamanan nasional. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan pasti.
Pemerintah AS kini berada di bawah tekanan untuk segera mengungkap fakta di balik kejadian-kejadian tersebut, sekaligus memastikan keamanan para ilmuwan dan peneliti yang terlibat dalam proyek strategis negara.(dhil)










