koranindopos.com – Jakarta. Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengalami banyak kemajuan. Benny menyebutkan bahwa di era Jokowi, para PMI mendapatkan perhatian dan perlakuan yang lebih layak, dengan pengurangan pungutan liar dan peningkatan fasilitas bagi mereka.
Dalam keterangannya pada Senin, 14 Oktober 2024, yang dilansir dari laman RRI, Benny menjelaskan bahwa perubahan yang paling mencolok adalah pada pelayanan terhadap PMI, di mana kini keberangkatan mereka dilakukan dengan lebih manusiawi dan terhormat.
“Keberangkatan mereka seperti ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan negara. Kita lakukan seremonial di hotel bintang empat, dengan menginap satu malam,” ujar Benny.
Benny juga menyoroti pentingnya pembebasan biaya penempatan bagi PMI, yang menurutnya merupakan salah satu langkah krusial untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran. Dengan pembebasan biaya tersebut, para PMI tidak perlu lagi menjual aset atau terjebak dalam utang dengan bunga tinggi.
“Kalau mereka dibebaskan dari biaya penempatan, mereka tidak perlu jual aset atau terjebak utang dengan bunga tinggi. Gaji mereka pun tidak perlu lagi dipotong setiap bulan,” jelasnya.
Meski demikian, Benny mengakui bahwa masih ada tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah mendatang dalam upaya melindungi PMI.
Selain itu, Benny juga menyoroti maraknya praktik penempatan ilegal yang masih sering terjadi, bahkan mendapat perlindungan dari oknum berpengaruh. Menurutnya, pemerintah mendatang harus memiliki keberanian untuk menindak tegas segala bentuk perdagangan manusia yang melibatkan PMI.
“Menghentikan segala bentuk eksploitasi terhadap PMI. Dan ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah ke depan,” tegas Benny.
Ia berharap perlindungan bagi pekerja migran dapat terus diperkuat dan segala bentuk eksploitasi yang merugikan mereka bisa dihentikan demi kesejahteraan PMI di masa mendatang.(why)










