
SUMENEP, koranindopos.com – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Menurut data yang diperoleh koranindopos.com dari berbagai sumber menyebut, jumlah pulau di tanah air saat ini mencapai 17.491 pulau. Tidak heran jika Indonesia menjadi negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada di urutan pertama. Total garis pantai yang ada di Indonesia saat ini mencapai 95.181 kilometer. Sayangnya belum semua pulau dan pantai itu dimanfaatkan secara maksimal, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, misalnya. Sebagai wilayah kepulauan dengan jumlah 53 pulau yang terdiri dari 21 berpenghuni dan 32 yang tak berpenghuni, membuat Kecamatan Sapeken menyimpan kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah. Tidak hanya berbagai macam hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri, tapi juga menyimpan kandungan migas yang tak sedikit. Belum lagi potensi wisata bahari yang jika dikelola dengan maksimal, maka akan menjadi lahan pendapatan baru untuk menambah kas masing-masing pulau.
Askarullah, 20 tahun, warga Sapeken termasuk yang menyesalkan belum dikelolanya area pantai oleh pemerintah desa dan pemerintah daerah. Hal itu membuat kondisi pantai di Sapeken menjadi kotor karena dipenuhi aneka macam sampah. Termasuk yang paling dominan adalah sampah plastik. “Andai dikelola akan membuat pantai ini mendatangkan pendapatan untuk desa. Kondisinya juga akan bersih, tidak seperti sekarang banyak sampah berserakan,” tutur dia kepada koranindopos.com di Pantai Karangkongo, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kamis (10/2).
Pemuda asli Sapeken yang saat ini menuntut ilmu di perguruan tinggi swasta di Jawa itu menilai pemerintah desa tidak serius menyelesaikan persoalan sampah. Tidak hanya di Pantai Karangkongo, tapi juga di kawasan pesisir lainnya di pulau tersebut. Bahkan, kawasan pesisir di beberapa kampung lain di Desa Sapeken kondisinya lebih buruk dibandingkan Pantai Karakongo. Warna airnya sudah tidak bening lagi karena tumpukan sampah mengotori dan mencemari lingkungan laut. “Jika ini terus dibiarkan, maka kondisi laut kita akan lebih buruk dari ini di masa-masa mendatang,” ucap Askarullah.(hai)










