• About us
  • Redaksi Indopos
  • Contact us Indopos
  • Pedoman Media siber
  • Copyright
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, 20 Januari 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Billy Mambrasar: Produksi Gas Alam Stagnan, Indonesia Terancam Krisis Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional

Editor : Doe oleh Editor : Doe
1 Februari 2025
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
IMG 20250201 054518 - Billy Mambrasar: Produksi Gas Alam Stagnan, Indonesia Terancam Krisis Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional
Bagikan ke Teman

Koranindopos.com, Jakarta – Billy Mambrasar Duta Energi Pertamina menyampaikan kegelisahannya terkait ancaman krisis pupuk di Indonesia jika produksi gas alam stagnan. Hal ini disampaikan saat menyampaikan paparannya tentang transisi energi, dalam Program Sekolah Energi Berdikari bersama dengan Pertamina yang dilaksanakan pada Hari Kamis, (30/01) di SMPN 5 Bontang, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Dihadapan ratusan pelajar di sekolah tersebut, Billy yang adalah Lulusan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 24 juta ton per tahun. Sedangkan di tahun 2023, produksi pupuk dalam negeri hanya dapat memenuhi sekitar 14 juta ton dari jumlah tersebut, dan artinya ada kekurangan suplai produksi pupuk dari dalam negeri. Akhirnya, untuk memenuhi gap tersebut, Pemerintah Indonesia harus melakukan Impor, dan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor pupuk pada tahun 2023 mencapai 5,37 juta ton.

Adapun menurut Billy, yang pernah didapuk oleh Bappenas menjadi Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia (2019-2024), Pupuk menjadi komoditas kritis untuk kesuksesan dua program utama Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian nasional seperti food estate dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua Program tersebut menimbulkan kenaikan kebutuhan produksi pertanian secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, yang juga berdampak pada kenaikan kebutuhan pupuk untuk produktivitas lahan pertanian yang telah ada atau yang akan dibuka nantinya.

“Dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Prabowo Subianto, Indonesia perlu menambah produksi pupuk dengan memanfaatkan gas alam nasional sebagai bahan bakunya secara maksimal, agar kita dapat meningkatkan kebutuhan pupuk dari suplai dalam negeri dan mengurangi impor” ucap Billy Mambrasar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dari Youth Energy & Environtment Council (YeC), sebuah komunitas muda nasional yang mengadvokasi isu-isu energi dan lingkungan.

RelatedPosts

Undangan Pernikahan Lewat Media Sosial, Apakah Wajib Dihadiri?

“Waspada! Ini Kebiasaan yang Bikin HP Cepat Rusak”

Angkat Tema ‘Estetika Tubuh Artistik’, Festival Teater Pelajar XV Hadirkan Ruang Kreatif Seni Panggung Pelajar

Lebih lanjut, Billy menyampaikan pentingnya Kota Bontang yang merupakan kota utama yang memproduksi gas alam cair, yakni sekitar 31% dari total Produksi Gas Alam Nasional. Sebagai informasi, bahan utama pembuatan pupuk adalah gas alam, dan industri pupuk menjadi sektor industri yang menggunakan input gas bumi paling besar dari dalam negeri. Bahkan untuk sebuah pabrik pupuk, dapat menghabiskan biaya sebesar 58,48% dari total biaya produksinya hanya untuk membeli gas sebagai bahan bakunya. Untuk saat ini penggunaan gas yang di produksi secara domestik untuk industry pupuk adalah sebesar 12,39% dari total produksi karena sebagaian besar gas masih dibutuhkan untuk kebutuhan energi.

Melihat hal tersebut, Billy Mambrasar yang pernah bekerja sebagai Insinyur di Perusahaan Migas Asal Inggris: BP, selama 10 tahun, menekankan potensi krisis dari suplai pupuk untuk pertanian nasional apabila suplai gas tidak diperkuat oleh pemerintah.

Menurut Billy, Krisis Pupuk akan terjadi apabila solusi strategis tidak dilakukan. Di Tahun 2024 saja, Indonesia masih kekurangan 3,4 Ton subsidi pupuk dimana subsidi pupuk dalam APBN mencapai Rp. 40,68 Triliun untuk 7,3 ton dari total kebutuhan 10,7 Juta Ton. ini masih belum mencukupi kebutuhan nasional, dan yang perlu diingat, menurut Billy, adalah kebutuhan pangan, pupuk, dan energi akan terus meningkat, seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat Indonesia.

“Pemerintah harus mengeluarkan strategi nasional untuk meningkatkan ekslporasi dan penambahan gas alam di Indonesia, seperti mengeluarkan kebijakan nasional yang memberikan insentif kepada pelaku usaha di sektor gas, untuk dapat melakukan eksplorasi dan Produksi”, Ujar Anggota Dewan Pakar Perhapi Indonesia ini.

Billy Mambrasar juga menambahkan agar Kementerian ESDM dan SKK Migas dapat memberikan keleluasaan akses informasi dan data awal potensi migas di Indonesia, yang dapat membantu mitra swasta dari luar negeri untuk dapat berinvestasi, mengembangkan potensi lapangan gas alam di Indonesia.

Menurut Billy, Impor gas alam harus jadi prioritas kedua, dan prioritas pertama, adalah meningkatkan Produksi gas alam dalam negeri, untuk mengurangi beban Penggunaan APBN untuk melakukan subsidi pupuk. (doe/rls)

 

Editor : Doe

Editor : Doe

TerkaitBerita

Undangan Pernikahan
Edukatif & Inspiratif

Undangan Pernikahan Lewat Media Sosial, Apakah Wajib Dihadiri?

oleh Editor : Hana
3 hari lalu
HP DI CAS
Edukatif & Inspiratif

“Waspada! Ini Kebiasaan yang Bikin HP Cepat Rusak”

oleh Editor : Hanasa
3 minggu lalu
TEATER
Edukatif & Inspiratif

Angkat Tema ‘Estetika Tubuh Artistik’, Festival Teater Pelajar XV Hadirkan Ruang Kreatif Seni Panggung Pelajar

oleh Editor : Hanasa
4 minggu lalu
IMG 20251217 WA0006 1 - Farliani Hijriana Raih Women Award 2025, Dedikasikan Perjalanan Panjang Kelola Sampah Berkelanjutan
Edukatif & Inspiratif

Farliani Hijriana Raih Women Award 2025, Dedikasikan Perjalanan Panjang Kelola Sampah Berkelanjutan

oleh Editor : Akula
1 bulan lalu
IMG 20251216 194150 - Kolaborasi Keluarga dan AI Jadi Gagasan Utama Buku “Bangun Bisnis Bareng AI”
Edukatif & Inspiratif

Kolaborasi Keluarga dan AI Jadi Gagasan Utama Buku “Bangun Bisnis Bareng AI”

oleh Editor : Akula
1 bulan lalu
PARENTING BASH 2025
Edukatif & Inspiratif

Parenting Bash 2025, Hadirkan Perayaan Edukatif dan Interaktif Untuk Keluarga Indonesia

oleh Editor : Hanasa
1 bulan lalu

Berita Terpopuler

Toyota Kijang LGX
Otomotif

Toyota Kijang LGX 2026 Resmi Meluncur, Hadir dengan Teknologi Hybrid Pertama

oleh Editor : Affandy
4 hari lalu

koranindopos.com - Jakarta. Toyota resmi meluncurkan Kijang LGX generasi terbaru di pasar otomotif Indonesia. MPV legendaris yang telah lama...

SelanjutnyaDetails
bule

Viral! Bule Perempuan Bugil di Gianyar, Polisi Langsung Selidiki

11 bulan lalu
Kemenhut

Kemenhut Sinyalir Buka Besar-besaran CPNS Polhut 2026, Lulusan SMA Jadi Prioritas

4 hari lalu
Oppo Reno 15

Oppo Reno 15 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo dan Kamera Canggih

2 hari lalu
IMG 20250201 054518 - Billy Mambrasar: Produksi Gas Alam Stagnan, Indonesia Terancam Krisis Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional

Billy Mambrasar: Produksi Gas Alam Stagnan, Indonesia Terancam Krisis Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional

12 bulan lalu

Rekomendasi

MAL CIPUTRA

Doa Bersama Awali Tahun 2026, Kebersamaan Jadi Kekuatan Karyawan Mal Ciputra Jakarta

15 Januari 2026
IIMS

Road to IIMS 2026: IIMS Golf Tournament Jadi Wadah Relasi dan Networking Industri Otomotif

17 Januari 2026
Tzu Chi Hospital

Tzu Chi Hospital Capai 100 Bedah Laparoskopi Robotik

13 Januari 2026
Kemenhut

Kemenhut Sinyalir Buka Besar-besaran CPNS Polhut 2026, Lulusan SMA Jadi Prioritas

16 Januari 2026
Kesehatan Mata

Menjaga Kesehatan Mata, Penting di Tengah Gaya Hidup Digital

18 Januari 2026

Newsletter

Mari berlangganan untuk dapatkan update berita terbaru dari koranindopos.com KLIK

Rubrik

  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Sports
  • Internasional

About Us

Koran indopos adalah koran digital yang menyajikan berita aktual dan terperacya.

  • About us
  • Redaksi Indopos
  • Contact us Indopos
  • Pedoman Media siber
  • Copyright
  • Privacy Policy
  • Sitemap

© 2025 KORANINDOPOS manage by MATEK .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak

© 2025 KORANINDOPOS manage by MATEK .