Rabu, 9 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Bintaro Jaya Hadirkan Fasilitas Pemilahan Sampah Skala Kota, Pemerintah Dorong Industri Terlibat Lebih Aktif

Editor : Akula oleh Editor : Akula
27 November 2025
in Ekonomi, Infrastruktur
A A
0
Bintaro Jaya Hadirkan Fasilitas Pemilahan Sampah Skala Kota, Pemerintah Dorong Industri Terlibat Lebih Aktif
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Tangerang Selatan — Upaya mengurangi timbunan sampah di kawasan perkotaan mendapat dorongan baru dengan beroperasinya fasilitas pemilahan Material Recovery Facility (MRF) milik PT Jaya Real Property Tbk di Bintaro Jaya. Fasilitas ini mulai berjalan setelah diresmikan pada Rabu, 26 November 2025, dan menjadi salah satu unit pengolahan sampah modern yang dirancang untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di wilayah Tangerang Selatan.

Peresmian MRF tersebut ikut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, yang menilai keberadaan fasilitas ini sebagai langkah penting untuk menjawab tekanan volume sampah harian yang terus meningkat di provinsi tersebut. Ia menyebut bahwa kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi kini tidak lagi bersifat opsional, tetapi telah menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni mengingatkan bahwa beban sampah di Banten tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia. Produksi harian mencapai lebih dari delapan ribu ton, sementara kemampuan penanganan masih terbatas pada sebagian kecil dari jumlah tersebut. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar sampah ditimbun di tempat pembuangan akhir dan sebagian lainnya dikelola dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

IMG 20251127 WA0019 - Bintaro Jaya Hadirkan Fasilitas Pemilahan Sampah Skala Kota, Pemerintah Dorong Industri Terlibat Lebih Aktif

Artikel Terkait

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

 

Keterlibatan industri dan pelaku usaha dinilai menjadi bagian dari solusi. Andra menyampaikan apresiasinya kepada Bintaro Jaya yang mengembangkan fasilitas pemilahan dengan sistem kerja tertutup, mulai dari pemilahan organik hingga anorganik, untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

Menurut penjelasan perusahaan, MRF yang berdiri di lahan 1,4 hektare itu mampu menangani hingga 60 ton sampah per hari. Pengoperasiannya melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan peralatan produksi dari Banten. Model kerja fasilitas ini mengutamakan pemrosesan maksimal agar tidak ada sampah yang kembali ke TPA, sekaligus memastikan proses berlangsung tanpa menimbulkan bau.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menilai keberadaan fasilitas ini dapat membantu daerahnya yang menghadapi keterbatasan daya tampung TPA. Ia menegaskan bahwa solusi terhadap persoalan sampah membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk, Sutopo Kristanto, menyampaikan bahwa MRF di Bintaro Jaya tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengolahan, tetapi juga sebagai model penerapan konsep zero waste di kawasan hunian. Ia berharap praktik pengolahan terintegrasi yang diterapkan di wilayah tersebut dapat diadopsi secara lebih luas.

Kehadiran MRF ini diharapkan mampu menurunkan tekanan terhadap TPA, memperbaiki kualitas lingkungan permukiman, serta memperkuat ekonomi sirkular yang mulai berkembang di wilayah Banten. Pemerintah provinsi menyebut fasilitas serupa perlu diperluas ke kawasan lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi persoalan sampah perkotaan. (Brg/Kul)


Topik: Bintaro jayaGubernur BantenMrf

TerkaitBerita

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial
Ekonomi

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

oleh Editor : Doe
9 September 2026
Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif
Ekonomi

Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Saham Penguatan Mendominasi
Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Saham Penguatan Mendominasi

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

9 September 2026
Tambang di Kampial Dihentikan Sementara, Pansus TRAP Dalami Legalitas

Tambang di Kampial Dihentikan Sementara, Pansus TRAP Dalami Legalitas

9 September 2026

YUK, TULIS OPINI DI INDOPOS

7 September 2026
Pria Ditemukan Tewas di GBK, Diduga Bunuh Diri dan Sempat Unggah Pesan Perpisahan

Pria Ditemukan Tewas di GBK, Diduga Bunuh Diri dan Sempat Unggah Pesan Perpisahan

9 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya