Koranindopos.com, BANDUNG – Berbalut kegiatan sunmori atau Sunday Morning Ride, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat ikut mengkampanyekan pencegahan stunting kepada masyarakat dalam Lomba Inovasi Berbasis Pangan Lokal tingkat Provinsi Jawa Barat di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Minggu pagi (02/10).
Anggota Komisi IV DPR-RI Ono Surono saatmembuka kegiatan tersebut mengatakan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal itu ditujukan agar Indonesia bebas dari stunting.
“Event ini merupakan rangkaian dari Ekspedisi Trisakti yang digagas bersama, salah satunya untuk menuju Indonesia Bebas Stunting. Kami juga telah melakukan eksplorasi tumbuhan endemik beserta potensi pemanfaatannya, dan hari ini juga kita menggelar lomba inovasi menu berbasis pangan lokal non-beras. Ini merupakan salah satu upaya kita dalam menghadapi krisis pangan akibat pandemi Covid-19 sekaligus dengan seluruh potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia ini harus menjadi kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk ketahanan pangan keluarga. Agar keluarga sehat, terbebas dari ancaman stunting,” kata Ono.
Kegiatan itu juga menampilkan sesi talkshow yang diisi langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Wahidin, Duta Genre Nasional tahun 2020 Fiqih Aghniyan Hidayat, Duta Genre Jawa Barat tahun 2021 Feni Nur’aeni, serta Pengurus Forum Genre Jawa Barat.
Wahidin mengatakan bahwa BKKBN terus mengkampanyekan program Bangga Kencana yakni Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, serta telah dipercaya menjadi leading sector upaya percepatan penurunan stunting.
“Bapak Presiden Joko Widodo telah memberi kepercayaan kepada BKKBN untuk menjadi leading sector dalam upaya mempercepat menurunkan prevalensi stunting. Terlebih Jawa Barat yang penduduknya hampir 50 juta. Angka stunting berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia tahun 2021 pada angka 24,5%, atau selisih 0,1 dengan prevalensi nasional yang berada di angka 24,4%. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Bandung yang pagi ini berolahraga di Kiara Artha Park, agar dapat memahami serta peduli terhadap tanda-tanda keluarga yang berisiko stunting sehingga keluarga kita terhindar dari bahaya stunting,” kata Wahidin.
Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menyajikan menu Jagung Susu Keju, Sandwich Telur, Perkedel Kentang Panggang dan Es Semangka Selasih. Menu-menu tersebut bisa menjadi alternatif makanan pokok selain nasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Selain tinggi protein, bahan menu tersebut bisa dibeli dengan harga murah, tapi tetap kaya akan gizi.
Bagi Entin misalnya, ibu rumah tangga yang berasal dari Kiaracondong tersebut menuturkan, bahwa setelah mencicipi beberapa olahan makanan, dirinya menjadi terinspirasi dengan beberapa resep masakan untuk dicoba di rumah.
“Kebetulan tadi saya mampir ke stand DASHAT, mencoba beberapa makanan, ternyata bahan-bahannya gampang didapat, tapi tetap enak dan begizi. Terima kasih juga atas informasi mengenai pencegahan stunting dari narasumber BKKBN Jabar, sedikitnya saya menjadi faham mengenai bahaya stunting,” ujar Entin.
Selain itu, kegiatan sosialisasi juga diisi berbagai aktivitas seru seperti kuis dengan hadiah merchandise menarik, juga sharing session dari para Duta Generasi Berencana mengenai pencegahan stunting dari hulu, yaitu sejak remaja. Serta aktivitas lainnya seperti senam cegah stunting bersama Forum Genre Jawa Barat. (why)










