
LIDO, koranindopos.com – Perang melawan narkoba terus digelorakan Badan Narkotika Nasional (BNN). Perempuan dan anak-anak muda menjadi sasaran strategis untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Saat ini, di Asia Tenggara, banyak perempuan dengan berbagai latar belakang yang tengah menanti hukuman karena penyalahgunaan narkoba.
’’Ada yang menanti hukuman mati karena berperan sebagai pengedar atau kurir. Tidak sedikit juga yang masih ditahan karena mengonsumsi narkoba,” kata Kepala BNN Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose kemarin (3/12).
Menurut dia, perempuan Indonesia yang terjerumus ke dalam lembah hitam narkotika tidak sedikit. Mereka kerap terjerat karena impitan ekonomi ataupun pergaulan. Hal yang sama terjadi pada generasi muda usia 15–35 tahun yang mana semestinya mereka tengah mengembangkan potensi diri demi memajukan Indonesia.

Karena itu, BNN membuat kegiatan yang menyasar masyarakat. Kali ini, BNN mengadakan Smash on Drugs Women’s Doubles Table Tennis National Championship 2021 di Lido, Bogor, Jawa Barat. Pertandingan yang dilangsungkan pada 1–3 Desember itu melibatkan 34 pasang atlet tenis meja ganda putri. Pada pertandingan final, ganda putri dari Bandung, Jawa Barat, keluar sebagai juara tenis meja.
Sebagai aksi melawan narkoba, anak-anak muda dan perempuan perlu dilibatkan. Pada kejuaraan kali ini, atlet perempuan profesional yang usianya di bawah 30 tahun menjadi duta antinarkotika. Mereka bakal menggaungkan perang melawan narkotika di masyarakat.
Aksi tersebut, lanjut Petrus Golose, sekaligus mengajak masyarakat untuk membiasakan berolahraga. ”Dengan olahraga, kita berusaha meminimalkan niat untuk menggunakan narkoba. Lebih baik diarahkan pada semangat berolahraga dan mencapai prestasi,” katanya.
Para atlet tenis meja yang berpartisipasi kali ini menjadi contoh perempuan Indonesia yang inspiratif, dinamis, dan sportif. Kegiatan-kegiatan yang positif secara jangka panjang juga bertujuan menjadikan Indonesia bersih dari narkoba.
Dia menuturkan, pola pikir anak muda sering keliru soal narkoba. Dalam pergaulannya, mereka merasa tidak keren kalau tidak mengonsumsi narkoba.
Harapannya, pola pikir itu bisa berubah. Daripada bergaul yang negatif, lebih baik kegiatannya dialihkan ke olahraga seperti tenis meja atau yang lainnya. ’’Mudah-mudahan bisa lebih banyak generasi muda yang terselamatkan dari bahaya narkoba. Ini juga menjadi simbol dan pesan kepada para bandar narkotika bahwa kita semangat perang melawan mereka,” tegasnya. (riz)










