JAKARTA, koranindopos.com – Dalam bidang sastra dan industri penerbitan Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional. Indonesia pernah menjadi tamu kehormatan dalam acara Frankfurt Book Fair tahun 2015 dan diikuti sebagai negara fokus di London Book Fair 2019, Indonesia telah menjejakkan kakinya lebih tinggi dalam kancah literasi dunia.
“Terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah Kongres Asosiasi Penerbit Internasional ke 33 (IPA World Congress) ini menunjukan tahap awal yang menentukan dalam perkembangan industri penerbitan dan perbukuan di Indonesia. Dengan adanya acara ini akan membuka banyak kerjasama yang harmonis para penerbit dan pelaku industri perbukuan bukan hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Kesuksesan acara ini akan didedikasikan Jakarta bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga dunia,” tegas Anies.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyambut hangat kedatangan delegasi komite eksekutif IPA yang datang ke Jakarta. “Kami merasa terhormat atas kehadiran delegasi komite eksekutif IPA untuk melihat persiapan. Jakarta sangat siap untuk menyelenggarakan IPA Congress 2022,” ucap Riza dalam acara konferensi pers yang diadakan di Balaikota DKI Jakarta, (17/5).
Hadir pada kesempatan itu, perwakilan dari IPA Executive Committee, Karine Pansa yang juga merupakan Vice President IPA, didampingi oleh Secretary General IPA, Jose Borghino dan Director of Communication IPA, James Taylor.
Kedatangan tim IPA bertepatan dengan perayaan Hari Buku Nasional dalam rangka melakukan survey serta koordinasi terkait persiapan Jakarta untuk menjadi tuan rumah IPA Congress 2022.
“Kami tidak sabar untuk membawa komunitas dan para pelaku industri penerbitan dan perbukuan ke Jakarta. Bertepatan dengan perayaan Hari Buku Nasional ini, Jakarta telah menunjukan sebagai sebuah kota buku yang cocok untuk penyelenggaraan kongres ini”, terang Karine.
Kongres IPA 2022 salahsatunya menyoroti tentang pembajakan buku. Di Indonesia, pembajakan buku ini sudah menjadi momok yang sangat meresahkan bagi industri buku dan penerbitan. Dengan hadirnya kongres ini, diharapkan para pelaku industri penerbitan dan perbukuan bisa bersatu padu dan membuat berbagai gerakan maupun kampanye untuk memerangi pembajakan buku.
Laura Bangun Prinsloo selaku Chair Jakarta Book City mengatakan sejak terpilih menjadi salah satu UNESCO City of Literature bulan november 2021 lalu, Jakarta memiliki komitmen untuk menjadikan buku sebagai komponen penting dalam kehidupan masyarakat Jakarta. “Hal ini juga tergambar dalam tema yang kami ambil di International Publishers Association Congress 2022. Reading Matters – Embracing The Future” terang Laura. (why)










