koranindopos.com – Jakarta. Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi tren global dan memberikan dampak signifikan di berbagai sektor, termasuk penegakan hukum di Indonesia. Dalam upaya memberantas kejahatan narkotika yang semakin kompleks, Badan Narkotika Nasional (BNN) melihat potensi besar AI dalam meningkatkan efisiensi pengawasan, deteksi, dan pencegahan peredaran narkoba.
Sebagai langkah strategis, BNN melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) mengadakan webinar bertema “Future Life with Artificial Intelligence”, yang bertujuan memperdalam pemahaman terkait manfaat teknologi AI. Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, menyatakan bahwa AI harus dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung penegakan hukum, dengan tetap mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul dari perkembangan teknologi ini.
“Perkembangan teknologi yang cepat dan dinamis membawa tantangan baru, termasuk pada kompleksitas kejahatan narkotika. Teknologi AI mampu memberikan solusi, tetapi kita harus tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan oleh sindikat narkotika,” ujar Marthinus, Jumat (11/10/2024).
Menurut Marthinus, salah satu manfaat utama penerapan AI adalah dalam analisis data. Teknologi ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pola distribusi narkotika dan titik-titik rawan peredaran melalui algoritma pembelajaran mesin. Selain itu, AI dapat membantu memproses data keuangan dan komunikasi yang mencurigakan, sehingga mempermudah pelacakan jaringan pengedar narkoba.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa kejahatan narkotika bisa berkembang seiring dengan teknologi. “Sindikat narkotika bisa saja merekayasa informasi terkait zat adiktif untuk menciptakan narasi baru sesuai dengan kepentingan bisnis gelap mereka,” tambahnya.
Meskipun AI menawarkan peluang besar, tantangan seperti isu privasi dan potensi penyalahgunaan teknologi menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, penerapan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab sesuai dengan prinsip etika dan hukum yang berlaku.
Webinar ini diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari pegawai BNN Pusat, BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari Balai/Loka Rehabilitasi BNN di seluruh Indonesia. Kepala PPSDM BNN, Dr. Caca Syahroni, menjelaskan bahwa webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai BNN tentang AI dan mempersiapkan mereka dalam menghadapi kemajuan teknologi di era digital.
“Kegiatan ini tidak hanya membekali pegawai BNN dengan pengetahuan terkait AI, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk memanfaatkan teknologi ini guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan pemberantasan narkotika,” jelas Caca Syahroni.
Dengan kesiapan dan pemahaman yang semakin mendalam mengenai AI, BNN berharap mampu menghadapi tantangan baru di era digital dan memperkuat upaya pemberantasan kejahatan narkotika di Indonesia. (dni)










