Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa hingga Rabu (21/10/2026), terdapat total 18.421 hektare lahan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang masih aktif ditangani oleh tim satgas gabungan.
Rincian luas lahan terbakar tersebut mencakup 7.219 hektare di Sumatera serta 11.202 hektare di Kalimantan.
“Lahan seluas 7.219 hektar masih dalam penanganan di wilayah Sumatera, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran persnya pada Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan data yang dirilis BNPB, berikut adalah sebaran titik penanganan karhutla di dua pulau utama tersebut:
1. Wilayah Sumatera (Total 7.219 Hektare)
-
Sumatera Selatan: 5.194 hektare
-
Jambi: 2.025 hektare
-
Riau: Tidak terdeteksi adanya titik lahan terbakar.
2. Wilayah Kalimantan (Total 11.202 Hektare)
-
Kalimantan Tengah: 7.938 hektare (wilayah dengan area terbakar terluas)
-
Kalimantan Selatan: 1.974 hektare
-
Kalimantan Barat: 1.290 hektare
Guna menanggulangi karhutla yang meluas, BNPB memaksimalkan pergerakan Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara. Upaya penanganan dari udara difokuskan pada operasi pengeboman air (water bombing) serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah setempat juga tengah menangani kebakaran lahan di sejumlah daerah lain, meliputi Kalimantan Timur, Ibu Kota Nusantara (IKN), Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya.
“Total area terdampak di beberapa wilayah tersebut seluas 1.243,70 hektare,” pungkas Berton.(dhil/kmps)










