Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
5 Agustus 2026
in Ekonomi
A A
0
BPS: Indonesia Alami Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Meski terjadi penurunan harga secara bulanan, tingkat inflasi tahunan masih berada dalam tren positif, yakni 2,88 persen secara year-on-year (yoy), sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat 1,65 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa deflasi pada Juli tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK), yang turun dari 111,89 pada Juni 2026 menjadi 111,73 pada Juli 2026.

“Pada bulan Juli tahun 2026 terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.

BPS mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama deflasi pada Juli 2026. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dengan andil terhadap deflasi nasional sebesar 0,26 persen.

Artikel Terkait

Danamon Dorong Generasi Muda Jambi Cerdas Finansial dan Semangat Belajar

Danantara Gandeng JBS Group, Investasi US$2,5 Miliar untuk Perkuat Sektor Protein

IHSG Ditutup Menguat 0,50%, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga KLBF untuk Perdagangan Hari Ini

Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang menekan inflasi, antara lain:

Bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen.
Cabai merah memberikan andil 0,06 persen.
Cabai rawit juga menyumbang deflasi 0,06 persen.
Telur ayam ras sebesar 0,03 persen.
Tomat sebesar 0,03 persen.
Jeruk memberikan andil 0,02 persen.

Turunnya harga komoditas hortikultura tersebut menunjukkan membaiknya pasokan di sejumlah daerah, sehingga harga di tingkat konsumen ikut mengalami penurunan.

Selain kelompok pangan, BPS juga mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dengan kontribusi terhadap deflasi nasional sebesar 0,06 persen.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya harga emas perhiasan sebesar 3,58 persen, yang memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen.

Harga emas yang melemah di pasar domestik menjadi salah satu faktor yang turut membantu menekan laju inflasi pada Juli.

Walaupun secara bulanan terjadi deflasi, tekanan inflasi secara tahunan masih berada pada level yang relatif terkendali.

BPS mencatat inflasi year-on-year (yoy) mencapai 2,88 persen, sedangkan inflasi sepanjang tahun atau year-to-date (ytd) berada di angka 1,65 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun pada Juli terjadi penurunan harga pada sejumlah komoditas utama.

Deflasi bulanan sering kali memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat karena harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi lebih murah. Namun, pemerintah dan otoritas moneter tetap perlu mencermati perkembangan tersebut agar penurunan harga tidak berlangsung terlalu lama dan berujung pada pelemahan aktivitas ekonomi.

Ke depan, pergerakan inflasi masih akan dipengaruhi oleh dinamika harga pangan, kondisi cuaca, distribusi barang, nilai tukar rupiah, serta perkembangan ekonomi global. Pemerintah bersama Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas harga agar inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(dhil)

Topik: BPSInflasi

TerkaitBerita

Danamon Dorong Generasi Muda Jambi Cerdas Finansial dan Semangat Belajar
Bisnis

Danamon Dorong Generasi Muda Jambi Cerdas Finansial dan Semangat Belajar

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
Danantara Gandeng JBS Group, Investasi US$2,5 Miliar untuk Perkuat Sektor Protein
Ekonomi

Danantara Gandeng JBS Group, Investasi US$2,5 Miliar untuk Perkuat Sektor Protein

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,50%, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga KLBF untuk Perdagangan Hari Ini
Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 0,50%, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga KLBF untuk Perdagangan Hari Ini

oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
BPD dan BPR Dinilai Bisa Saling Lengkapi, Asbanda Ingatkan Pentingnya Kelola Risiko
Ekonomi

BPD dan BPR Dinilai Bisa Saling Lengkapi, Asbanda Ingatkan Pentingnya Kelola Risiko

oleh Editor : Akula
6 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IPO

Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan

8 Agustus 2026
KERJA SAMA: Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja (kanan) secara resmi telah meneken kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

8 Agustus 2026
Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

8 Agustus 2026
Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

8 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4255 shares
    Share 1702 Tweet 1064
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    668 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya