Koranindopos.com, Jakarta – Sepak bola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, digemari oleh berbagai kalangan dari anak-anak hingga dewasa. Menjawab antusiasme tersebut, stasiun televisi RTV secara resmi meluncurkan ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026. Turnamen ini dirancang khusus sebagai panggung unjuk bakat bagi para pesepak bola muda yang terbagi dalam kategori usia di bawah 10 tahun (U-10) dan di bawah 13 tahun (U-13).
Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 29 hingga 30 Agustus 2026 mendatang dan berlokasi di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 48 tim dipastikan siap bersaing memperebutkan gelar juara dalam kompetisi tersebut. Pembagian peserta terdiri dari 32 tim kategori U-10 yang mewakili tingkat Sekolah Dasar (SD), serta 16 tim kategori U-13 yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) pilihan.
Membentuk Karakter Emas Generasi Muda
Keputusan memilih kelompok usia U-10 dan U-13 bukan tanpa alasan. Dalam sesi jumpa pers yang diselenggarakan di Studio 3 RTV pada Senin (3/8), Chief Operating Officer (COO) RTV, Cecil Samantha Sasmita, mengungkapkan bahwa rentang usia tersebut merupakan periode emas dalam fase pembentukan karakter seorang atlet muda. Melalui tema “Belajar, Berkompetisi, dan Tumbuh Bersama”, kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal perkembangan anak-anak.
”Kami ingin RJL jadi wadah anak-anak buat berkembang dan meraih prestasi. Temanya saja ‘Belajar, Berkompetisi, dan Tumbuh Bersama’. Jadi tidak cuma soal menang-kalah, tapi soal memupuk disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri sejak dini,” ujar Cecil saat ditemui di RTV, Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Selain menyajikan pertandingan yang kompetitif dan penuh keseruan, RJL 2026 juga menawarkan beragam aktivitas edukatif yang telah dinantikan oleh para peserta muda. Panitia menyajikan sesi coaching clinic serta program Play with All Star. Fasilitas ini memberikan kesempatan langka bagi anak-anak untuk menyerap teknik dasar sepak bola secara langsung sekaligus bertanding dalam satu lapangan bersama para pemain idola mereka.
Penyelenggaraan turnamen ini semakin berbobot berkat hadirnya legenda hidup Timnas Indonesia sekaligus mantan ikon Persija Jakarta, Ismed Sofyan. Ismed memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap hadirnya wadah kompetisi yang konsisten dan berkelanjutan bagi anak-anak. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki pesepak bola muda tidak akan terasah secara optimal tanpa adanya panggung kompetisi resmi.
”Sepak bola usia dini itu butuh wadah. Di sini mereka belajar tanggung jawab, fair play, dan respek. Itu modal penting buat masa depan mereka,” kata Ismed.
Tidak hanya memberikan pandangan teknis, Ismed juga menyempatkan diri membagikan pengalaman perjalanan kariernya yang penuh dinamika demi membakar semangat para peserta. Ia mengisahkan bagaimana fase kegagalan yang pernah dialaminya di masa lalu justru menjadi pemantik untuk bangkit, bekerja lebih keras, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanat sebagai kapten tim.
”Saya dulu pernah gagal, tapi saya enggak mau sedih lama-lama. Saya introspeksi, latihan lebih keras, dan tahun berikutnya malah dipercaya jadi kapten! Jadi buat adik-adik, kegagalan itu cuma batu loncatan, jangan pernah menyerah ya!” pesannya menyemangati.
Melalui pembinaan berkesinambungan serta dukungan penuh dari berbagai pihak, ajang Rajawali Junior League 2026 diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul baru. Bibit-bibit muda ini diproyeksikan menjadi pilar penerus yang siap membawa nama besar Tim Nasional Indonesia terbang lebih tinggi di kancah internasional pada masa mendatang. (RIS/Hend)










