Koranindopos.com, Jakarta – Dunia seni pertunjukan Jakarta akan segera disuguhi sebuah pagelaran tribute berkelas yang mengangkat karya-karya abadi dari “Ratu Pop Asia”, Teresa Teng. Pertunjukan yang bertajuk “A Tribute to Teresa Teng” ini dijadwalkan bergulir pada 28 Oktober 2026 di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta, dengan menyuguhkan balutan aransemen orkestra megah dan panggung eksklusif.
Pengaruh musikal Teresa Teng di Indonesia memang sangat unik dan melampaui batas generasi. Lagu mahakaryanya seperti “Tian Mi Mi” yang dirilis pada November 1971 dan meroket hingga memuncaki tangga lagu Asia pada 1979, ternyata memiliki akar budaya dari lagu tradisional Jawa Tengah berjudul “Dayung Sampan” yang populer di Semarang sejak era 1950-an.
Konser penghormatan ini bakal menghadirkan vokalis asal Shanghai, Flora Liu, serta sederet penampil spesial dari Tanah Air seperti Diva Indonesia Kris Dayanti dan penyanyi Putri Ayu. Pengalaman audio penonton dipastikan semakin berkesan dengan dukungan harmoni dari 50 Piece Orchestra by Astrid Lea yang dipimpin oleh conductor RM Condro.
Pemilihan venue indoor yang representatif menjadi faktor penting dalam merancang pertunjukan agar dapat menyatu harmonis dengan kualitas audio orkestra. CEO The Ballroom at Plaza Senayan, Andrea Kurniawan, memaparkan alasan di balik pemilihan lokasi dan konsep yang diusung untuk menyajikan pertunjukan berkelas tersebut.
“Kami ingin A Tribute to Teresa Teng menjadi lebih dari sekadar konser. Kami ingin menciptakan sebuah experience yang elegan dan intimate, di mana penonton dapat benar-benar menikmati vokal, orchestra, dan atmosfer pertunjukan secara lebih dekat. The Ballroom at Plaza Senayan memiliki karakter venue yang menurut kami sangat sesuai dengan konsep ini. Kami ingin venue menjadi bagian dari pengalaman konser itu sendiri,” ujar Andrea Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa pertunjukan ini dirancang untuk dapat dinikmati lintas generasi, baik oleh penggemar lama maupun pendengar muda yang baru mengenal warisan karya Teresa Teng. Pihaknya sengaja memilih format musik orkestra agar setiap melodi klasik yang dibawakan terasa lebih megah, emosional, dan memberikan perspektif baru.
“Kami melihat bahwa karya Teresa Teng memiliki nilai musikal dan emosional yang sangat kuat serta mampu melintasi batas generasi dan negara. Lagu-lagu beliau tidak hanya menjadi bagian dari sejarah musik Asia, tetapi sampai saat ini masih sangat dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia. Karena itu, kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang bukan sekadar konser nostalgia, tetapi sebuah tribute concert dengan kualitas pertunjukan yang elegan dan berkelas,” sambung Andrea.
Perspektif senada juga diutarakan oleh Managing Director Color Asia Live, David Ananda, yang menggarisbawahi pentingnya mempertahankan standar produksi tinggi dalam menggelar panggung tribut bagi legenda dunia seperti Teresa Teng.
“Konser A Tribute to Teresa Teng memiliki nilai musikal dan budaya yang sangat menarik. Teresa Teng memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah musik Asia. Karena itu, kami merasa tribute seperti ini harus dipresentasikan dengan standar pertunjukan yang baik,” pungkas David Ananda. (BRG/Hend)










