Jumat, 18 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Dapur Sehat (Dashat) dan Makanan Bergizi untuk Selamatkan Anak Stunting

Editor : Hana oleh Editor : Hana
14 Agustus 2022
in Nasional
A A
0
Stunting
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati (Hetty) Andika Perkasa mengajak kaum perempuan untuk memasak makanan yang sehat untuk ibu hamil dan anak bayi di bawah usia dua tahun guna mencegah stunting.

Ajakan Hetty, istri Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa itu, ditunjukkannya dalam demo memasak di Markas Komando Distrik Militer 0618/BS Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa hari lalu itu adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang dibuat Dharma Pertiwi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai kolaborasi upaya percepatan penurunan stunting.

Di hadapan ratusan kaum perempuan itu, Hetty menggunakan buku Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia, yang merupakan kumpulan resep masakan Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri.

Buku Resep Makanan Baduta (Bayi di bawah Usia Dua Tahun) dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia ditulis Hevearita G. Rahayu berisi 164 resep masakan.

Artikel Terkait

Eddy Soeparno Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim Segera Dibahas

Amnesty Soroti 94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, Minta Investigasi

Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Disebabkan Makanan Rusak

Buku ini menjadi pedoman praktis dalam mengatasi stunting dengan memberikan resep makanan guna memenuhi kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan generasi muda Indonesia dari umur 6 bulan hingga 24 bulan.

Buku resep makanan ini mengambil bahan-bahan makanan yang bisa ditanam atau diternak di pekarangan rumah atau dibeli dengan harga terjangkau. Resep dalam buku ini juga mengangkat keseluruhan khazanah kuliner Nusantara.

Direktur Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BKKBN Eka Sulistia Ediningsih, Jumat (12/08/2022) mengatakan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sangat menentukan seorang bayi menderita stunting atau tidak. Kondisi fisik ibu sebelum hamil dan kebiasaan buruk sang bapak seperti merokok, juga menjadi faktor potensi stunting bayi.

Menurut Eka, kecukupan gizi sejak bayi berada dalam kandungan adalah kunci utama mencegah stunting. Karena itu kehamilan dan kelahiran harus direncanakan dengan baik oleh pasangan suami dan istri.

“Gerakan mencukupi makanan bergizi bagi ibu hamil dan bayi di bawah usia dua tahun (baduta) dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong,” kata Eka.

Kegiatan memasak makanan untuk keluarga berisiko stunting dilakukan di Dapur Sehat Atasi Stunting atau disingkat menjadi Dashat.

Apakah Dashat itu?

Dashat digagas oleh BKKBN untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

Dashat pertama kali diluncurkan BKKBN pada Jumat 20 Oktober 2021 di Auditorium Pemerintah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini mulai dicanangkan dengan tujuan mengatasi stunting di daerah-daerah.

Dashat sendiri dibuat sebagai salah satu upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu.

Dashat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu, diharapkan dengan adanya pengetahuan dan ketrampilan penyiapan pangan, kita mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal.

Dashat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan.

Program ini menjadi program strategis untuk mencegah dan mengatasi stunting melalui ketahanan pangan yang mengangkat kearifan lokal.

Percepatan penurunan stunting adalah kerjasama kolaboratif multisektor, yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen holistik-integratif dan berkualitas.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam program Dashat antara lain, dunia usaha, pendamping pendidikan lewat Tri Darma Perguruan Tinggi, kader penggerak dan motivator di tingkat RT/RW/Desa (PKK, PPKBD/Sub, dan kader lainnya).

Selain itu ada juga pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas sebagai pembina, pendamping, penyuluh, serta regulator pelaksanaan Dashat di antaranya Dinas Kesehatan dan BKKBN.

Dalam prosesnya pelaksanaannya, Dashat dapat memanfaatkan bahan sisa produksi namun layak olah dari produsen pasangan seperti petani, peternak unggas, peternak ikan, dan retail.

Karena menggunakan pangan lokal yang diproduksi di wilayah Indonesia dan tersedia dekat dengan masyarakat, Dashat juga dapat memberi manfaat seperti, mendapatkan pangan yang segar atau baru, mengurangi terjadinya kehilangan gizi terutama vitamin, lebih terjangkau oleh masyarakat bila diproduksi dalam jumlah banyak dan dikonsumsi oleh banyak orang , meningkatkan peluang kerja dan peluang usaha, dan menggerakkan ekonomi rakyat terutama penduduk pedesaan, serta meningkatkan kedaulatan dan ketahanan pangan.

Dashat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga risiko stunting. Selain itu, diharapkan dengan adanya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan, masyarakat mampu memberikan pangan sehat dan bergizi menggunakan sumber daya lokal. (why)

Topik: BKKBNStunting Anak

TerkaitBerita

Eddy Soeparno Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim Segera Dibahas
Nasional

Eddy Soeparno Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim Segera Dibahas

oleh Editor : Affandy
18 September 2026
Amnesty Soroti 94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, Minta Investigasi
Nasional

Amnesty Soroti 94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, Minta Investigasi

oleh Editor : Affandy
18 September 2026
MAKANAN BERGIZI: Para pelajar SD menyantap menu program makan bergii gratis (MBG). (Foto Ilustrasi: Setneg.go.id)
Nasional

Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Disebabkan Makanan Rusak

oleh Editor : Memoarto
18 September 2026
DPR Minta Menkeu Suahasil Segera Bereskan Utang Whoosh agar Tak Bebani Fiskal
Nasional

DPR Minta Menkeu Suahasil Segera Bereskan Utang Whoosh agar Tak Bebani Fiskal

oleh Editor : Affandy
17 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

BEI Kaji Tambah Jam Perdagangan 30 Menit, Likuiditas Dinilai Belum Signifikan

BEI Kaji Tambah Jam Perdagangan 30 Menit, Likuiditas Dinilai Belum Signifikan

18 September 2026
UNIQLO Hijab: Saat Kenyamanan Bertemu Ekspresi Diri

UNIQLO Hijab: Saat Kenyamanan Bertemu Ekspresi Diri

15 September 2026
BEI Buka Peluang IPO Setelah Demutualisasi, Tahap Awal Fokus Right Issue

BEI Buka Peluang IPO Setelah Demutualisasi, Tahap Awal Fokus Right Issue

18 September 2026
SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra

SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra

18 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4603 shares
    Share 1841 Tweet 1151
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Lebih dari 5.000 Anak Yatim Bakal Nonton Bareng Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya