Koranindopos.com, Jakarta – Film horor keluarga Penunggu Rumah: Buto Ijo siap menyapa penonton bioskop Tanah Air mulai 15 Januari mendatang. Mengangkat adaptasi cerita rakyat Timun Mas, film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan memadukan unsur horor, fantasi, dan nilai-nilai keluarga yang jarang ditemui dalam genre serupa di Indonesia.
Karya ini diperkenalkan secara resmi melalui Gala Premier yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, para pembuat film mengajak masyarakat untuk mendukung karya anak bangsa dengan menonton langsung di bioskop, sekaligus memperkenalkan konsep horor yang dapat dinikmati bersama keluarga.
Produser film, Gandhi Fernando, menegaskan bahwa Penunggu Rumah: Buto Ijo dibuat sebagai tontonan keluarga yang memiliki pesan kuat. Ia menilai film ini menawarkan warna baru di tengah maraknya film horor yang identik dengan kekerasan dan jumpscare berlebihan.
“Jarang sekali ada film horor yang membawa cerita keluarga. Di film ini ada banyak pelajaran dan karakter yang relevan untuk generasi sekarang,” kata Gandhi.

Film ini disutradarai oleh Achmad Romie yang tertarik menggarap kisah Buto Ijo karena kekuatan nilai moral dan relevansinya dengan kehidupan masa kini. Menurutnya, legenda Timun Mas memiliki cerita sederhana namun sarat makna jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.
“Legenda Timun Mas itu ceritanya sederhana, tapi tantangannya adalah bagaimana mengemasnya agar relevan dan bisa diterima penonton modern,” ujar Achmad Romie.
Ia menjelaskan bahwa film ini sengaja menghindari horor ekstrem dan lebih menekankan pada atmosfer, cerita, serta visual fantasi. Pendekatan tersebut dipilih agar film tetap ramah ditonton oleh berbagai kelompok usia tanpa menghilangkan unsur tegang.
“Ini horor tanpa kekerasan ekstrem. Kami ingin film ini bisa ditonton berbagai usia,” katanya.
Selain cerita dan visual, Penunggu Rumah: Buto Ijo juga didukung oleh musik latar yang kuat. Film ini melibatkan musisi untuk mengisi soundtrack yang diharapkan mampu memperdalam emosi penonton dan memperkuat pengalaman menonton secara keseluruhan.
“Lagunya sangat dalam dan sesuai dengan filmnya. Semoga penonton bisa menikmati musiknya seperti menikmati filmnya,” ujar Ardina Rasti.
Film ini dibintangi oleh Celine Evangelista, Meryem Hasanah, Gandhi Fernando, Valerien Thomas, Adnan Djani, Pratito Wibowo, dan Arie Dwi Andika. Para pemain menilai film ini bukan sekadar horor, tetapi juga menyampaikan pesan tentang konsekuensi pilihan hidup dan pentingnya nilai keluarga.
Secara cerita, Penunggu Rumah: Buto Ijo mengisahkan Srini, seorang janda dengan satu anak, yang mulai diteror oleh sosok raksasa menjelang ulang tahun ke-6 anaknya.
Dalam upaya mencari pertolongan, Srini kembali menghubungi Ali, mantan kekasihnya yang kini menjadi konten kreator horor uji nyali, hingga teror demi teror menguak rahasia kelam di rumah tersebut dan menghadirkan Buto Ijo sebagai pembawa malapetaka. (Brg/Kul)
















