Koranindopos.com – Jakarta. Sebagai seorang ahli dalam bidang estetika, dr. Ayu Widyaningrum, MM, Magister AAAM dan Magister IBAM, baru-baru ini berhasil meraih nominasi penghargaan internasional yang sangat bergengsi dari Korea Selatan. Penghargaan ini semakin memperkuat posisinya di dunia medis, khususnya di bidang kecantikan dan estetika. Pencapaian ini merupakan bukti dedikasi dan profesionalisme yang terus dipertahankannya selama ini.
Penghargaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, dan membuka kesempatan lebih besar untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu estetika. Dalam sebuah wawancara, dokter Ayu menjelaskan tentang pencapaian ini dengan penuh rasa syukur.
“Yang mendapat penghargaan itu dokter Tompi dan saya saat ini masih berdua, tapi kita enggak tahu apakah nanti ke depannya akan ada lagi atau tidak,” ujarnya saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).

Meskipun demikian, ia mengaku merasa sangat berterima kasih bisa terpilih sebagai salah satu nominasi dalam ajang bergengsi tersebut. Tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga untuk Indonesia, yang kini semakin diakui dalam kancah internasional.
Sebagai seorang profesional yang selalu berusaha mengembangkan diri, dokter Ayu menekankan pentingnya peningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam dunia medis. Dengan terus belajar dan mengasah keterampilan, dokter Ayu memastikan bahwa dirinya tetap berada di garis depan inovasi dalam dunia estetika, mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
“Kita upgrade skill, ya otomatis karena kan kalau dengan kita upgrade skill kita kayak enggak malu kan, mas, di kancah internasional gitu,” jelasnya.
Pencapaian ini tentu menjadi momen berharga bagi dokter Ayu, yang merasa bangga bisa mewakili Indonesia di ajang internasional tersebut. Meskipun tidak ada kepastian mengenai siapa yang akan keluar sebagai pemenang, bagi dokter Ayu, menjadi nominasi saja sudah merupakan suatu kehormatan besar.
“Alhamdulillah saya sebagai seorang dokter estetik mewakili Indonesia, dan setelah saya lihat, eh nominator berikutnya adalah Dr. Tompi,” ungkapnya.
Meski begitu, dokter Ayu tetap memandang ajang ini sebagai sebuah kesempatan besar untuk pertukaran ilmu dan pengalaman dengan para profesional dari berbagai belahan dunia. Ia meyakini bahwa penghargaan ini lebih dari sekadar perlombaan, melainkan sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan membangun jaringan yang lebih luas.
“Menang enggak menang, tetap harus datang, karena memang sudah menjadi suatu nominator,” katanya.
Pertemuan antar profesional dalam ajang penghargaan ini memang memberikan manfaat besar bagi perkembangan dunia medis, khususnya dalam bidang estetika. “Misalnya dokter di Indonesia pakai laser apa nih, jenisnya bagus enggak, terus efeknya ke scar tuh gimana,” kata dokter Ayu, menjelaskan bagaimana interaksi antar dokter dari berbagai negara dapat membuka wawasan baru. Dialog ini sangat penting untuk terus mengembangkan metode dan teknologi terbaru yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan estetika.
Selain itu, dokter Ayu berharap pencapaian ini bisa membuka jalan bagi inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. “Harapannya adalah dengan potensi saya dan inovasi saya, saya lebih bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Melalui pencapaiannya ini, dokter Ayu tidak hanya ingin menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di bidang medis, tetapi juga berharap agar semakin banyak dokter muda di Indonesia yang termotivasi untuk terus berprestasi di dunia internasional. Sebagai seorang profesional, ia percaya bahwa perjalanan karier yang sukses dimulai dengan dedikasi untuk belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.







