Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Donald Trump: Menjauh dari Sekutu, Mendekat ke Rusia?

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
5 Maret 2025
in Internasional
A A
0
as
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan dunia setelah secara terang-terangan melecehkan sekutu lama di Eropa dan Ukraina, sembari bersikap lebih lunak terhadap Rusia. Skenario yang dahulu terasa mustahil kini menjadi kenyataan di bawah kepemimpinannya di Gedung Putih. Pertanyaannya, ke mana arah kebijakan luar negeri AS di masa depan?

Selama beberapa dekade, Amerika Serikat dikenal sebagai pemimpin dunia yang menjalin aliansi erat dengan negara-negara Eropa, baik melalui NATO maupun kerja sama bilateral lainnya. Namun, di bawah pemerintahan Trump, hubungan tersebut mengalami pergeseran signifikan. Trump kerap mengkritik negara-negara Eropa, terutama dalam hal pembagian beban anggaran pertahanan di NATO, serta kebijakan perdagangan yang dinilainya merugikan AS.

Sikapnya terhadap Ukraina juga menjadi tanda tanya besar. Amerika Serikat sebelumnya berjanji melindungi Ukraina, terutama setelah Kyiv mengembalikan senjata nuklirnya kepada Rusia pada Desember tiga puluh tahun silam dengan imbalan jaminan keamanan dari Moskow dan Washington. Namun, Trump tampak enggan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ukraina dalam konflik melawan Rusia.

Berbeda dengan sikap keras terhadap sekutu Eropa, Trump justru terlihat lebih lunak terhadap Rusia. Sejak awal masa kepresidenannya, ia kerap memberikan komentar yang mengundang spekulasi mengenai kedekatannya dengan Presiden Vladimir Putin. Kebijakan luar negeri yang lebih akomodatif terhadap Rusia memicu kekhawatiran di kalangan pemimpin Eropa, yang merasa bahwa AS semakin mengurangi peran kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas kawasan.

Artikel Terkait

Turis Israel Bikin Ulah Terus, Warga Thailand Protes Keras

Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Laut Kaspia Jadi Alternatif Iran Pasca AS Blokade Selat Hormuz

Beberapa analis menilai pendekatan ini sebagai bagian dari strategi “America First” yang dicanangkan Trump, di mana kebijakan luar negeri AS lebih berorientasi pada kepentingan domestik dibanding mempertahankan hubungan tradisional dengan sekutu. Namun, kebijakan ini juga berisiko melemahkan kredibilitas AS sebagai pemimpin dunia.

Perubahan sikap Trump terhadap sekutu lama dan Rusia berpotensi membawa konsekuensi besar bagi tatanan geopolitik global. Negara-negara Eropa mungkin mulai mencari alternatif lain untuk menjamin keamanan mereka, termasuk meningkatkan kerja sama militer tanpa keterlibatan AS. Ukraina, yang masih berjuang menghadapi ancaman Rusia, juga dapat merasa semakin terisolasi jika dukungan dari AS terus berkurang.

Sementara itu, hubungan AS-Rusia yang lebih dekat bisa berdampak pada berbagai isu global, termasuk pengaruh Rusia di Eropa Timur, kebijakan energi, serta dinamika di Timur Tengah. Jika Trump melanjutkan kebijakan ini, maka struktur aliansi global yang selama ini terbentuk dapat mengalami perubahan drastis.

Keputusan Trump untuk bersikap keras terhadap Eropa dan Ukraina, serta lebih lunak terhadap Rusia, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai arah kebijakan luar negeri AS di masa depan. Apakah pendekatan ini akan membawa stabilitas atau justru meningkatkan ketegangan global? Akankah sekutu lama AS mulai meragukan komitmen Washington dalam menjaga keamanan dunia?

Yang pasti, dunia kini menyaksikan pergeseran besar dalam dinamika internasional. Bagaimana dampaknya bagi stabilitas global masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.(dhil)

Topik: donald trumpRusia

TerkaitBerita

PROTES KERAS: Warga Thailand menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok pada 10 September. (Foto Ilustrasi: AFP/ARNUN CHONMAHATRAKOOL)
Internasional

Turis Israel Bikin Ulah Terus, Warga Thailand Protes Keras

oleh Editor : Memoarto
30 September 2026
AKSI WO:Sidang Majelis Umum PBB (Foto Ilustrasi: dok. Reuters)
Internasional

Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

oleh Editor : Memoarto
29 September 2026
KOMPENSASI PERANG: Iran menegaskan tak akan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi syarat yang diajukan Teheran, termasuk pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang. (Foto: REUTERS/Stringer)
Internasional

Laut Kaspia Jadi Alternatif Iran Pasca AS Blokade Selat Hormuz

oleh Editor : Memoarto
28 September 2026
ASET MILITER: Fasilitas alutsista dan drone penyerang milik militer Iran tersimpan di bawah tanah. (Foto: Dok./chosun.com)
Internasional

Drone Yang Menewaskan 2 Tentara IDF Punya Catatan Buruk

oleh Editor : Memoarto
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Rudyono Darsono Sampaikan Harapan Pembenahan Hukum kepada Presiden Prabowo

Rudyono Darsono Sampaikan Harapan Pembenahan Hukum kepada Presiden Prabowo

30 September 2026
Informed Consent Jadi Bagian Penting dalam Perkara Pelayanan Medis di RSUP Fatmawati

Informed Consent Jadi Bagian Penting dalam Perkara Pelayanan Medis di RSUP Fatmawati

30 September 2026
StarGather Buka Gerai Pertama di MOI, Tawarkan Karaoke sebagai Ruang Berkumpul

StarGather Buka Gerai Pertama di MOI, Tawarkan Karaoke sebagai Ruang Berkumpul

30 September 2026
6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

6 Bulan Pascaoperasi, Nita Thalia Ungkap Perubahan Wajahnya

30 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4806 shares
    Share 1922 Tweet 1202
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya