• About us
  • Redaksi Indopos
  • Contact us Indopos
  • Pedoman Media siber
  • Copyright
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, 15 Januari 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Dugaan Mafia Tanah Menguat, Proses Hukum Kasus Arif Saifudin Dinilai Berjalan di Tempat

Editor : Akula oleh Editor : Akula
10 Desember 2025
in Nasional, Peristiwa
A A
0
IMG 20251210 WA0054 - Dugaan Mafia Tanah Menguat, Proses Hukum Kasus Arif Saifudin Dinilai Berjalan di Tempat
Bagikan ke Teman

Koranindopos.com, Jakarta – Pengacara kondang Deolipa Yumara kembali muncul di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025), untuk mengawal kasus sengketa tanah yang melibatkan kliennya, Arif Saifudin. Pria paruh baya asal Surabaya itu datang dengan tekad mendapatkan kembali hak atas lahan keluarga seluas 16.160 meter persegi di kawasan Lontar, Surabaya, tanah yang kini telah berdiri bangunan Vihara Dhamma Jaya dan Sekolah Meta. Sengketa yang berlarut sejak 2012 ini kembali mengemuka karena proses hukum dinilai berjalan tersendat.

Deolipa mengungkapkan bahwa Arif merupakan korban penyerobotan tanah yang terjadi bertahun-tahun lalu. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa lahan tersebut berada di wilayah Lontar, Surabaya, dan sesuai laporan, telah dikuasai tanpa hak oleh pihak lain. “Jadi beliau ini adalah korban dari perkara tanah di mana tanahnya diserobot di Surabaya sana. Luasnya 16.160 meter. Di wilayah Kota Surabaya ya, Lontar ya,” ujar Deolipa Yumara.

Laporan polisi sebenarnya telah dibuat sejak 1 Agustus 2019 dengan nomor LP/B/0681/VIII/2019/Bareskrim. Bahkan dua orang terlapor berinisial OT dan WU telah ditetapkan sebagai tersangka pada 29 November 2022. Meski begitu, hingga tiga tahun berselang, perkembangan kasus nyaris tak bergerak.

“Sudah jadi tersangka sejak 3 tahun lalu. Dan beliau ingin agar perkaranya cepat terselenggara dalam perdamaian? Mengingat kepentingan keadilan dan kepastian hukum,” imbuh Deolipa.

RelatedPosts

Dua Jembatan Bailey Rampung, Akses Menuju Aceh Tengah Kembali Terhubung

Pemerintah Targetkan Fasilitas Pemerintahan di IKN Rampung 2028

Pasien Suspek Super Flu Ditemukan di Kota Batam

Kemandekan proses penyidikan menjadi sorotan utama. Deolipa menggambarkan perkara ini tengah “batuk-batuk,” sebuah istilah yang ia gunakan untuk menunjukkan adanya kejanggalan dalam penanganan perkara. “Tapi kemudian setelah 3 tahun ini berjalan, ini mulai terlihatnya batuk-batuk ini. Enggak tahu yang batuk yang mana, tapi yang jelas ini mulai melambat,” sindirnya.

Arif sendiri hadir sebagai ahli waris yang mewakili enam bersaudara serta seorang ibu yang masih hidup. Ia menyebut perjuangan keluarga mempertahankan tanah tersebut telah berlangsung lebih dari satu dekade, bahkan ia sempat dilaporkan balik pada 2012. Proses panjang itu berujung pada putusan bebas murni hingga tingkat kasasi. “Saya mewakili dari 6 bersaudara, satu ibu kandung yang masih ada. Tanah itu berperkara mulai tahun 2012,” tutur Arif.

Di sisi lain, Wiyas Syarif selaku juru bicara keluarga membuka sederet kejanggalan yang menurutnya menunjukkan indikasi praktik mafia tanah. Salah satunya terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia menegaskan bahwa Arif memiliki bukti pembayaran pajak dari tahun 2000 sampai 2015, sedangkan pihak lawan justru tidak pernah tercatat membayar PBB.

IMG 20251210 WA0055 - Dugaan Mafia Tanah Menguat, Proses Hukum Kasus Arif Saifudin Dinilai Berjalan di Tempat

“Mas Arif Saifudin bisa membuktikan dia bayar PBB, bayar pajak di atas tanah itu. Yang terjadi sebaliknya, lawannya ditanya. Pak Ongko dan Pak Untoro enggak bayar pajak di atas tanah itu? Bapak dan Ibu sekalian, teman-teman Pers, mereka sama sekali tidak pernah membayar pajak di atas tanah itu,” terang Wiyas.

Kejanggalan lainnya muncul dari terbitnya 12 sertifikat yang diduga cacat administrasi. Sertifikat-sertifikat tersebut diklaim tidak memiliki dasar pembayaran PBB, bahkan ada ketidaksesuaian alamat dalam IMB Sekolah Meta yang berdiri di atas lahan sengketa. “Bagaimana bisa terbit 12 sertifikat di atas tanah itu yang sama sekali tidak punya PBB. Silakan nanti dicek,” tegasnya dalam kesempatan yang sama.

Wiyas menambahkan bahwa keluarga menduga ada keterlibatan aparat kelurahan, notaris, hingga oknum Badan Pertanahan Nasional dalam proses penerbitan dokumen-dokumen tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak pelapor telah mengantongi hasil audit investigatif dan pemeriksaan laboratorium forensik yang memperkuat dugaan adanya permainan terselubung.

“Dari beberapa kondisi itu, sudah sangat jelas bahwa mereka ini dibantu oleh Lurah, oleh dua orang Lurah, dua orang pegawai Kelurahan, lalu dibantu oleh dua orang Notaris, dibantu oleh empat orang pegawai BPN,” bebernya.

Situasi semakin memprihatinkan ketika keluarga mendengar kabar bahwa perkara ini bisa saja terhenti di tengah jalan. Padahal menurut mereka, bukti dugaan pidana sudah terang benderang dan tidak semestinya dikesampingkan.

“Kami hanya berharap, mudah-mudahan di sini ada Kabareskrim baru ya Bang ya, Pak Sahar ya? Pak Sahar mungkin belum mengetahui kasus ini secara jelas. Tapi kalau Pak Wahyu Widada sangat tahu kasus ini,” ucap Wiyas berharap adanya perhatian baru dari pimpinan Polri.

Dalam kesempatan itu, Deolipa Yumara kembali menegaskan bahwa ia akan mengawal perkara ini sampai tuntas. Ia menuntut transparansi dan kepastian hukum bagi kliennya yang merupakan warga sipil biasa, serta meminta agar para tersangka yang sudah ditetapkan dapat segera diproses ke pengadilan. Bagi Arif dan keluarganya, langkah kecil menuju keadilan adalah harapan yang mereka perjuangkan sejak lama.(Ris/Hend)

Topik: Arif Saifudin.Deolipa Yumara
Editor : Akula

Editor : Akula

TerkaitBerita

Jembatan Bailey
Nasional

Dua Jembatan Bailey Rampung, Akses Menuju Aceh Tengah Kembali Terhubung

oleh Editor : Hairul
18 jam lalu
ikn
Nasional

Pemerintah Targetkan Fasilitas Pemerintahan di IKN Rampung 2028

oleh Editor : Hairul
19 jam lalu
PARA MEDIS: Petugas medis RSUP Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengikuti simulasi pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri (APD). (FOTO ILUSTRASI: KEPRIPROV.GO.ID)
Nasional

Pasien Suspek Super Flu Ditemukan di Kota Batam

oleh Editor : Memoarto
19 jam lalu
IMG 20260114 WA0001 2 - Sinergi Pos Properti dan SURGE Dorong Pemerataan Internet, Akses Broadband Ditargetkan Lebih Terjangkau
Nasional

Sinergi Pos Properti dan SURGE Dorong Pemerataan Internet, Akses Broadband Ditargetkan Lebih Terjangkau

oleh Editor : Akula
21 jam lalu
Cuaca Ekstrem
Nasional

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Berpotensi Landa Jawa dan Nusa Tenggara

oleh Editor : Hairul
1 hari lalu
Kilang Minyak
Nasional

Kilang Minyak Balikpapan Diresmikan, Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi dan Hemat Devisa Rp60 Triliun

oleh Editor : Hairul
2 hari lalu

Berita Terpopuler

bule
Traveling

Viral! Bule Perempuan Bugil di Gianyar, Polisi Langsung Selidiki

oleh Editor : Affandy
11 bulan lalu

koranindopos.com - Jakarta. Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan bule dalam keadaan telanjang viral di media sosial. Kejadian ini...

SelanjutnyaDetails
IMG 20251210 WA0054 - Dugaan Mafia Tanah Menguat, Proses Hukum Kasus Arif Saifudin Dinilai Berjalan di Tempat

Dugaan Mafia Tanah Menguat, Proses Hukum Kasus Arif Saifudin Dinilai Berjalan di Tempat

1 bulan lalu
IMG 20231129 192353 - Mantan Ketum PB HMI Sadam Al Jihad Jadi Direktur Muda TPN Ganjar-Mahfud

Mantan Ketum PB HMI Sadam Al Jihad Jadi Direktur Muda TPN Ganjar-Mahfud

2 tahun lalu
Cuaca Ekstrem

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Hujan Ringan hingga Malam Hari

3 hari lalu
Garda Oto

Liburan Tenang, Mobil Tetap Aman: Pastikan Polis Garda Oto Sudah Di-Endorse

2 minggu lalu

Rekomendasi

Adira Finance

Adira Finance Hadirkan Produk Hasanah, Solusi Pembiayaan Porsi Haji Plus Tanpa Jaminan

9 Januari 2026
IMG 20260112 WA0006 - “Tempat Berlabuh”, Langkah Awal Diva Ramaniya Bersama Seventh Stars

“Tempat Berlabuh”, Langkah Awal Diva Ramaniya Bersama Seventh Stars

12 Januari 2026
Meriam Bellina

Tanggalkan Citra Antagonis, Meriam Bellina Tampil Penuh Keharuan dalam Teaser Poster Drama Keluarga “Titip Bunda di Surga-Mu”

8 Januari 2026
konten AI

Darurat Manipulasi Konten AI, ICSF Desak Pemerintah Perkuat Regulasi

12 Januari 2026
PERTARUNGAN FINAL: Hansi Flick memiliki rekor sempurna di sejumlah match final. (FOTO: Istimewa)

Hansi Flick Pelatih Spesialis Final

10 Januari 2026

Newsletter

Mari berlangganan untuk dapatkan update berita terbaru dari koranindopos.com KLIK

Rubrik

  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Sports
  • Internasional

About Us

Koran indopos adalah koran digital yang menyajikan berita aktual dan terperacya.

  • About us
  • Redaksi Indopos
  • Contact us Indopos
  • Pedoman Media siber
  • Copyright
  • Privacy Policy
  • Sitemap

© 2025 KORANINDOPOS manage by MATEK .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
    • Badminton
    • Sepak Bola
  • Lifestyle
    • Health
    • Fashion
    • Kuliner
    • Traveling
  • Edukatif & Inspiratif
  • More
    • Entertainment
      • Film dan Musik
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak

© 2025 KORANINDOPOS manage by MATEK .