Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Edukatif & Inspiratif

Emisi Gas Rumah Kaca Global 2024 Capai Rekor Tinggi Menurut Laporan Internasional 

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 Maret 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Emisi Gas Rumah Kaca Global 2024 Capai Rekor Tinggi Menurut Laporan Internasional 
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Lembaga riset energi dan lingkungan dunia kembali menyoroti meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) secara global. Dalam laporan terbaru berjudul GHG Emissions of All World Countries 2025, dua lembaga internasional yaitu Joint Research Centre milik European Commission dan International Energy Agency (IEA) memaparkan kondisi emisi gas rumah kaca dunia sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan laporan tersebut, total emisi gas rumah kaca global pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 53,2 gigaton CO₂ ekuivalen (Gt CO₂eq). Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan masih besarnya ketergantungan dunia terhadap energi fosil serta meningkatnya aktivitas industri, transportasi, dan konsumsi energi di berbagai negara.

Para peneliti menilai bahwa meskipun berbagai negara telah berkomitmen mengurangi emisi melalui kebijakan iklim dan transisi energi, laju penurunan emisi global masih belum cukup cepat untuk mencapai target pembatasan pemanasan global.

Artikel Terkait

Pemerintah Targetkan Tuntaskan 645 Ribu Anak Tidak Sekolah pada 2045, Kemendikdasmen Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

Laporan tersebut juga merinci jenis gas yang paling banyak menyumbang emisi global. Komposisinya didominasi oleh beberapa gas utama berikut:

  • CO₂ dari bahan bakar fosil: 74,5%

  • Metana (CH₄): 17,9%

  • Nitrous oksida (N₂O): 4,8%

  • Gas terfluorinasi (F-gases): 2,8%

Karbon dioksida dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas masih menjadi penyumbang terbesar emisi. Sementara itu, metana banyak berasal dari sektor pertanian, peternakan, limbah, serta produksi energi.

Laporan ini juga mengidentifikasi sejumlah negara yang menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Negara-negara dengan aktivitas industri besar dan konsumsi energi tinggi mendominasi daftar tersebut.

Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar 10 negara penyumbang emisi terbesar di dunia, terutama karena faktor penggunaan lahan, deforestasi, serta emisi dari sektor energi dan industri.

Temuan dalam laporan ini menegaskan bahwa dunia masih menghadapi tantangan besar dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Upaya global seperti peningkatan energi terbarukan, efisiensi energi, perlindungan hutan, serta perubahan pola konsumsi menjadi langkah penting untuk menahan laju perubahan iklim.

Jika tren kenaikan emisi terus berlanjut, para ilmuwan memperingatkan bahwa target Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C akan semakin sulit dicapai.(dhil)

Topik: gas rumah kaca

TerkaitBerita

Pemerintah Targetkan Tuntaskan 645 Ribu Anak Tidak Sekolah pada 2045, Kemendikdasmen Siapkan Sejumlah Langkah Strategis
Edukatif & Inspiratif

Pemerintah Targetkan Tuntaskan 645 Ribu Anak Tidak Sekolah pada 2045, Kemendikdasmen Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia
Edukatif & Inspiratif

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

oleh Editor : Affandy
2 Juni 2026
Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk
Edukatif & Inspiratif

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

oleh Editor : Affandy
27 Mei 2026
Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com
Edukatif & Inspiratif

Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com

oleh Editor : Doe
26 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Deklarasi Wargi Threads Bogor, Ruang Baru yang Menyatukan Cerita dan Kolaborasi

Deklarasi Wargi Threads Bogor, Ruang Baru yang Menyatukan Cerita dan Kolaborasi

3 Juni 2026
​Kecewa dengan Komisi III DPR RI, Pihak Erin Mantan Istri Andre Taulany Minta Keadilan yang Berimbang

​Kecewa dengan Komisi III DPR RI, Pihak Erin Mantan Istri Andre Taulany Minta Keadilan yang Berimbang

3 Juni 2026
Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

3 Juni 2026
BI Pastikan Terus Jaga Stabilitas Rupiah Saat Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000

BI Pastikan Terus Jaga Stabilitas Rupiah Saat Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000

3 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3378 shares
    Share 1351 Tweet 845
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya