Koranindopos.com – JAKARTA — ESMOD Jakarta kembali ambil bagian dalam rangkaian Senayan City Fashion Nation yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-20. Melalui pagelaran bertajuk ESMOD Jakarta–First Edit, ESMOD Jakarta menampilkan 26 looks karya mahasiswa dari berbagai program pendidikan fashion.
Sebanyak 23 looks Women Ready-to-Wear merupakan karya mahasiswa program intensif 1 Year Fashion Design and Pattern Making. Sementara tiga looks lainnya berasal dari mahasiswa 3 Year Fashion Design Program dengan spesialisasi New Couture.
Karya-karya tersebut memperlihatkan beragam ide, karakter, dan pendekatan desain yang berkembang selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di ESMOD Jakarta.
Melalui First Edit, ESMOD Jakarta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membawa karya tugas akhir mereka ke ruang publik sekaligus memperkenalkannya dalam konteks industri fashion.

Setiap koleksi dikembangkan melalui proses kreatif yang berbeda. Mahasiswa mengeksplorasi konsep, siluet, material, hingga penyempurnaan desain sebelum akhirnya diwujudkan menjadi sebuah koleksi yang memiliki karakter masing-masing.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan kesempatan tampil di Senayan City memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami proses mempersiapkan karya dalam lingkungan profesional.
“First Edit di Senayan City menjadi kesempatan bagi mahasiswa ESMOD Jakarta untuk membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan industri. Setiap mahasiswa memiliki proses dan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan koleksinya. Melalui pengalaman seperti ini, mereka dapat belajar bagaimana sebuah karya dipersiapkan dan dipresentasikan dalam konteks profesional,” ujar Guillaume.
Dalam rangkaian acara ESMOD Jakarta–First Edit, sejumlah mahasiswa juga mendapatkan penghargaan atas karya yang mereka hasilkan.
Nicholas Cielo Yusap meraih penghargaan Best Fashion Design.
Sementara itu, Octavyani meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Best Pattern Making dan Coup De Cœur Du Jury (Special Jury Award).
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan aspek desain maupun teknik dalam koleksi mereka.
Bagi ESMOD Jakarta, keterhubungan antara mahasiswa dan industri merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Selain pembelajaran di kampus, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai proyek, kolaborasi, serta kegiatan bersama mitra dari industri, khususnya sektor fashion dan lifestyle.
Pengalaman tersebut memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus memahami bagaimana proses kreatif berlangsung dalam lingkungan profesional.
Sebelum koleksi mereka ditampilkan di Senayan City, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan mempresentasikan karya di hadapan juri eksternal yang berasal dari industri fashion melalui ESMOD Jakarta Jury Day pada 12 Agustus 2026.
Sesi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dengan menghadirkan perspektif industri melalui masukan terhadap koleksi, konsep, hingga pengembangan aspek bisnis.
Fashion Creative Director sekaligus Founder Albert Yanuar Bride & Boutique dan alumni ESMOD Jakarta, Albert Yanuar, melihat potensi dalam karya-karya mahasiswa yang ditampilkan.
“Saya melihat banyak potensi dalam karya mereka. Koleksi yang dihasilkan sangat baik, termasuk pengembangan ide bisnis baru yang menurut saya sangat impresif. Mereka mampu membangun storytelling yang kuat dan menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan koleksi dengan beragam pendekatan,” ujar Albert.
Sementara itu, Angelita Nurhadi, Founder and Designer Studio Jeje, menyoroti kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan koleksi tidak hanya dari sisi kreatif, tetapi juga aspek bisnis dan branding.
“Banyak koleksi dengan konsep yang menarik. Saya juga menyukai bagaimana mereka mempresentasikan karya secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga bisnis dan branding. Beberapa di antaranya sudah terlihat siap untuk membawa karyanya ke pasar, jadi kita tunggu kehadiran mereka di industri,” kata Angelita.
Melalui ESMOD Jakarta–First Edit, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya kepada publik, tetapi juga pengalaman menghadirkan koleksi dalam konteks profesional.
Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kampus dengan perkembangan industri fashion dan lifestyle.
Dengan menampilkan 26 looks dalam Fashion Nation ke-20, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan kreatif, menerima perspektif profesional, serta memahami proses membawa sebuah koleksi dari ruang akademik menuju panggung industri.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan perspektif mereka sebelum melanjutkan perjalanan karier di industri fashion.(dhil)









