Koranindopos.com – Jakarta – Malam itu, Selasa (9/9/2025), suasana di Gedung Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terasa penuh haru sekaligus optimisme. Prosesi sederhana namun sarat makna digelar, Menteri Abdul Kadir Karding secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Mukhtarudin, Menteri P2MI yang baru.
Bagi Karding, momen ini bukan sekadar seremonial. Hampir setahun ia mengemban amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin P2MI, mengawal isu-isu krusial tentang jutaan pekerja migran Indonesia di berbagai belahan dunia.
“Dengan penuh hormat saya ingin berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto atas amanah yang dipercayakan kepada saya untuk memimpin kementerian ini selama hampir setahun,” ucapnya, dengan nada suara yang menunjukkan kelegaan sekaligus kebanggaan.
Di hadapan jajaran pejabat kementerian, Karding juga menitipkan pesan, kerja nyata untuk pekerja migran harus terus berlanjut, karena mereka adalah pahlawan devisa sekaligus wajah Indonesia di luar negeri.
Di sisi lain, Mukhtarudin yang kini dipercaya sebagai Menteri P2MI menyambut tanggung jawab barunya dengan rendah hati. Ia menegaskan, tidak ada target seratus hari kerja atau jargon baru yang akan dicanangkan. Baginya, kesinambungan lebih penting daripada gebrakan instan.
“Saya kira tidak bicara target 100 hari atau 200 hari. Saya akan bekerja saja. Apa yang sudah diletakkan oleh Pak Menteri sebelumnya sudah disetel, sudah jalan, tentu tidak mungkin saya bongkar. Semuanya sudah berjalan,” tegasnya.
Mukhtarudin juga memahami betul arah besar yang diinginkan Presiden Prabowo. Perlindungan pekerja migran menjadi prioritas utama, sejak dari tahap keberangkatan hingga kepulangan kembali ke tanah air. Tidak kalah penting, peningkatan kompetensi jutaan pekerja migran yang tercatat resmi—sekitar 5,2 juta orang—juga menjadi tantangan besar ke depan.
“Secara spesifik memang tidak ada perintah khusus, tetapi kita mengerti arah pemerintahan ini. Pertama perlindungan, kedua peningkatan kualitas pekerja migran,” jelasnya.
Pergantian estafet ini menandai babak baru P2MI. Dari tangan Karding ke Mukhtarudin, harapan besar tetap sama bagaimana negara hadir lebih kuat, lebih nyata, dan lebih manusiawi bagi pekerja migran Indonesia serta keluarganya.
Bagi para pekerja migran di luar negeri, nama Menteri mungkin berganti, tetapi semangat untuk terus mendapat perlindungan dan peningkatan kesejahteraan tetap harus berlanjut. (doe)









