Koranindopos.com, Jakarta – Film komedi-horor terbaru berjudul “Maju Serem Mundur Horor” garapan Makara Production mencatat awal yang manis sejak hari pertama penayangannya di bioskop. Tanpa gempuran promosi besar, film ini justru berhasil menarik perhatian penonton melalui pendekatan yang organik dan autentik.
Dalam persaingan industri film yang semakin padat, “Maju Serem Mundur Horor” muncul sebagai bukti bahwa kreativitas, kolaborasi, dan kedekatan dengan penonton bisa menjadi strategi promosi yang efektif. Antusiasme tinggi penonton di hari pertama menjadi bukti bahwa kehadiran film ini benar-benar ditunggu masyarakat.
Produser Maju Serem Mundur Horor, Shanker R.S, mengaku sangat bersyukur atas sambutan hangat yang diterima filmnya. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh tim dan dukungan kuat para pemain serta mitra yang terlibat.
“Kami sangat bersyukur dan puas dengan hasil yang diraih film ini. Pencapaian ini terasa spesial karena semuanya dibangun dari semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh tim. Mulai dari para pemain, kru, hingga rekan-rekan yang mendukung di belakang layar. Kami tidak mengandalkan kampanye besar, namun mengutamakan kedekatan dengan penonton lewat sosial media dan komunikasi yang autentik,” ujar Shanker R.S.
Yang menarik, Shanker menegaskan bahwa sebagian besar penonton yang datang di hari pertama adalah mereka yang sudah mengikuti perjalanan film ini sejak tahap awal. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan penonton terhadap karya yang digarap dengan tulus.

“Penonton yang datang di hari pertama adalah mereka yang sudah mengikuti perjalanan film ini sejak awal. Mereka datang bukan karena gempuran promosi besar, melainkan karena ingin menyaksikan hasil kerja keras kami. Ini bentuk apresiasi yang luar biasa bagi seluruh tim,” tambahnya.
Kesuksesan film ini juga tak lepas dari dukungan fanbase para pemain yang ikut mempromosikan film lewat media sosial dan komunitas masing-masing. Semangat kolaborasi ini turut memperkuat jangkauan film di berbagai lapisan masyarakat.
Empat karakter utama dalam film ini bahkan merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia. Dodit Mulyanto memerankan Bowo, tokoh dengan karakter khas Jawa yang didukung komunitas komika penggemarnya. Maell Lee hadir sebagai Poltak, sosok Batak yang kocak dan dikenal lewat konten YouTube-nya yang dekat dengan penonton daerah.
Sementara itu, Daffa Ariq tampil sebagai Dede, karakter ceria yang menggambarkan kehangatan khas Sunda. Popularitasnya di media sosial, terutama di TikTok, turut membawa dukungan besar dari kalangan muda. Sedangkan John Yewen berperan sebagai Asikin dari Papua, menghadirkan warna baru melalui karakter yang unik dan penuh kehangatan.
Selain keempat tokoh utama itu, film ini juga dibintangi oleh deretan nama populer seperti Sara Wijayanto, Carissa Perusset, Sara Fajira, dan Gary Iskak. Perpaduan para pemain lintas generasi ini menciptakan nuansa yang segar sekaligus relevan bagi berbagai kalangan penonton.
Dengan jalan cerita ringan dan humor khas Indonesia, “Maju Serem Mundur Horor” tidak hanya menyuguhkan tawa, tetapi juga menghadirkan refleksi sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Shanker berharap kesuksesan awal film ini dapat menjadi inspirasi bagi para sineas muda untuk terus berkarya dengan semangat kolaboratif.
“Film ini membuktikan bahwa kejujuran dalam bercerita dan kekompakan tim bisa menjadi kekuatan utama dalam menciptakan karya yang berkesan,” tutup Shanker R.S.
Film “Maju Serem Mundur Horor” kini tayang di seluruh bioskop Indonesia dan siap menghibur penonton dengan perpaduan horor dan komedi yang segar serta penuh kehangatan lokal. (Brg/Kul)










