Koranindopos.com – JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap keluarga Indonesia memperoleh akses listrik yang layak. Menurutnya, listrik bukan sekadar sumber penerangan, tetapi menjadi fondasi bagi peningkatan pendidikan, produktivitas, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat meninjau pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Gesang, Kabupaten Pacitan, sekaligus memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Listrik untuk Semua: Program BPBL Menuju Terang dan Sejahtera”, Senin (6/7/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menekankan bahwa pembangunan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perangkat desa hingga masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Hari ini kita masih menghadapi banyak tantangan. Karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan memastikan tidak ada persoalan masyarakat yang luput dari perhatian kita,” ujar Ibas.
Ibas menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Menurutnya, setiap keluarga berhak menikmati penerangan yang layak sebagai modal untuk meningkatkan taraf hidup.
“Hari ini saya datang ke Pacitan untuk mengawal bantuan ini. Saya ingin memastikan tidak boleh ada lagi rumah-rumah di Pacitan yang masih gelap. Sama seperti kita tidak ingin Indonesia gelap, kita juga tidak ingin hati kita gelap,” katanya.
Lulusan Nanyang Technological University, Singapura itu mengapresiasi Desa Gesang yang menjadi salah satu wilayah penerima prioritas Program BPBL. Sebanyak 20 rumah kini telah memperoleh sambungan listrik baru sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
“Alhamdulillah, di sini mendapatkan prioritas pemasangan listrik untuk 20 rumah. Mungkin bagi sebagian orang listrik adalah hal yang biasa, tetapi bagi saudara-saudara kita yang selama ini belum memilikinya, listrik membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Ibas, kehadiran listrik membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak untuk belajar pada malam hari dan keluarga untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di rumah.
“Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari. Keluarga juga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Listrik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan sambungan listrik berkapasitas 450 hingga 900 VA diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas produktif rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Selain mendorong pemerataan akses listrik, Ibas juga mengingatkan pentingnya menjaga keandalan pasokan energi nasional. Menurutnya, seluruh pihak harus memastikan distribusi listrik berjalan lancar agar tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
“Kita tidak boleh membiarkan Indonesia mengalami kegelapan akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi. Pasokan energi harus dijaga, kebijakan harus berpihak kepada masyarakat dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi terus berjalan dengan baik,” tegas Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.
Ibas turut memberikan apresiasi kepada PT PLN yang terus menjalankan Program BPBL sebagai upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat. Ia menyebut sekitar 600 rumah di wilayah tersebut memperoleh bantuan pemasangan listrik baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Hari ini secara keseluruhan ada sekitar 600 rumah yang mendapat bantuan pemasangan listrik. Indonesia harus terang, rakyat harus terang, sehingga Indonesia semakin sejahtera dan masyarakat semakin bahagia,” tuturnya.
Salah satu penerima manfaat Program BPBL, Malik Maulana, mengaku sangat bersyukur karena kini keluarganya memiliki sambungan listrik sendiri. Sebelumnya, ia harus meminjam aliran listrik dari rumah tetangga untuk kebutuhan penerangan.
“Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri. Dulu kalau malam harus meminta bantuan aliran listrik dari tetangga. Sekarang keluarga kami bisa tinggal lebih nyaman, anak-anak juga bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih baik. Terima kasih kepada pemerintah, PLN, dan Mas Ibas atas bantuan ini,” ujarnya.
Program BPBL di Desa Gesang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Selain meningkatkan kualitas hidup, program tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas keluarga dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi, Manager UP3 PLN Pacitan Herdina Tri Handayani, Camat Tulakan Harian Witri, Kepala Desa Gesang Saswito, penerima manfaat BPBL Malik Maulana, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pacitan dan tokoh masyarakat.(dhil)










