koranindopos.com – Jakarta. Opa Darto. Demikian pria bernama lengkap Sidarto Danusubroto ini dikenal di kalangan pemerintahan dari level elit sampai bawah. Putra Jogjakarta kelahiran 11 Juni 1936 itu adalah satu-satunya ajudan Presiden RI pertama Soekarno yang karirnya moncer hingga saat ini.
Sidarto adalah purnawirawan Polri yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di birokrasi negeri ini. Dia juga pelaku sejarah mulai dari mengawal Sang Proklamator Bung Karno hingga era Joko Widodo.
Karir Sidarto di Kepolisian, parlemen, sampai jajaran elit kabinet sudah dia rasakan. Maka wajar, acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-87 yang dia selenggarakan di Auditorium, Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu sore (11/6/2023), bertabur tamu elit.
Mulai dari pimpinan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Wiranto, para menteri, petinggi partai, pengusaha, budayawan, sampai kalangan artis tampak hadir.
Selain putra pertama Bung Karno, Guntur Soekarno Putra, tokoh yang terlihat duduk semeja dengan Sidarto di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anaz.
Kemudian ada pula yuniornya di Kepolisian yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kemudian tampak hadir Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Dari kalangan politikus sudah barang tentu hadir Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sementara Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dikabarkan berhalangan karena menghadiri agenda partai. Dari Golkar ada Ketua Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar Meutya Hafid. Pendiri PKB yang juga putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal Yenny Wahid. Lalu ada pula budayawan Sujiwo Tedjo.
Sementara dari kalangan dunia entertainment terlihat artis-artis senior di antaranya Anang Wijaya, Widyawati, dan Pong Harjatmo.
Rangkaian acara dimulai dengan pemutaran video kolega-kolega Sidarto yang berhalangan hadir. Salah seorangnya adalah politikus PDIP Ganjar Pranowo yang kini namanya masuk tiga besar bursa calon presiden yang kabarnya dijagokan Jokowi itu. “Pak Ganjar. Ye…!!!” pekik hadirin, riuh menyambut kemunculan wajah Ganjar di layar lebar panggung acara.
Acara diselingi penampilan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (PSM UI) Paragita. Aksi mereka menyanyikan lagu Soekarno: Bersuka Ria berhasil membawa hadirin seakan kembali ke masa perjuangan Bung Karno.
Tak hanya itu, hadirin juga seakan diajak masuk ke mesin waktu. Di mana melihat kehidupan Sang Proklamator. Momen itu terjadi di saat panitia mengundang lima tokoh dekat Sidarto ke atas panggung untuk memberikan testimoni. Mereka adalah Guntur Soekarno Putra, Yenny Wahid, Sujiwo Tejo, Prof. Asmi, dan Meutya Hafid.
Guntur menceritakan, momen kali pertama dia bertemu Sidarto pada tahun 1966. Saat itu, dia baru saja pulang dari Bandung ke Istana Negara. Kala itu, dia melihat sosok perwira polisi berperawakan kekar dan tampan berdiri di dekat pantry. “Kakak siapa ya,” kata Guntur, mengenang pertannyaannya saat itu kepada Sidarto.
Lalu sidarto menjawab. “Saya Sidarto perwira yang ditugasi menjadi ajudan bapak.” Sejak itu, Guntur mengenal sosok Sidarto sebagai pengawal terbaik Bung Karno.
Kenangan tak terlupa saat Sidarto bertugas, yakni ketika memeriksa rantang yang dibawa istri Bung Karno, Fatmawati, berisi sayur lodeh menggunakan bayonet. “Kenapa sih Pak Darto pake diaduk-aduk begitu,” tanya Guntur, penasaran.
“Sudahlah mas. Ini kan orde baru,” ucap Guntur, menirukan jawaban Sidarto kala itu tegas.
Di mata Guntur, Sidarto merupakan sosok pengawal yang gigih. Termasuk kegigihan Sidarto di usia senja yang masih berkiprah memberikan contoh positif bagi generasi muda. (wyu/mmr)








