Koranindopos.com – Jakarta. GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) dalam menyambut Indonesia emas menyelenggarakan event “Indoesia Human Capital & Beyond Sumit” (IHCBS) yang berlangsung 13 – 15 November di Jiexpo kemayoran Jakarta.
Di hadapan Media (14/11) Yunus Triyonggo selaku Chairman of Steering Committe GNIK menjelaskan, GNIK merupakan platform terbuka yang menghimpun berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, asosiasi profesi, universitas, dan lain – lain, untuk bekerja sama meningkatkan kapabilitas SDM dan daya saing nasional.
“GNIK sendiri diawali oleh inisiasi para icap director yang ada di Indonesia dari privat sektor yang sekarang kita hampir sudah 7000 member di seluruh Indonesia Karena kita memiliki area director dari aceh sampai merauke, jadi ada 41 area director yang tersebar dari barat sampai timur,” ungkap Yunus.

GNIK mempunyai 3 domain utama :
Domain pertama adalah bagaimana kita membantu untuk mengallowed kompetensi ASN di seluruh Indonesia, kita bekerja sama dengan Lan RI, kemudian membuat ASN Talent Academy.
Domain kedua adalah Pelatihan dan Pendidikan Vokasi, bagaimana kita meningkatkan kompetensi lulusan lulusan SMK seluruh Indonesia dan juga politehnik dan sebagainya, bisa siap masuk kerja dan masuk dunia usaha.
Domain ketiga adalah Profesional ini bisa hrd, marketing, para sales dan macam – macam profesinya.
Tambah Suwardi Luis Chief Executive officer of PT GML, menjelaskan mengenai GML yang merupakan organisasi management consultant yang banyak membantu perusahaan – perusahaan bertranformasi, mulai dari corporate sampai institusi pemerintahan.
“Dalam perjalanan GML, kita juga menyalurkan yang namanya Qubisa.com, salah satu penyelenggara event ini adalah Qubisa.com. Perbedaan dengan GML, GML nyasar ke Corporate para pimpinan perusahaan yang berusia 40 sampai 50 tahun, sedangkan Qubisa.com serang anak muda yang berusia 20 sampai 30 tahun baru lulusan sekolah,”tambahnya.
Suwardi mengatakan kenapa event ini terbentuk, Indonesia memerlukan suatu event yang bisa mengerakan 3 pilar utama,
Private dan BUMN Pemeritah dan Akademisi. “Tidak hanya membicarakan membangun perusahaaan menjadi lebih baik tetapi membangun Indonesia menjadi lebih baik”, ungkapnya.
GNIK dan GML gayung bersambut sehingga terselenggaralah event “Indoesia Human Capital & Beyond Sumit(IHCBS),
“Ada kata Beyond yang artinya lebih, jadi acaranya kita buat fun, kita menghadirkan pembicara pembicara hebat tetapi ada acara musik”, ujar Suwardi.
Harapannya event IHCBS, akan diselenggarkan setiap tahun sekali, dan mengawal blueprint yang sudah kita buat, kita rencana membangun sampai 2045 tapi hanya 5 tahun yang pertama, setiap tahun kita akan evaluasi.
Makin berkelas dengan wajah-wajah segar seperti Rudy Salim, dan artis Ghea Indrawari, Anggi Marito dan masih banyak. “Sebuah kehormatan bagi IHCBS bisa meramu dukungan dari puluhan asosiasi human capital di Indonesia, perguruan tinggi seperti Atmajaya, Undip, IPB, UMN, Binus, PPM, Prasetya Mulya, Perbanas. Belum lagi dari Binalavotas, BNSP, LAN, Kedaireka dan puluhan perusahaan swasta. Modal penting untuk mewujudkan tradisi Lebarannya Orang HR. Meski secara obyektif kami akui masih ada kekurangan dari sisi teknis. Semoga tidak mendegradasi IHCBS yang bisa disebut Next Level,” Tutup Hendra Noor Saleh, Project Director IHCBS. (ris)










