koranindopos.com – Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (10/11).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas dua proyek besar yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), yaitu revitalisasi kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit tipe A bertaraf internasional di lahan Sumber Waras.
“Hari ini saya beserta jajaran Balai Kota meminta waktu dan menghadap Bapak Menko Perekonomian untuk urusan hal yang berkaitan dengan dua hal itu,” ujar Pramono.
Dalam paparannya, Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi dan pengelolaan Kota Tua akan dilaksanakan oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan Danantara serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kolaborasi ini diperlukan karena sebagian besar aset di kawasan tersebut merupakan milik pemerintah pusat dan BUMN yang kini dikoordinasikan melalui Danantara.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Kota Tua—seperti pedestrian, jalan, dan sungai di sekitarnya—akan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026.
Adapun revitalisasi kawasan secara menyeluruh akan dimulai tahun 2027, seiring dengan fokus pembangunan jalur MRT bawah tanah yang menggantikan pembangunan di permukaan.
“Untuk Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tua nanti yang menyiapkan adalah MRT. Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin Kota Tua akan sangat berbeda dengan sekarang ini,” kata Pramono optimistis.
Selain revitalisasi Kota Tua, Pemprov DKI juga mendorong agar proyek pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Sumber Waras dapat dimasukkan ke dalam daftar PSN.
Menurut Pramono, proyek ini telah mendapatkan izin dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memulai tahap pembangunan.
Di atas lahan seluas 3,6 hektare, rumah sakit tipe A tersebut dirancang menjadi rumah sakit rujukan utama di Jakarta, dengan fokus pada penanganan penyakit khusus seperti jantung dan kanker.
“Kalau dikembangkan khusus untuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit-penyakit tertentu, saya yakin rumah sakit ini bisa menjadi rujukan bagi Indonesia,” ujar Pramono.
Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi atas respons positif Menko Airlangga terhadap usulan Pemprov DKI tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh karena proyek-proyek ini membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pak Menko tentunya akan mempelajari lebih lanjut, tetapi karena ini semangatnya untuk kepentingan bersama, saya yakin pemerintah pusat akan memberikan dukungan untuk itu,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov DKI akan segera melengkapi seluruh dokumen administrasi yang diperlukan guna mempercepat proses penetapan dan pembangunan kedua proyek tersebut.
Dengan ditetapkannya kedua proyek itu sebagai PSN, Pemprov DKI berharap pelaksanaannya bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi warga Jakarta dan sekitarnya. (dni)










