koranindopos.com – JAKARTA – Gubernur DKI Anies Baswedan mengganti dua direktur utama BUMD DKI. Yakni, Dirut Perumda PAM Jaya Syamsul Bachri Yusuf dan Dirut Pasar Jaya Arief Nasrudin. Penggantian itu dilakukan Jumat (15/7) lalu lewat keputusan pemilik modal (KPM), dalam hal ini Pemprov DKI.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta Budi Purnama. Dia menjelaskan, Syamsul yang baru menjabat sejak Desember 2021 digantikan Arief.
Menurut Budi, pergantian tersebut terkait dengan pengelolaan 100 persen air bersih di Jakarta oleh PAM Jaya mulai Februari 2023. ’’Itu kan (pengelolaan air) butuh transisi. Yang dilakukan Pak SBY (Syamsul Bachri Yusuf) sudah baik dan cepat. Mungkin pimpinan ingin lebih cepat,’’ terangnya.
Arief dinilai mampu memperlancar proses transisi itu karena sudah cukup lama berada di BUMD dan bisa berkoordinasi dengan banyak pihak. ’’Kami juga ingin agar proses transisi smooth dan pelayanan juga tidak terganggu. Itu saja harapannya,’’ jelasnya.
Sejumlah pekerjaan rumah sudah menanti Arief. Di antaranya, perlakuan aset ketika kerja sama dengan mitra untuk pengelolaan air bersih berakhir awal 2023. Kemudian, penanganan tenaga kerja hingga pelanggan PAM.
Sementara itu, Dirut Pasar Jaya yang baru memiliki latar belakang serupa dengan Arief, yakni bidang ritel. ’’Penggantinya, Tri Prasetyo dari Alfamart. Dipilih juga hasil KPM. Kan sama-sama perumda,’’ terangnya.
Budi menjelaskan, Tri memiliki pengalaman yang cukup banyak. Tri merupakan salah satu general manager Alfamart yang membawahkan ribuan gerai, termasuk di kawasan Indonesia timur. Dari sekian pekerjaan rumah di Pasar Jaya, hal utama yang harus dilakukan Tri adalah melanjutkan revitalisasi pasar tradisional.
’’Kami juga berharap, dengan orang ritel masuk, bisnis Pasar Jaya bukan hanya penonton di properti Pasar Jaya sendiri, tetapi juga harusnya bantu mengendalikan harga. Dia juga harusnya ikut main, bukan hanya di properti Pasar Jaya,’’ jelasnya. (wyu/mmr)










