Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Megapolitan

Kebakaran Kemayoran Sisakan Puing-Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
in Megapolitan
A A
0
Kebakaran Kemayoran Sisakan Puing-Puing, 304 Bangunan Musnah dan 620 Warga Mengungsi

Foto: dok.kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga. Setelah tujuh jam proses pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ratusan bangunan telah berubah menjadi puing-puing dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Pantauan di lokasi pada Selasa pagi menunjukkan hamparan abu, rangka bangunan yang hangus, lembaran seng yang melengkung akibat panas, serta potongan kayu yang tersisa dari rumah-rumah yang sebelumnya berdiri rapat di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebanyak 304 bangunan yang dihuni 354 kepala keluarga (KK) hangus dilalap api. Akibatnya, sekitar 620 warga terdampak harus mengungsi sementara ke lokasi penampungan darurat.

Para korban kebakaran saat ini menempati area pengungsian yang berada di lapangan serbaguna milik pengusaha Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun. Lokasi pengungsian tersebut berjarak sekitar 200 meter dari kawasan yang terbakar.

Artikel Terkait

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak.

“Lalu ada delapan korban mengalami luka-luka, terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki. Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina,” ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, pemerintah juga telah mendirikan 14 tenda pengungsian guna menampung seluruh warga yang kehilangan rumah akibat kebakaran tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah instansi terkait mulai menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, air mineral, kebutuhan dasar, serta layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Distribusi bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Meski demikian, bagi sebagian warga, bantuan tersebut hanya menjadi solusi sementara. Banyak dari mereka kini menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan tempat tinggal mereka setelah rumah yang dihuni selama puluhan tahun musnah terbakar.

Di tengah puing-puing yang tersisa, sejumlah warga masih berupaya mencari barang yang mungkin dapat diselamatkan. Salah satunya adalah Kotnawi (66), seorang pedagang seragam sekolah di Pasar Jiung yang kehilangan delapan bangunan sekaligus akibat kebakaran tersebut.

Rumah-rumah yang terbakar bukan hanya tempat tinggalnya sendiri, tetapi juga rumah mertua, rumah adik, rumah anak-anaknya, hingga beberapa unit kontrakan yang menjadi sumber penghasilannya.

“Semuanya habis. Ada delapan rumah,” ujar Kotnawi saat melihat sisa-sisa bangunannya.

Kotnawi mengaku telah tinggal di kawasan Kebon Kosong sejak 1977 setelah pindah dari Kelurahan Harapan Mulia untuk mencari nafkah di Pasar Jiung. Selama puluhan tahun, kawasan tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus sumber penghidupannya.

Kini, ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan agar dirinya dan keluarga dapat membangun kembali tempat tinggal mereka.

“Mau bangun lagi. Mau rehab kalau ada bantuan. Saya sih mohon bantuannya saja kalau bisa gitu, untuk memperbaiki,” katanya.

Menurut Kotnawi, kehilangan tempat tinggal bukan hanya soal kehilangan bangunan fisik, tetapi juga hilangnya rasa aman dan kepastian hidup yang selama ini dimiliki keluarganya.

Di balik musibah kebakaran ini, terdapat persoalan lain yang dihadapi warga. Sebagian besar bangunan yang terbakar berdiri di atas lahan milik pemerintah pusat, tepatnya Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Kotnawi mengaku status lahan tersebut sudah diketahui oleh warga sejak lama. Meski demikian, masyarakat tetap membangun rumah dan menetap di kawasan tersebut selama bertahun-tahun.

Hal serupa disampaikan Lilis (46), warga RT 002 Kemayoran Gempol yang telah tinggal di kawasan itu sejak 1999. Rumah yang dibangun bersama suaminya juga habis dilalap api dalam peristiwa tersebut.

“Itu tempat sendiri. Tapi misalkan digusur ya bareng-bareng soalnya kan tanahnya tanah pemerintah. Saya cuma nempelin bangunan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan realitas yang dihadapi banyak warga di kawasan padat penduduk perkotaan, yakni membangun kehidupan selama puluhan tahun di atas lahan yang secara administratif bukan milik pribadi.

Seiring berakhirnya proses pemadaman dan dimulainya masa penanganan pascabencana, ratusan warga kini menanti kepastian mengenai langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk membantu pemulihan kehidupan mereka.

Selain kebutuhan mendesak seperti tempat tinggal sementara dan bantuan logistik, warga juga berharap adanya solusi jangka panjang terkait hunian dan keberlanjutan kehidupan mereka di kawasan tersebut.

Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian material yang ditimbulkan oleh kebakaran serta penyelidikan penyebab pasti insiden yang menghanguskan ratusan bangunan di Kemayoran Gempol tersebut.

Bagi para korban, yang tersisa saat ini hanyalah puing-puing dan harapan untuk bisa kembali membangun kehidupan dari awal setelah musibah yang mengubah segalanya hanya dalam hitungan jam.(dhil)

Topik: Kebakarankemayoran

TerkaitBerita

Umrah Hanania
Megapolitan

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

oleh Editor : Hairul
1 Juni 2026
Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Megapolitan

Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026
Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan
Megapolitan

Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan

oleh Editor : Affandy
31 Mei 2026
Kebakaran Hebat di Tambora Hanguskan 27 Bangunan, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Megapolitan

Kebakaran Hebat di Tambora Hanguskan 27 Bangunan, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

oleh Editor : Affandy
30 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Marak Penipuan Haji, AMPHURI Imbau Masyarakat Jangan Tergiur Biaya Murah dan Janji Berangkat Instan

Marak Penipuan Haji, AMPHURI Imbau Masyarakat Jangan Tergiur Biaya Murah dan Janji Berangkat Instan

3 Juni 2026
PUTUS ASA: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri sebuah sesi sidang di parlemen Israel, Knesset, di Yerusalem, pada 17 Juli 2024. (Foto Ilustrasi: AP/Ohad Zwigenberg)

Frustrasi Dengan Trump,  Netanyahu Klaim Rezim Iran Akan Jatuh

3 Juni 2026
NOMOR SAKRAL: Nomor punggung 19 bagi Lamine Yamal sarat historis. Dia mempertahankan angka tersebut di Timnas Spanyol selama Piala Dunia 2026. (Foto Ilustrasi: REUTERS/Albert Gea)

Lamine Yamal Tak Mau Ganti Nomor Punggung 19 di Piala Dunia 2026

3 Juni 2026
DUGAAN KORUPSI: Gedung Pemerintahan Kabupaten Lamongan yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kauman, Sidoharjo, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. (Foto Ilustrasi: suaranasional.com)

KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Gedung Pemkab Lamongan

3 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3373 shares
    Share 1349 Tweet 843
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya