
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyoroti validitas data desa di seluruh tanah air. Padahal data desa merupakan kunci penting dalam mewujudkan percepatan pembangunan desa. Jika data bermasalah, maka besar kemungkinan program yang dijalankan pemerintah melalui berbagai kementerian juga akan bermasalah.
Abdul Halim Iskandar menyatakan, berbagai program pengentasan kemiskinan oleh Kemendes PDTT selalu tak tuntas di level desa. Penyebabnya karena program tersebut tidak didasarkan pada data valid di lapangan. Karena itu, dia menyerukan kepada seluruh jajarannya agar masalah tersebut cepat teratasi. “Sudah saatnya kita sudahi kurang efektifnya berbagai program percepatan pembangunan desa selam ini dengan penggunaan data desa yang valid,” ujar Abdul Halim seperti dikutip dari website resmi Kemendes PDTT, Rabu (11/1).
Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu mengungkapkan, pihaknya saat ini terus mengerjakan pengumpulan data desa. Pihaknya melibatkan para perangkat desa, pendamping desa, dan para relawan yang berada di masing-masing desa. Setelah rampung, data-data tersebut yang akan menjadi dasar berbagai rencana aksi dalam percepatan pembangunan desa. “Data desa yang saat ini dikumpulkan dari berbagai desa di pelosok Nusantara akan memberikan cerminan fakta di lapangan,” tutur Gus Halim.
Kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar itu tak menampik bahwa hingga kini banyak pihak yang masih memandang remeh terhadap kemampuan stakeholder desa dalam menyelesaikan masalah desa. Situasi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Apalagi dia menilai dari tahun ke tahun performa desa salam mengelola dana desa maupun program kerja kiat meningkat. “Sudah saatnya kepercayaan terhadap desa terus ditingkatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di negeri ini,” tandas pria yang juga biasa disapa Gus Menteri itu.(hai)









