
(@TangerangNews / Rachman Deniansyah)
KOTA TANGSEL, koranindopos.com – Harga bahan pangan di Kota Tangsel mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikannya mencapai 60 persen.
Kepala Bidang Perlindungan Konsen dan Tertib Niaga pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota ‘ Tangerang Selatan Gunara Wubiksana mengungkapkan, kenaikan bahan pangan terjadi sebelum Natal 2021. Meskipun demikian, dipastikan, distribusi bahan pokok relatif masih aman dan terkendali.
“Menurut pedagang permintaan bahan pokok mengalami peningkatan sejak lima hari sebelum Natal. Kenaikan bahan pokok itu rata-rata 30 sampai 60 persen. Itu menurut data lapangan, ungkapnya kemarin (26/12).
Kepala UPT Pasar Ciputat Saiful Bahri mengatakan untuk memantau harga bahan pokok, pihaknya terus melakukan monitoring. Kenaikan bahan pokok tersebut sudah terjadi sekitar sepekan lalu.
“Ada kenaikan di sejumlah bahan pokok. Misalnya, telur dan ayam. Tapi, cenderung yang naiknya itu ayam kampung. Kalau broiler atau ayam negeri cenderung stabil. Cabai juga naik. Minyak kenaikannya sudah sejak awal Desember 2021,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, dirinya telah melakukan sidak di dua pasar, yakni Pasar Serpong dan Pasar Modern BSD. Dari sidak tersebut, ditemukan sejumlah pangan yang harganya mengalami kenaikan.
”Kita melihat bahwa ada kenaikan menjelang tahun baru. Kenaikannya sudah 10 harian. Kenaikan setiap hari dan paling signifikan kenaikan cabai. Cabai mercon itu yang paling tinggi. Cabai rawit enggak separah cabai: mercon. Ada yang besar-besar itu. Cabai keriting lumayan kenaikannya,” ungkapnya setelah melakukan sidak di Pasar Modern BSD, Serpong
Pilar menyampaikan harga daging dan ayam cukup stabil. Namun untuk daging filter, ada kenaikan harga. Meskipun demikian, lanjut Pilar, menurut warga, harga daging dan ayam masih terjangkau. Dari hasil sidak itu, cabai mercon Rp 120 ribu per kg (mengalami kenaikan per harinya Rp 10 ribu), cabai rawit Rp 90 ribu dari biasanya Rp 30 ribu, bawang merah Rp 35 ribu, dan bawang putih Rp 32 ribu kemudian, daging Rp 90 ribu ayam Rp 35 ribu yang sebelumnya Rp 30 ribu, dan minyak Rp42 ribu.
“Harga cabai sampai empat kali lipat. Dari pedagang, mereka menyampaikan bahwa kejadian ini biasa terjadi di akhir tahun. Karena kan sekarang masuk musim hujan dan banyak panen yang gagal. Cabai itu kan pilihan. Kebutuhan juga banyak. Jadi, harga meningkat,” terangnya.
Menyikapi hal itu, langkah yang akan dilakukan Pemkot Tangsel, salah satunya, adalah program operasi pasar. “Kita bagaimana bisa menyetok barang-barang yang ‘ langka dengan harga terjangkau. Supaya barang yang dijual ke Tangsel jangan mahal, agar bisa diatur dan tidak ada kenaikan setiap harinya.” paparnya. (ris)









