Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan iCAR di pasar otomotif Indonesia, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Antusiasme pengunjung juga didorong oleh kehadiran iCAR V27, SUV dengan teknologi Golden Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026.
Model tersebut melengkapi portofolio iCAR di Indonesia yang sebelumnya telah diisi oleh iCAR V23 sebagai kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Dari total lebih dari 1.000 SPK yang diperoleh selama GIIAS 2026, iCAR V23 menjadi model dengan kontribusi terbesar.
iCAR V23 menyumbang sekitar 60 persen dari total pemesanan, sedangkan iCAR V27 memberikan kontribusi sekitar 40 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kedua model mendapatkan respons positif dari konsumen, sekaligus memperlihatkan adanya minat terhadap dua pendekatan elektrifikasi yang berbeda.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan luar biasa yang diberikan masyarakat Indonesia selama GIIAS 2026. Dengan capaian lebih dari 1.000 SPK, hasil ini menunjukkan bahwa awareness dan penerimaan terhadap brand iCAR terus berkembang positif di Indonesia,” ujar Marshall Ma, Country Director iCAR Indonesia.
Menurutnya, semakin dikenalnya iCAR V23 serta tingginya antusiasme terhadap iCAR V27 memberikan momentum bagi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan energi baru Indonesia.
Kehadiran iCAR V27 menjadi salah satu sorotan iCAR selama GIIAS 2026. SUV tersebut membawa teknologi Golden REEV, sementara iCAR V23 menggunakan teknologi BEV.
Dengan kedua teknologi tersebut, iCAR ingin menawarkan pilihan kendaraan elektrifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen Indonesia.
BEV mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga utama, sedangkan teknologi REEV mengombinasikan sistem penggerak listrik dengan mesin yang berfungsi sebagai penambah jarak tempuh.
Perbedaan pendekatan tersebut memberikan pilihan lebih luas bagi konsumen yang ingin beralih menuju kendaraan elektrifikasi.
Selain transaksi kendaraan, tingginya antusiasme pengunjung juga terlihat dari partisipasi dalam sesi test drive.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi calon konsumen untuk merasakan langsung karakter berkendara kendaraan iCAR sebelum mengambil keputusan pembelian.
Booth iCAR juga mengusung filosofi “Classic Never Fades”, yang memadukan karakter desain timeless dengan teknologi kendaraan energi baru.
Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi iCAR untuk memperkenalkan identitas mereknya kepada masyarakat Indonesia.
Marshall mengatakan pencapaian di GIIAS 2026 menjadi bagian penting dari perjalanan iCAR di Indonesia. Ke depan, perusahaan berencana memperluas portofolio kendaraan energi baru sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Kami akan terus memperluas portofolio New Energy Vehicle di Indonesia sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan, baik melalui pengembangan produk, perluasan jaringan, maupun layanan purna jual,” kata Marshall.
Menurutnya, transformasi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan membutuhkan inovasi yang terus berkembang. iCAR pun menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari perkembangan tersebut bersama konsumen Indonesia.
Ke depan, iCAR akan berfokus pada pengembangan jajaran kendaraan energi baru, peningkatan layanan pelanggan, serta perluasan ekosistem yang mendukung adopsi kendaraan elektrifikasi.
Dengan pencapaian lebih dari 1.000 SPK dan jumlah pengunjung yang menembus 50.000 orang selama GIIAS 2026, iCAR menutup pameran dengan modal positif untuk melanjutkan ekspansinya di pasar otomotif Indonesia.(dhil)










