Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Industri AMDK Didorong Untuk Gunakan Kemasan rPET

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
16 Juni 2023
in Megapolitan
A A
0
AMDK
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Klaim beberapa produsen yang seolah menggencarkan iklan ekonomi sirkular belumlah terbukti jika produknya belum menggunakan plastik hasil daur ulang (rPET). Hal itu disebabkan konsep sirkular ekonomi terbaik adalah model Close Loop, yaitu menjadikan hasil plastik daur ulang kembali sebagai bahan untuk kemasan.

Demikian salah satu topik yang diangkat dalam webinar bertema “Akuntabilitas Program Pengelolaan Sampah Plastik Produsen” yang diselenggarakan secara online oleh Aliansi Profesi Jurnalis Indonesia (APJI), Kamis (15/6). Hadir sebagai narasumber di acara ini di antaranya Ujang Solihin “Uso” Sidik, Kasubdit Tata Laksana Produsen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bisuk Abraham Sisungkunon, Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Mochamad Arief Budihardjo, Guru Besar Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, Muharram Atha Rasyadi, Juru Kampanye Urban Greenpeace, dan Reza Andreanto, Ketua Umum PRAISE dan juga Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia.

Uso dari KLHK menyampaikan penarikan kembali daur ulang botol-botol plastik itu merupakan bagian penting dari sirkular ekonomi. Menurutnya, langkah ini ada arahan kebijakan atau semacam directive, namun belum secara tegas dinyatakan sebagai mandatory. “Tapi, directive ke depan bahwa kemasan-kemasan botol-botol plastik AMDK, baik yang kecil maupun ukuran besar atau galon itu harus mengandung recycle content, harus mengandung bahan daur ulang,” ujarnya.

Dia menceritakan bahwa di Uni Eropa, tahun depan recycle content itu sudah 25% harus mandatory. “Jadi, produk-produk yang berbasis kemasan PET tidak bisa dipasarkan di seluruh negara Eropa kalau tidak mengandung 25% bahan daur ulang di dalam kemasan,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

Karena, kata Uso, dalam prinsip pendauran ulang atau recycle, produsen itu wajib untuk melakukan pendauran ulang produk atau kemasan produk yang mereka hasilkan melalui penarikan kembali. “Jadi, post consumer packaging itu harus ditarik lagi, dikumpulkan lagi oleh para produsen untuk kemudian masuk ke jalur daur ulang. Tentunya harus dipastikan di awal bahwa kemasan itu memang kemasan yang layak, mudah didaur ulang,” tukasnya.

Dia menegaskan ketika bicara daur ulang, yang ideal itu adalah model close loop (botol harus kembali ke botol) dan dan bukan open loop atau down cycle (botolnya didaur ulang menjadi produk lain).

Dia menyebutkan sudah ada beberapa produsen terutama produsen yang menghasilkan produk minuman dengan wadah kemasan plastik PET yang sudah menerapkan model close loop atau recycle PET. “Berdasarkan data kami, yang sudah bergerak ke sana itu Danone Aqua atau Danone Indonesia yang produknya bermerek Aqua. Kemudian yang sudah bergerak ke arah sana juga, tapi ini baru tahap awal atau rencana dan mereka sudah bangun pabrik juga yaitu Coca Cola dengan produk PET. Yang lainnya belum, baru dua itu,” tuturnya.

Pernyataan Uso diperkuat oleh Bisuk Abraham dari DMUI. Dia mengatakan esensi dari sirkular ekonomi itu terkadang hanya terbatasi oleh yang namanya pendauran ulang. Padahal, lanjutnya, sebetulnya sirkulasi ekonomi jauh lebih luas. “Kita ingin menghasilkan sebuah close loop. Jadi diupayakan agar produsen itu bisa menarik lagi bekas kemasan plastiknya sehingga itu bisa masuk lagi ke dalam siklus produksi. Hal ini bisa mengurangi jumlah sampah yang akan tertumpuk di TPS itu akan menjadi lebih sedikit daripada yang sebelumnya,” ujarnya.

Sementara, Mochamad Arief Budihardjo, Guru Besar Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, mengatakan suatu tantangan tersendiri bagi industri AMDK untuk menerapkan model close loop. Karena, menurutnya, pada saat berbicara tentang close loop, itu akan kembali lagi menjadi sebuah kemasan seperti yang didesain pada awalnya atau air minum menjadi kemasan air minum lagi. “Tidak semua industri siap menerapkan konsep ini karena membutuhkan sebuah tantangan. Karenanya perlu mulai dipikirkan bagaimana kita bisa meng-encourage konsumen kita atau pengguna produk ini untuk mengembalikan atau untuk terlibat dalam sebuah close loop system,” ucapnya.

Atha Rasyadi, Juru Kampanye Urban Greenpeace, menyambut baik dengan adanya dorongan kepada produsen AMDK untuk menerapkan model circular close loop. Menurutnya, sebuah produk ketika didaur ulang untuk menjadi produk yang sama itu akan jauh lebih baik karena tidak perlu lagi mencari atau mengambil sumber daya yang baru atau virgin. “Tapi memang pada praktiknya di lapangan tentu ini tidak mudah. Tapi, sebenarnya model sirkuler yang ideal itu adalah ketika didaur ulang yaitu menjadi resource yang sama, itu akan bertahan menjadi satu produk yang sama,” katanya.

Reza Andreanto dari PRAISE bahkan mengutarakan bahwa dalam konteks sirkular ekonomi, model close loop ini levelnya lebih tinggi. Tapi, menurutnya, untuk bisa mengarah ke model close loop ini dibutuhkan proses mengingat pengendaliannya di masyarakat itu juga cukup berat. “Kalau di lapangan ini tantangan cukup besar sehingga pelaksanaannya tidak bisa diterapkan secara otomatis tapi harus bertahap,” tukasnya. (why)

Topik: AMDK

TerkaitBerita

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5027 shares
    Share 2011 Tweet 1257
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya