
JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa pemerintah sudah membolehkan kehadiran penonton di kegiatan olahraga. Namun dia memberikan beberapa catatan dengan tetap menyesuaikan level PPKM di daerah setempat. Penegasan tersebut menjadi kabar gembira bagi para pecinta olahraga yang selama ini rindu menyaksikan langsung tim atau atlet kebanggaan mereka di tempat-tempat pertandingan.
Amali menegaskan pemerintah sudah membuka kesempatan kegiatan olahraga ditonton langsung di lapangan. Seperti kompetisi sepakbola tertinggi nasional Liga1 yang sudah mulai bisa disaksikan penonton di stadion meski dengan jumlah terbatas. Kebijakan yang sama juga berlaku bagi kompetisi basket IBL. “Harus menaati aturan. Tidak boleh melanggar. Pada intinya kegiatan olahraga sudah boleh ada kehadiran penonton namun tetap disesuaikan dengan level PPKM di daerah tersebut,” tegas Amali melalui siaran persnya, Selasa (15/3).
Menurut Amali, dengan adanya pengumuman dari pemerintah tersebut, maka hal itu menjadi pegangan pimpinan masing-masing cabang olahraga (cabor). “Saya kira dengan pemberitahuan resmi dari pemerintah ini akan menjadi pegangan dan rujukan buat para pimpinan cabang olahraga yang mengadakan kegiatan olahraga baik itu berupa kompetisi, turnamen dan kejuaraan,” jelas Amali. Meski demikian, level PPKM akan tetap diperhatikan apakah kompetisi atau turnamen yang dijalankan bisa dihadiri suporter atau tidak.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan penjajakan dengan provinsi setempat terkait hal ini, khususnya di kompetisi BRI Liga1 musim 2021-2022. Namun, walaupun sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat, PSSI tetap harus melakukan rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19 Bali dan Pemerintah Provinsi Bali. “Walaupun hanya tinggal 4 kali pertandingan tapi kita akan coba, apabila dari daerah sempat memberikan sinyal boleh maka kita akan memperbolahkan penonton di lapangan. Yang jelas ini hal yang luar biasa karena atmosfir sepakbola dengan penonton berbeda dengan tidak ada penonton,” kata Iriawan.(hai)









