Sabtu, 5 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital

Editor : Akula oleh Editor : Akula
15 Oktober 2025
in Film dan Musik
A A
0
Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Industri musik tak pernah berhenti berevolusi. Setiap generasi melahirkan warna dan gaya baru yang memperkaya khazanah bunyi dunia. Namun, di balik kreativitas yang terus mengalir, perdebatan lama soal kemiripan antar lagu kembali mencuat. Banyak yang menilai kesamaan nada sebagai plagiat, padahal dalam banyak kasus, itu adalah hasil teknik kreatif yang sah bernama interpolasi lagu, cara modern musisi untuk menghormati sekaligus menghidupkan kembali karya lama.

Berbeda dari sampling, yang menggunakan potongan rekaman asli dari lagu lain, interpolasi dilakukan dengan merekam ulang bagian tertentu dari lagu yang sudah ada. Musisi biasanya menafsirkan ulang melodi, ritme, atau lirik dengan gaya baru sesuai identitas musikal mereka. Teknik ini memungkinkan karya lama dipresentasikan ulang dalam kemasan segar, tanpa kehilangan nilai orisinalnya.

Dalam sejarah musik dunia, praktik ini bukan hal baru. Banyak musisi terkenal yang sempat terseret polemik karena kemiripan karya. Adele, misalnya, pernah digugat oleh Toninho Geraes karena lagu Million Years Ago dianggap menyerupai Mulheres. Lisa BLACKPINK juga menuai perbincangan karena lagu Pink Venom-nya disebut menggunakan unsur Pon de Replay milik Rihanna. Dua contoh ini menunjukkan bagaimana interpolasi bisa memicu diskusi menarik di antara penikmat musik.

IMG 20251015 WA0007 - Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital

Artikel Terkait

Tak Cuma Siarkan Pertandingan, RANS dan TVRI Angkat Sisi Bikin Haru Perjuangan Atlet Asian Games 2026

One Sony Bawa PS5 hingga Spider-Man ke Java Jazz Festival 2026

Jeritan Musisi Timur Menagih Hak, Kala Royalti Digital Tertahan dan Menteri HAM Turun Tangan

Fenomena serupa turut menjalar ke Indonesia. Penyanyi muda Bernadya sempat menjadi bahan perbincangan setelah lagunya dikatakan mirip dengan August milik Taylor Swift. Tuduhan tersebut memperlihatkan bahwa publik masih sulit membedakan antara inspirasi musikal dan pelanggaran hak cipta. Padahal, praktik interpolasi dilakukan dengan izin dan penghormatan terhadap pencipta asli.

Kurator musik Dimas Ario menjelaskan bahwa interpolasi justru merupakan bentuk kreasi yang sah. “Interpolasi berbeda dengan sampling. Kalau sampling menggunakan rekaman asli (penggunaan master di label), interpolasi itu membuat ulang karyanya dengan versi baru yang diinginkan setelah mendapat lisensi dari pencipta. Ini bukan sekadar potong-tempel, tapi bentuk kreativitas yang legal,” ujar Dimas menegaskan.

Ia menilai bahwa penggunaan interpolasi membantu memperkenalkan kembali karya klasik kepada pendengar generasi baru. Musik yang sempat tenggelam bisa mendapatkan tempat lagi di hati publik lewat aransemen modern. Lebih dari sekadar inovasi, praktik ini menjadi bentuk penghargaan lintas waktu antara seniman masa lalu dan masa kini.

Pendiri Wara Musika, Dzulfikri Putra Malawi, memandang interpolasi juga terkait dengan sistem bisnis musik global. Ia menekankan bahwa transparansi perizinan menjadi hal penting dalam menjaga integritas proses kreatif.

“Jika yang digunakan sample dari master rekaman, maka mengurus lisensinya ke label karena ada biaya untuk lisensi hak terkait dan hak pencipta. Tapi kalau interpolasi lagu ini berkait dengan penciptanya langsung via publisher atau manajemen pencipta lagu yang bersangkutan,” katanya.

Salah satu musisi Tanah Air yang memanfaatkan teknik ini adalah DJ dan produser elektronik Whisnu Santika. Dalam karya-karyanya seperti Sahara, Mambo Jambo, Tequilla, dan Yummy, ia menggabungkan elemen-elemen klasik dengan sentuhan Indobounce khasnya. Melalui pendekatan itu, Whisnu berhasil menghadirkan musik yang segar namun tetap berakar pada tradisi global.

Karya Whisnu berjudul Yalla Habibi sempat menuai kontroversi karena dinilai serupa dengan Iag Bari Yababa milik Arkadyan, Fanfare Ciocărlia, dan Grossomoddo. Ia kemudian meluruskan bahwa lagunya merupakan hasil eksplorasi berbasis interpolasi yang telah mendapat izin resmi dari Piranha Records.

“Saya memang mengadopsi elemen dari ‘Iag Bari Yababa’, tapi bukan untuk menjiplak. Justru saya ingin merayakan musik world dengan sentuhan Indobounce yang jadi identitas saya,” katanya menegaskan.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa musik adalah ruang terbuka bagi dialog budaya. Kemiripan tidak selalu berarti pelanggaran, melainkan bisa menjadi sarana kolaborasi antar generasi dan antar bangsa. Tantangan sebenarnya adalah menjaga etika kreatif dan menghormati hak cipta dalam setiap prosesnya.

Dalam lanskap musik digital yang serba cepat, batas antara inspirasi dan plagiat memang semakin kabur. Namun, interpolasi justru hadir sebagai jembatan antara inovasi dan penghargaan. Ia memberi kesempatan bagi karya lama untuk lahir kembali dalam wajah baru yang relevan dengan zaman. Di sanalah musik menemukan maknanya: sebagai bahasa universal yang terus berkembang tanpa kehilangan akar. (Brg/Hend)

Topik: Interpolasi laguMusik

TerkaitBerita

Tak Cuma Siarkan Pertandingan, RANS dan TVRI Angkat Sisi Bikin Haru Perjuangan Atlet Asian Games 2026
Film dan Musik

Tak Cuma Siarkan Pertandingan, RANS dan TVRI Angkat Sisi Bikin Haru Perjuangan Atlet Asian Games 2026

oleh Editor : Akula
4 September 2026
One Sony Bawa PS5 hingga Spider-Man ke Java Jazz Festival 2026
Film dan Musik

One Sony Bawa PS5 hingga Spider-Man ke Java Jazz Festival 2026

oleh Editor : Akula
3 September 2026
Jeritan Musisi Timur Menagih Hak, Kala Royalti Digital Tertahan dan Menteri HAM Turun Tangan
Film dan Musik

Jeritan Musisi Timur Menagih Hak, Kala Royalti Digital Tertahan dan Menteri HAM Turun Tangan

oleh Editor : Akula
2 September 2026
Pengabdi Setan 3: Origin Mulai Diproduksi, Asal-usul Misteri Jadi Fokus Cerita
Film dan Musik

Pengabdi Setan 3: Origin Mulai Diproduksi, Asal-usul Misteri Jadi Fokus Cerita

oleh Editor : Akula
2 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

PERKUAT SILATURAHMI: Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Pusat berlangsung sejak 4-6 September 2026 di Jakarta. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Tionghoa Berkontribusi Nyata Dalam Pembangunan Nasional

5 September 2026
Pengalaman Monica Memilih Asuransi Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Kesehatan

Pengalaman Monica Memilih Asuransi Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Kesehatan

4 September 2026
Moyo Technologies Bawa Teknologi Adtech Indonesia Raih Gold dan Silver di MOB-EX Awards 2026

Moyo Technologies Bawa Teknologi Adtech Indonesia Raih Gold dan Silver di MOB-EX Awards 2026

4 September 2026
ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Satukan Rantai Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Gaya Hidup

ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Satukan Rantai Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Gaya Hidup

4 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    821 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4427 shares
    Share 1771 Tweet 1107
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya