Selasa, 10 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Film dan Musik

Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital

Editor : Akula oleh Editor : Akula
15 Oktober 2025
in Film dan Musik
0
Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Industri musik tak pernah berhenti berevolusi. Setiap generasi melahirkan warna dan gaya baru yang memperkaya khazanah bunyi dunia. Namun, di balik kreativitas yang terus mengalir, perdebatan lama soal kemiripan antar lagu kembali mencuat. Banyak yang menilai kesamaan nada sebagai plagiat, padahal dalam banyak kasus, itu adalah hasil teknik kreatif yang sah bernama interpolasi lagu, cara modern musisi untuk menghormati sekaligus menghidupkan kembali karya lama.

Berbeda dari sampling, yang menggunakan potongan rekaman asli dari lagu lain, interpolasi dilakukan dengan merekam ulang bagian tertentu dari lagu yang sudah ada. Musisi biasanya menafsirkan ulang melodi, ritme, atau lirik dengan gaya baru sesuai identitas musikal mereka. Teknik ini memungkinkan karya lama dipresentasikan ulang dalam kemasan segar, tanpa kehilangan nilai orisinalnya.

Dalam sejarah musik dunia, praktik ini bukan hal baru. Banyak musisi terkenal yang sempat terseret polemik karena kemiripan karya. Adele, misalnya, pernah digugat oleh Toninho Geraes karena lagu Million Years Ago dianggap menyerupai Mulheres. Lisa BLACKPINK juga menuai perbincangan karena lagu Pink Venom-nya disebut menggunakan unsur Pon de Replay milik Rihanna. Dua contoh ini menunjukkan bagaimana interpolasi bisa memicu diskusi menarik di antara penikmat musik.

IMG 20251015 WA0007 - Interpolasi Lagu: Antara Inovasi Musikal dan Tuduhan Plagiat di Era Digital

Artikel Terkait

 Oki Rengga Terlibat di Balik Layar Film Tiba-Tiba Setan, Ikut Usulkan Sutradara hingga Pemain

Layanan Karaoke Rumahan Berbasis Cloud Mulai Dikembangkan, Industri Musik Tekankan Pentingnya Lisensi Resmi

Kembali ke Semesta Danur, Prilly Latuconsina Cerita Proses Menghidupkan Lagi Sosok Risa

Fenomena serupa turut menjalar ke Indonesia. Penyanyi muda Bernadya sempat menjadi bahan perbincangan setelah lagunya dikatakan mirip dengan August milik Taylor Swift. Tuduhan tersebut memperlihatkan bahwa publik masih sulit membedakan antara inspirasi musikal dan pelanggaran hak cipta. Padahal, praktik interpolasi dilakukan dengan izin dan penghormatan terhadap pencipta asli.

Kurator musik Dimas Ario menjelaskan bahwa interpolasi justru merupakan bentuk kreasi yang sah. “Interpolasi berbeda dengan sampling. Kalau sampling menggunakan rekaman asli (penggunaan master di label), interpolasi itu membuat ulang karyanya dengan versi baru yang diinginkan setelah mendapat lisensi dari pencipta. Ini bukan sekadar potong-tempel, tapi bentuk kreativitas yang legal,” ujar Dimas menegaskan.

Ia menilai bahwa penggunaan interpolasi membantu memperkenalkan kembali karya klasik kepada pendengar generasi baru. Musik yang sempat tenggelam bisa mendapatkan tempat lagi di hati publik lewat aransemen modern. Lebih dari sekadar inovasi, praktik ini menjadi bentuk penghargaan lintas waktu antara seniman masa lalu dan masa kini.

Pendiri Wara Musika, Dzulfikri Putra Malawi, memandang interpolasi juga terkait dengan sistem bisnis musik global. Ia menekankan bahwa transparansi perizinan menjadi hal penting dalam menjaga integritas proses kreatif.

“Jika yang digunakan sample dari master rekaman, maka mengurus lisensinya ke label karena ada biaya untuk lisensi hak terkait dan hak pencipta. Tapi kalau interpolasi lagu ini berkait dengan penciptanya langsung via publisher atau manajemen pencipta lagu yang bersangkutan,” katanya.

Salah satu musisi Tanah Air yang memanfaatkan teknik ini adalah DJ dan produser elektronik Whisnu Santika. Dalam karya-karyanya seperti Sahara, Mambo Jambo, Tequilla, dan Yummy, ia menggabungkan elemen-elemen klasik dengan sentuhan Indobounce khasnya. Melalui pendekatan itu, Whisnu berhasil menghadirkan musik yang segar namun tetap berakar pada tradisi global.

Karya Whisnu berjudul Yalla Habibi sempat menuai kontroversi karena dinilai serupa dengan Iag Bari Yababa milik Arkadyan, Fanfare Ciocărlia, dan Grossomoddo. Ia kemudian meluruskan bahwa lagunya merupakan hasil eksplorasi berbasis interpolasi yang telah mendapat izin resmi dari Piranha Records.

“Saya memang mengadopsi elemen dari ‘Iag Bari Yababa’, tapi bukan untuk menjiplak. Justru saya ingin merayakan musik world dengan sentuhan Indobounce yang jadi identitas saya,” katanya menegaskan.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa musik adalah ruang terbuka bagi dialog budaya. Kemiripan tidak selalu berarti pelanggaran, melainkan bisa menjadi sarana kolaborasi antar generasi dan antar bangsa. Tantangan sebenarnya adalah menjaga etika kreatif dan menghormati hak cipta dalam setiap prosesnya.

Dalam lanskap musik digital yang serba cepat, batas antara inspirasi dan plagiat memang semakin kabur. Namun, interpolasi justru hadir sebagai jembatan antara inovasi dan penghargaan. Ia memberi kesempatan bagi karya lama untuk lahir kembali dalam wajah baru yang relevan dengan zaman. Di sanalah musik menemukan maknanya: sebagai bahasa universal yang terus berkembang tanpa kehilangan akar. (Brg/Hend)

Topik: Interpolasi laguMusik
Sebelumnya

Pesugihan Sate Gagak: Ketika Ritual Kaya Mendadak Disulap Jadi Komedi Horor Penuh Tawa

Selanjutnya

Didimax Sabet Penghargaan Forex Education Excellence di CNBC Awards 2025, Bukti Keunggulan dalam Literasi Keuangan Digital

TerkaitBerita

 Oki Rengga Terlibat di Balik Layar Film Tiba-Tiba Setan, Ikut Usulkan Sutradara hingga Pemain
Film dan Musik

 Oki Rengga Terlibat di Balik Layar Film Tiba-Tiba Setan, Ikut Usulkan Sutradara hingga Pemain

oleh Editor : Akula
10 Maret 2026
Layanan Karaoke Rumahan Berbasis Cloud Mulai Dikembangkan, Industri Musik Tekankan Pentingnya Lisensi Resmi
Film dan Musik

Layanan Karaoke Rumahan Berbasis Cloud Mulai Dikembangkan, Industri Musik Tekankan Pentingnya Lisensi Resmi

oleh Editor : Akula
10 Maret 2026
Kembali ke Semesta Danur, Prilly Latuconsina Cerita Proses Menghidupkan Lagi Sosok Risa
Film dan Musik

Kembali ke Semesta Danur, Prilly Latuconsina Cerita Proses Menghidupkan Lagi Sosok Risa

oleh Editor : Akula
9 Maret 2026
Donny Fattah, Pendiri dan Bassis God Bless, Wafat di Usia 76 Tahun
Film dan Musik

Donny Fattah, Pendiri dan Bassis God Bless, Wafat di Usia 76 Tahun

oleh Editor : Akula
7 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

10 Maret 2026
Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

10 Maret 2026
Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Kenaikan Harga Minyak Berpotensi Guncang Pasar, Ini Peringatan Mirae Asset Sekuritas

10 Maret 2026
Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026

Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026

10 Maret 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Reborn

    Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    524 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Honda X-Tracker 2026: Motor Bebek Trail Rp16 Jutaan dengan ABS yang Siap Taklukkan Segala Medan

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Harga Denza D9 Bekas, Segini Pasarannya

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • PLN Gandeng GoTo dalam Penyediaan Kendaraan Kedinasan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya