koranindopos.com – Jakarta. Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait pengadaan 21 ribu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Motor listrik tersebut direncanakan untuk menunjang operasional para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berperan sebagai dapur penyedia makanan dalam program tersebut.
Menurut Teddy, penjelasan lebih rinci mengenai urgensi pengadaan kendaraan tersebut berada dalam kewenangan Dadan Hindayana selaku pimpinan Badan Gizi Nasional. Ia menegaskan bahwa pihak terkait sebelumnya juga telah memberikan keterangan kepada publik.
“Penjelasan teknis dan urgensi pengadaan sudah disampaikan oleh Kepala BGN,” ujar Teddy, merujuk pada pernyataan yang telah lebih dulu disampaikan Dadan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar. Dalam pelaksanaannya, distribusi makanan bergizi membutuhkan sistem logistik yang efektif dan efisien.
Pengadaan motor listrik ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas dan distribusi dalam program tersebut, terutama bagi para pengelola dapur MBG di berbagai daerah. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan.
Meski demikian, kebijakan ini tetap menjadi sorotan publik, khususnya terkait skala pengadaan yang cukup besar. Pemerintah melalui instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan komprehensif agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat dari langkah tersebut.(dhil)










