Mimik wajah Lindar dan Siti Masitoh tampak tegang. Rumahnya pagi itu, Selasa (8/7/2025), kedatagan rombongan pejabat. Salah seorangnya Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Wihaji. Rumah pasangan suami istri (Pasutri) itu masuk dalam daftar penerima program bedah rumah di Kelurahan Panunggangan, Pinang, Kota Tangerang, Banten.
LAPORAN: MEMOARTO–Koranindopos.com
RAUT wajah Lindar dan Siti Masitoh berubah menjadi ceria. Senyum mereka merekah setelah berdialog tatap muka dengan Wihaji. Gaya bahasa politikus Golkar itu berhasil mencairkan suasana. Guyonan dan selera humor Wihaji yang luwes membuat pasutri dan warga di Lokasi pun ikut membaur larut dalam suasana. Maklum, politikus Golkar itu memang dikenal sebagai sosok low profile. Pengalamannya menjadi Bupati Batang periode 2017–2022 juga membuatnya moncer dan natural berkomunikasi dengan masyarakat.
“Saya cek, airnya bagus. Air bersihnya bagus. Sanitasinya kelihatan tadi gandeng. Bersampingan dengan kamar tidur. Itu punya risiko yang menurut para dokter punya potensi untuk risiko stunting. Karena itu kita perbaiki melalui orang tua asuh (GENTING),” kata Wihaji.
Wihaji tidak sekadar berdialog dengan warga. Dia juga turun tangan langsung menurunkan asbes rumah pasutri tersebut yang telah usang. Gerakan itu tidak hanya terkait bantuan makanan, kata Wihaji, tetapi juga mencakup intervensi gizi, edukasi parenting, pendampingan psikososial, hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, senyum lebar tampak di wajah Lindar. Lelaki 40 tahun itu bekerja sehari-hari sebagai office boy. Bagi dia, pekerjaan tersebut sudah cukup untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari istri, dan empat anak. Lindar merasa beruntung masuk dalam program tersebut. Dengan bantuan itu, dia dapat merasakan hunian laik dan sehat. (*)














