koranindopos.com – Jakarta. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah antara (FPSA) atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Jakarta sampai saat ini belum terealisasi. Padahal, Gubernur DKI periode 2017 – 2022 Anies Baswedan sudah melakukan peletakan batu pertama ITF Sunter pada 2018 lalu.
Untuk merealisasikan pembangunan ITF tersebut, Pemprov DKI akhirnya mulai menggunakan APBD DKI. Pada 2023 mendatang, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang merupakan salah satu BUMD yang diberikan penugasanakan diberikan dana melalui penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 551 miliar. PMD tersebut diberikan agar pembangunan ITF Sunter yang sudah groundbreaking pada 2018 lalu bisa dilanjutkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Asep Kuswanto, ada empat lokasi pembangunan ITF yang direncanakan di Jakarta. Pembangunannya diberikan penugasan kepada dua BUMD DKI, yakni PT Jakpro dan Sarana Jaya. Namun, tahun depan yang diberikan suntikan dana untuk mewujudkan pembangunan yakni PT Jakpro. ”Jadi PMD itu hanya sebagai stimulus atau bisa dibilang pemiculah untuk kelancaran dari project ITF ini,” terangnya.
Namun, dia menyebutkan dana itu hanya pembangunan pada tahun 2023. Untuk merampungkannya, PT Jakpro masih membutuhkan dana yang tidak kalah besar. Sebab, untuk pembangunan ITF Sunter membutuhkan dana yang cukup besar. Menurutnya, untuk ITF Sunter saja membutuhkan investasi sebesar Rp 5,2 triliun.
Jadi, meskipun diberikan PMD melalui APBD DKI 2023 berjumlah miliaran, dana tersebut tidak cukup untuk merampungkan satu lokasi ITF. Oleh karena itu, Asep menyebutkan, kedepan ITF Sunter juga membutuhkan pembiayaan dari swasta. ”(ITF) Sunter juga sedang dalam proses pencarian mitra yang mudah-mudahan di akhir Januari besok, mereka sudah bisa teken kontrak. Antara Jakpro dengan mitranya,” katanya.
Hal itu disampaikan Asep, karena dari informasi yang didapatkannya, PT Jakpro sudah melakukan pencarian mitra. Bahkan, dia menyebutkan sudah ada dua perusahaan yang sudah lulus peringkat oleh Jakpro. ”Satu dari Cina, satu lagi kalau gak salah konsorsium Taiwan dan Korea,” ujarnya. (wyu/mmr).










