Koranindopos.com, JAKARTA-Liga Champions menyajikan pekan yang penuh kejutan pada leg pertama babak 16 besar musim ini. Sejumlah pertandingan menghadirkan drama besar yang langsung mengubah peta persaingan. Liga Champions juga memperlihatkan kontras performa di antara klub-klub elite Eropa. Beberapa tim tampil sangat dominan, sementara lainnya justru kesulitan meraih hasil positif.
Klub-klub dari Madrid serta juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) mencatat kemenangan penting. Hasil tersebut memberi mereka keunggulan besar menuju leg kedua. Sebaliknya, tim-tim dari Premier League mengalami pekan yang sangat sulit. Tidak satu pun dari enam wakil Inggris mampu meraih kemenangan pada leg pertama.
Berbagai cerita menarik pun muncul sepanjang pertandingan. Berikut lima pelajaran penting dari leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Liga Champions menghadirkan catatan yang cukup mengejutkan bagi klub-klub Inggris. Untuk pertama kalinya dalam era modern kompetisi, enam tim Premier League tampil di babak 16 besar namun gagal meraih kemenangan pada leg pertama.
Situasi ini terjadi karena peringkat koefisien UEFA yang tinggi serta tiket tambahan setelah Tottenham menjuarai Liga Europa. Kombinasi tersebut membuat enam tim Inggris tampil di fase grup dan semuanya lolos ke babak gugur. Namun hasil leg pertama jauh dari harapan. Enam tim tersebut hanya mencatat dua hasil imbang dan empat kekalahan.
Chelsea kalah 5-2 dari PSG dan Tottenham juga takluk 5-2 dari Atletico Madrid. Manchester City kalah 3-0 dari Real Madrid, Liverpool tumbang 1-0 dari Galatasaray, sementara Newcastle dan Arsenal bermain imbang 1-1. Liga Champions juga menghadirkan penampilan individu yang luar biasa dari Federico Valverde. Gelandang Real Madrid tersebut tampil sebagai pemimpin tim saat menghadapi Manchester City.
Real Madrid bermain tanpa beberapa pemain penting seperti Kylian Mbappe, Rodrygo, dan Jude Bellingham yang mengalami cedera. Dalam situasi tersebut, Valverde justru tampil sebagai pahlawan. Ia mencetak hat-trick pada babak pertama yang memastikan kemenangan 3-0 bagi Real Madrid. Penampilan tersebut menjadi salah satu performa terbaik dalam pekan ini.
Valverde juga mencatat sejarah sebagai pemain keempat Real Madrid yang mencetak hat-trick babak pertama di kompetisi Eropa. Sebelumnya hanya Kylian Mbappe, Hector Rial, dan Ferenc Puskas yang pernah melakukannya.
Liga Champions musim ini juga menghadirkan kisah kejutan dari klub Norwegia Bodo/Glimt. Tim dari kawasan Lingkar Arktik tersebut terus melanjutkan perjalanan luar biasa mereka. Pada awal kompetisi, Bodo sempat mengalami kesulitan setelah kalah dalam enam pertandingan pertama. Namun mereka berhasil bangkit dan menciptakan beberapa kemenangan mengejutkan.
Bodo bahkan sempat mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid untuk lolos ke fase play-off. Keberhasilan itu membuka jalan menuju babak 16 besar. Pada leg pertama fase ini, Bodo kembali tampil impresif dengan kemenangan 3-0 atas Sporting CP. Hasil tersebut memberi mereka keunggulan besar menjelang leg kedua di Lisbon.
Liga Champions juga menyajikan momen paling aneh pada laga antara Tottenham dan Atletico Madrid. Keputusan terkait posisi kiper menjadi sorotan utama. Pelatih sementara Tottenham Igor Tudor membuat kejutan dengan mencadangkan kiper utama Guglielmo Vicario. Ia memilih memainkan kiper muda Antonin Kinsky untuk debutnya di kompetisi ini.
Namun keputusan tersebut berujung buruk. Kinsky melakukan beberapa kesalahan fatal yang berkontribusi pada gol Atletico Madrid. Ia bahkan ditarik keluar setelah hanya bermain sekitar 17 menit. Keputusan tersebut memicu kritik luas terhadap cara penanganan pemain oleh pelatih Tottenham.
Liga Champions kembali memperlihatkan dramanya pada beberapa pertandingan yang berlangsung hingga menit akhir. Dua tim besar berhasil selamat berkat gol pada masa tambahan waktu. Newcastle hampir meraih kemenangan bersejarah atas Barcelona setelah Harvey Barnes mencetak gol pada menit ke-86. Stadion St James’ Park pun sempat bergemuruh menyambut keunggulan tersebut.
Namun Barcelona mendapatkan penalti pada menit ke-96 setelah pelanggaran di kotak penalti. Lamine Yamal sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk menyamakan kedudukan. Arsenal juga mengalami situasi serupa saat menghadapi Bayer Leverkusen. Penalti Kai Havertz pada menit ke-89 memastikan hasil imbang 1-1 dan menjaga peluang mereka pada leg kedua. (bnt/mmr)









