Koranindopos.com – JAKARTA — Pasar otomotif global kembali dihebohkan oleh langkah ekspansi pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD. Setelah sebelumnya menggebrak pasar domestik Jepang, mobil listrik mungil berkonsep kei car bernama BYD Racco ini resmi mengepakkan sayapnya ke pasar internasional lain.
Sri Lanka dipilih sebagai destinasi perdana peluncuran mobil listrik berdimensi ringkas ini di luar Negeri Sakura. Langkah ini menandai komitmen BYD dalam memperluas jangkauan segmen kendaraan listrik perkotaan (city car) di kawasan Asia Selatan.
Namun, kehadiran BYD Racco di Sri Lanka membawa fakta yang cukup mengejutkan terkait banderol resminya. Konsumen di Sri Lanka harus merogoh kocek hingga tiga kali lipat lebih dalam dibanding harga jual di negara asalnya.
Berdasarkan laporan Car News China, BYD Racco dipasarkan di Sri Lanka dengan banderol mencapai 11,45 juta Rupee Sri Lanka.
Lonjakan harga yang sangat signifikan ini umumnya dipengaruhi oleh faktor struktur perpajakan kendaraan impor, tarif bea masuk yang tinggi di negara tujuan, biaya logistik rantai pasok global, serta penyesuaian regulasi impor otomotif yang berlaku di Sri Lanka.
BYD Racco dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan yang padat. Membawa efisiensi khas kei car, kendaraan ini mengusung dimensi serbabisa untuk bermanuver di jalanan sempit serta kemudahan dalam mencari ruang parkir di area publik.
Meski dibanderol jauh lebih tinggi di pasar ekspor, kehadiran BYD Racco di Sri Lanka diprediksi tetap menarik minat konsumen lokal yang menginginkan alternatif kendaraan listrik ramah lingkungan untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan.(dhil/suaraflores)










