Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

Editor : Akula oleh Editor : Akula
25 Oktober 2026
in Kesehatan
A A
0
Perkuat Sistem Ketahanan Nasional, SIERA Anugerahkan Gelar Kehormatan FIHRA untuk 56 Tokoh dan Akademisi

SIERA menganugerahkan gelar FIHRA kepada 56 penerima di Jakarta untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan mitigasi krisis lingkungan. (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta — Organisasi Symposium Of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) secara resmi menganugerahkan gelar kehormatan Fellow of Indonesia Health Resilience Association (FIHRA) kepada 56 orang penerima terpilih. Agenda penganugerahan bergengsi ini diselenggarakan di Hotel Aston Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Penetapan serta penyerahan gelar kehormatan tersebut menjadi langkah konkret dan strategis dari kalangan praktisi medis maupun akademisi dalam upaya membangun serta memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional secara menyeluruh di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengantisipasi berbagai tantangan krisis kesehatan di masa depan.

Dua Jalur Utama Penganugerahan dan Proses Seleksi Ketat
Ketua Umum SIERA, Mayjen TNI (Purn) Dr. Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, menerangkan secara terperinci mengenai mekanisme pemberian anugerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan FIHRA ini pada dasarnya terbagi ke dalam dua jalur utama yang berkesinambungan.

Jalur pertama merupakan bentuk penghargaan khusus (honoris causa) yang diberikan secara langsung kepada figur serta tokoh-tokoh nasional yang telah mendedikasikan sepanjang hidupnya demi memajukan ketahanan kesehatan bangsa. Sementara itu, jalur kedua dibuka sebagai sarana pengabdian serta pelatihan intensif bagi para profesional kesehatan yang memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi aktif di bidang tersebut.

Artikel Terkait

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Usmile Indonesia Gandeng Raditya Dika Jadi Brand Ambassador

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Seleluruh peraih anugerah dari jalur pelatihan telah melewati tahapan kurasi serta penggodokan materi yang terstruktur. Proses seleksi dan pelatihan ketat yang berlangsung selama kurun waktu 3 hingga 4 bulan sejak Juni 2026 tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari dokter spesialis, jenjang doktor, hingga tingkatan profesor.

“Teman-teman yang saat ini mendapatkan gelar itu sudah melalui pendidikan dan pelatihan yang kita lakukan berhari-hari sejak bulan Juni. Ada pre-test, post-test, hingga workshop offline. Setelah itu dilakukan ujian yang harus memenuhi kriteria kelulusan. Jadi gelar ini bukan sekadar pemberian, tetapi atas usaha dari para penerima,” papar Mayjen dr. Dian saat ditemui di Hotel Aston Kemayoran, Jakarta, Pusat, Jumat (23/10/2026).

Integrasi dengan Isu Lingkungan dan Mitigasi Karhutla
Selain menerima penganugerahan gelar resmi, para akademisi dan praktisi kesehatan penerima FIHRA tersebut juga turut dilibatkan langsung dalam gelaran acara Climate Resilience and Adaptation (CRA-3). Pelibatan ini dirancang khusus agar para peraih gelar dapat memantau serta mempelajari secara dekat perkembangan inovasi terkini dalam mengatasi berbagai ancaman penyakit, termasuk penanganan dampak kesehatan masyarakat akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum SIERA menegaskan kembali bahwa pilar kesehatan masyarakat memegang peranan kunci terhadap tolok ukur kekuatan suatu negara. Ia berharap para peraih gelar dapat menerapkan pendekatan medis yang komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif di tengah masyarakat.

“Negara itu akan kuat kalau kesehatannya kuat. Kita berupaya bagaimana masyarakat menjadi sehat mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Kami berharap setelah mendapatkan gelar ini, mereka benar-benar mengabdikan diri melalui berbagai inovasi dan kreasi,” jelas Dian.

Apresiasi dan Komitmen Pengabdian Generasi Muda
Inisiasi strategis yang dijalankan oleh SIERA ini mendapatkan respons positif dari jajaran akademisi yang menjadi penerima anugerah. Salah satu penerima gelar FIHRA sekaligus mahasiswa bimbingan Mayjen dr. Dian di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Syamsul Jahidin, menyampaikan apresiasinya terhadap perumusan program ketahanan kesehatan yang diusung oleh sang dosen.

Menurut Syamsul, keberadaan program pelatihan dan penetapan penganugerahan ini menjadi wujud nyata keterlibatan aktif generasi muda dan civitas akademika dalam menjaga stabilitas nasional, khususnya dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak dari krisis kesehatan serta bencana lingkungan di Indonesia.

“Beliau ini dosen kami yang menggagas program-program ini, termasuk bagaimana menjaga stabilitas resiliensi ketahanan kesehatan masyarakat yang terdampak karhutla. Ini salah satu bentuk pengabdian nyata untuk Republik Indonesia,” tandas Syamsul. (RIS/Hend)

 

Topik: Berita Kesehatan IndonesiaDian Andriani Ratna DewiFIHRAKARHUTLAKesehatan MasyarakatKetahanan KesehatanSIERASTHMSyamsul Jahidin

TerkaitBerita

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?
Kesehatan

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
KOLABORASI AKTIF: Country Director usmile Indonesia dan Malaysia Michelle secara simbolis meresmikan kolaborasi dengan Raditya Dika sebagai brand ambassador saat press conference di Jakarta pada Jumat (23/10/26). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Kesehatan

Usmile Indonesia Gandeng Raditya Dika Jadi Brand Ambassador

oleh Editor : Memoarto
24 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG
Kesehatan

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker
Kesehatan

Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

Permintaan Melonjak, Pemesan iPhone Duo Dapat Kejutan Pengiriman Lebih Cepat dari Estimasi Awal

25 Oktober 2026
Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

Ekspansi Mobil Listrik Mungil BYD Racco Tembus Sri Lanka, Harganya Melonjak Tiga Kali Lipat

25 Oktober 2026
Pastikan Keandalan Pasokan BBM Nasional, Pertamina Jalankan Tiga Komitmen Strategis

Pastikan Keandalan Pasokan BBM Nasional, Pertamina Jalankan Tiga Komitmen Strategis

25 Oktober 2026
Mengukur Risiko Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI: Pembelajaran dan Langkah Strategis

Mengukur Risiko Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI: Pembelajaran dan Langkah Strategis

25 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5064 shares
    Share 2026 Tweet 1266
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1096 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya