koranindopos.com – Jakarta. Longsor kembali terjadi di Jalan Nasional Bagbagan yang melintasi Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (29/12/2024). Akibatnya, jalur utama ini terpaksa ditutup sementara untuk menghindari potensi bahaya bagi pengendara.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Fiekry Adi Perdana, menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan setelah mempertimbangkan keselamatan pengendara dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Selain itu, faktor utama yang membuat jalan tersebut ditutup adalah kondisi tanah di sekitar tebing yang masih sangat labil dan berpotensi terjadinya longsor susulan.
“Atas pertimbangan keselamatan, kami memutuskan untuk menutup sementara jalan yang mengarah ke lokasi longsor, baik dari arah Simpenan maupun Loji,” ujar AKP Fiekry. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban akibat longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Untuk mengatasi dampak penutupan jalan ini, pihak kepolisian bersama dengan Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas. Pengendara yang menuju ke arah lokasi longsor akan diarahkan untuk melewati jalur alternatif. Rekayasa lalu lintas ini bertujuan agar kendaraan tetap bisa melintas dengan aman, meskipun harus menempuh rute yang lebih jauh.
“Kami telah mengalihkan arus lalu lintas untuk sementara waktu. Kami tidak dapat memastikan sampai kapan jalan ini akan ditutup, mengingat cuaca yang tidak menentu dan kemungkinan longsor susulan,” tambah AKP Fiekry.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, bersama petugas terkait lainnya, sedang melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk menilai kerusakan dan memastikan apakah kondisi di sekitar area longsor dapat dikendalikan. Sementara itu, alat berat dan tim evakuasi juga disiagakan untuk segera membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan jika memungkinkan.
Pihak kepolisian menghimbau kepada pengendara untuk selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar area longsor. Pengemudi diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Masyarakat juga diingatkan agar selalu memantau perkembangan informasi terbaru melalui kanal resmi atau aplikasi layanan informasi lalu lintas.
Sementara itu, pihak berwenang terus berupaya untuk memperbaiki kondisi jalan agar bisa segera digunakan kembali dengan aman. Namun, mengingat cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana susulan, petugas belum dapat memberikan estimasi pasti kapan jalan tersebut akan dibuka kembali.(dhil)








