Sabtu, 26 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Jelang Penjualan iPhone 18, Kaspersky Temukan Situs Palsu yang Curi Data dan Uang Pengguna

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 September 2026
in Teknologi
A A
0
Jelang Penjualan iPhone 18, Kaspersky Temukan Situs Palsu yang Curi Data dan Uang Pengguna

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Antusiasme terhadap kehadiran iPhone 18 ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh konsumen dan penggemar produk Apple. Momentum tersebut juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aksi penipuan melalui sejumlah situs web palsu.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs yang mengatasnamakan penjualan iPhone 18 dengan menawarkan harga serta promo yang menggiurkan. Situs-situs tersebut ditemukan dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Arab, Portugis, dan bahasa lainnya.

Situs palsu itu dirancang menyerupai toko daring resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi calon pembeli. Namun, alih-alih mendapatkan perangkat yang diinginkan, pengguna justru berisiko kehilangan uang sekaligus memberikan data pribadi kepada pelaku.

Salah satu situs yang ditemukan Kaspersky menawarkan perangkat iPhone 18 dengan potongan harga hingga 25 persen. Situs tersebut turut menampilkan spesifikasi teknis serta sejumlah pilihan pembayaran, termasuk menggunakan Bitcoin.

Artikel Terkait

Bose Sport Open Earbuds Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Rp2,699 Juta

CMF Clip Pro Resmi Meluncur, Earbud Open-Ear dengan Smart Dial dan Baterai hingga 36 Jam

AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

Tampilan situs yang menyerupai toko resmi dibuat untuk membangun kepercayaan calon korban. Setelah tertarik dengan penawaran tersebut, pengguna diarahkan memasukkan informasi pribadi dan melakukan pembayaran melalui alamat dompet kripto yang disediakan.

Namun, perangkat yang ditawarkan sebenarnya tidak akan diterima oleh korban. Uang yang telah ditransfer justru berpotensi masuk ke tangan pelaku penipuan.

Kaspersky juga menemukan situs lain yang menyasar pengguna di Brasil. Situs berbahasa Portugis tersebut menawarkan pemesanan awal iPhone 18 Pro menggunakan mata uang real Brasil.

Calon pembeli diberikan pilihan warna dan kapasitas penyimpanan. Menariknya, beberapa pilihan warna yang tersedia di situs tersebut berbeda dengan varian yang diumumkan secara resmi.

Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang dibuat seolah-olah menguntungkan konsumen. Pengguna disebut tidak perlu membayar seluruh harga perangkat di awal dan dapat melunasi sisanya kemudian. Pelaku bahkan menjanjikan pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.

Modus penipuan tidak berhenti pada upaya mendapatkan uang dari korban. Situs palsu tersebut juga dirancang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi pribadi.

Calon pembeli diminta memasukkan nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga informasi kontak WhatsApp. Setelah itu, pengguna diarahkan untuk memberikan informasi kartu bank.

Data tersebut dapat menjadi bahan bagi pelaku untuk menjalankan serangan lanjutan, termasuk rekayasa sosial. Informasi pembayaran juga berisiko disalahgunakan dan dapat menimbulkan kerugian finansial bagi korban.

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan penipuan semacam ini kerap muncul ketika produk teknologi populer mulai dipasarkan.

Menurutnya, tingginya antusiasme konsumen dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk meningkatkan peluang keberhasilan aksi penipuan.

“Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer. Antusiasme konsumen dapat memberikan keuntungan tambahan bagi penjahat siber dan meningkatkan peluang mereka untuk meraup keuntungan,” ujar Olga.

Ia mengingatkan konsumen agar berhati-hati ketika menemukan penawaran yang terlihat terlalu menarik. Harga yang jauh lebih murah maupun pilihan produk yang tidak sesuai dengan informasi resmi perusahaan dapat menjadi tanda bahaya.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan saat membeli perangkat baru, Kaspersky menyarankan konsumen melakukan transaksi melalui toko resmi atau pengecer yang memiliki reputasi baik.

Pengguna juga perlu memeriksa keaslian situs sebelum memasukkan informasi pribadi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa alamat URL serta memastikan tidak terdapat kesalahan ejaan pada nama organisasi atau toko.

Kaspersky juga menyarankan pengguna tidak menggunakan kartu utama untuk seluruh transaksi daring. Penggunaan kartu virtual atau metode pembayaran khusus untuk belanja online dapat membantu mengurangi risiko apabila informasi pembayaran terekspos.

Selain itu, pengguna disarankan memanfaatkan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir tautan phishing maupun situs berbahaya.

Kaspersky menyebut solusi konsumennya juga terus dikembangkan dengan perlindungan penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI), yang menggabungkan teknologi anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara real-time, serta fitur pemeriksaan kebocoran data dan pencurian identitas.

Langkah pengamanan lainnya adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA pada akun penting, termasuk akun Apple dan aplikasi keuangan. Pengguna juga disarankan memantau transaksi secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas yang mencurigakan.

Dengan meningkatnya modus penipuan yang memanfaatkan popularitas perangkat baru, konsumen perlu memastikan informasi mengenai produk dan penjualan berasal dari kanal resmi. Penawaran dengan harga tidak wajar, metode pembayaran yang tidak lazim, serta permintaan data pribadi secara berlebihan patut menjadi tanda untuk lebih berhati-hati.(dhil)

Topik: iphone 18Kaspersky

TerkaitBerita

Bose Sport Open Earbuds Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Rp2,699 Juta
Teknologi

Bose Sport Open Earbuds Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Rp2,699 Juta

oleh Editor : Affandy
26 September 2026
CMF Clip Pro Resmi Meluncur, Earbud Open-Ear dengan Smart Dial dan Baterai hingga 36 Jam
Teknologi

CMF Clip Pro Resmi Meluncur, Earbud Open-Ear dengan Smart Dial dan Baterai hingga 36 Jam

oleh Editor : Affandy
25 September 2026
AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri
Teknologi

AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

oleh Editor : Affandy
24 September 2026
Haier Freezer
Teknologi

Haier HAF-517SD Hadir, Solusi Freezer untuk Bisnis Frozen Food yang Makin Berkembang

oleh Editor : Hana
24 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Bose Sport Open Earbuds Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Rp2,699 Juta

Bose Sport Open Earbuds Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Rp2,699 Juta

26 September 2026
Harga Emas Antam Naik Rp 23.000, Kini Tembus Rp 2,613 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp 23.000, Kini Tembus Rp 2,613 Juta per Gram

26 September 2026
IHSG Sepekan Anjlok 3,09%, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 361 Triliun

IHSG Sepekan Anjlok 3,09%, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 361 Triliun

26 September 2026
DUGAAN PELECEHAN: Tenaga pendidik berjalan dengan latar belakang gedung megah salah satu fasilitas di Insan Cendikia Madani (ICM) Serpong. (Foto Ilustrasi: icm.sch.id)

Pemkot dan Polres Tangsel Usut Dugaan Pelecehan di Sekolah Elite ICM Serpong

26 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4740 shares
    Share 1896 Tweet 1185
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • GBK Diprediksi Padat Akhir Pekan Ini, Sejumlah Acara Digelar Bersamaan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 5 Motor Bebek Pilihan Anak Muda 2026, dari MX King hingga Satria F150

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya