Koranindopos.com – Jakarta — Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan kepada Indonesia untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut berupa pengerahan tiga unit helikopter yang akan digunakan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan mengatakan, persiapan bantuan dari Jepang telah dilakukan melalui rapat persiapan site survey pada Jumat (28/8/2026).
“Jadi (kami) sudah dapat berita bahwa telah dilaksanakan rapat persiapan site survey dalam rangka perbantuan Jepang dalam hal ini karhutla, Jumat kemarin tanggal 28 Agustus 2026,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Berton, tiga helikopter tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman karhutla, terutama melalui metode water bombing. Salah satu helikopter yang akan dikerahkan Jepang merupakan jenis Chinook.
Bantuan helikopter Jepang direncanakan mulai menjalankan misi pemadaman karhutla pada 10 September 2026.
Kehadiran helikopter Chinook dinilai dapat memberikan tambahan kemampuan dalam operasi pemadaman karena memiliki kapasitas pengangkutan air yang besar.
“Kami mendapat informasi bahwa akan ada bantuan Jepang meliputi tiga unit helikopter yang di antaranya Chinook. Jadi ini akan mungkin lebih banyak air yang akan diambil,” kata Berton.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Di dalam negeri, BNPB saat ini mengerahkan 52 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 armada digunakan untuk patroli dan mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC). Sementara itu, 38 armada lainnya difokuskan untuk operasi water bombing.
Sebagian armada juga telah dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan pemadaman. Dua armada water bombing dari total 38 armada tersebut telah dikirim ke Lampung dan Jawa Timur.
Berton mengatakan operasi water bombing yang dilakukan satgas udara sejauh ini telah menjatuhkan sekitar 3,5 juta liter air di enam provinsi terdampak karhutla.
“Satgas udara juga dengan metode water bombing-nya sudah mendistribusikan atau menjatuhkan air sampai 3,5 juta liter air di enam provinsi ini,” jelasnya.
BNPB memastikan jumlah armada udara yang dikerahkan bersifat dinamis. Artinya, pesawat atau helikopter dapat dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain berdasarkan perkembangan kondisi karhutla.
Jika kondisi kebakaran di suatu daerah mulai menurun, armada yang sebelumnya beroperasi di wilayah tersebut dapat dialihkan ke lokasi lain yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Ketika misalnya di Sumatera bagian Selatan sudah lebih menurun, tentu pesawat yang di sini juga dapat digunakan nanti di Jambi ketika di sana apinya atau asapnya lebih banyak lagi dari yang biasa,” ujar Berton.
Strategi tersebut dilakukan agar sumber daya udara yang dimiliki pemerintah dapat digunakan secara optimal untuk mempercepat pemadaman titik api.
Rencana bantuan tiga helikopter dari Jepang menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap upaya Indonesia menangani karhutla.
Selain operasi udara, pemerintah melalui BNPB bersama unsur terkait juga terus melakukan penanganan di darat. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus menangani titik-titik kebakaran yang tidak dapat dijangkau secara optimal melalui operasi udara.
Dengan tambahan armada dari Jepang yang dijadwalkan mulai beroperasi pada September, pemerintah berharap kapasitas pemadaman dari udara semakin kuat.
Operasi gabungan tersebut menjadi semakin penting mengingat titik panas dan titik api masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah pun terus menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kebakaran dan kondisi di masing-masing daerah.(dhil/kmps)










