Rabu, 20 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Jeritan dari Timur, Warga Halmahera Timur Lawan Perusakan Tanah Adat

Editor : Akula oleh Editor : Akula
25 Juli 2025
in Nasional, Peristiwa
A A
0
Jeritan dari Timur, Warga Halmahera Timur Lawan Perusakan Tanah Adat
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Kondisi lingkungan di Halmahera Timur, Maluku Utara, tengah berada dalam kondisi genting. Warga setempat menggugat keberadaan aktivitas pertambangan yang diduga telah mencemari tanah adat serta merusak ekosistem penting yang menjadi tumpuan hidup mereka. Dalam polemik ini, nama PT Position disebut sebagai pihak yang diduga kuat menjadi biang keladi dari bencana ekologis tersebut.

Perusahaan tambang tersebut mulai beroperasi sejak 2024. Sejak saat itu, warga mulai menyadari adanya perubahan signifikan di lingkungan sekitar. Air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi keruh, dan tanah yang dulunya subur kini berubah menjadi lahan gersang tak bertuan. Ketakutan dan keresahan mulai tumbuh di hati masyarakat adat yang merasa tanah warisan leluhur mereka mulai terancam.

Puncak keresahan terjadi pada Februari 2025. Ketika itu, tim pemantau lingkungan menemukan adanya aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan tanpa persetujuan dari warga adat. Lahan yang dibuka termasuk ke dalam wilayah adat yang seharusnya dijaga dan dihormati. Ketika temuan itu diungkap ke publik, reaksi keras datang dari masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dan dirugikan secara langsung oleh aktivitas tersebut.

Warga yang mencoba menyuarakan penolakan atas aktivitas pertambangan tersebut justru mendapatkan tekanan. Upaya mereka untuk berdialog malah dibalas dengan tindakan represif. Kejadian ini semakin membakar kemarahan kolektif masyarakat yang merasa hak-hak mereka sebagai pemilik tanah tidak dihargai oleh pihak perusahaan maupun aparat yang seharusnya melindungi.

Artikel Terkait

GPCI Minta Prabowo Kerahkan Diplomasi Indonesia untuk Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Polda Jabar Bongkar Penipuan Berkedok Dapur MBG, Empat Orang Masuk DPO

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

Kondisi tersebut mengundang perhatian dari tokoh-tokoh publik. Salah satunya adalah Gianluigi Christoikov, seorang komika dan konten kreator yang vokal dalam isu sosial. Ia menyampaikan sikapnya terhadap situasi di Halmahera Timur dengan menyebut bahwa tindakan represif terhadap warga yang membela tanah adatnya adalah bentuk ketidakadilan.

“Mereka hanya bersuara demi tanah adat yang telah dicemari, mengapa mereka harus ditahan,” ucap Gianluigi dalam pernyataannya yang dirilis pada Rabu (23/7).

Ia juga mempertanyakan keadilan dalam sistem yang membungkam suara warga namun membiarkan perusakan lingkungan terus berlangsung. “Aneh jaman sekarang. Tanah dirampas, alam dirusak, kok warga dibungkam,” katanya penuh nada kecewa.

Melihat tak adanya respons yang berpihak dari otoritas, masyarakat Halmahera Timur memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan perlawanan. Mereka meluncurkan kampanye digital dengan tajuk #PTPositionMerusakLingkungan sebagai bentuk seruan kepada publik agar ikut peduli terhadap nasib mereka. Kampanye ini berisi dokumentasi berupa video, foto, hingga kesaksian warga yang menunjukkan kerusakan yang terjadi.

Konflik ini menjadi pengingat keras bahwa pembangunan yang tidak berpihak pada lingkungan dan masyarakat lokal hanya akan menyisakan luka. Kerusakan tanah adat tidak hanya menyentuh aspek ekologis, tetapi juga menyangkut jati diri dan keberlangsungan hidup komunitas yang sudah ada jauh sebelum tambang berdiri.

Kasus di Halmahera Timur seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan terkait aktivitas pertambangan. Perlindungan terhadap hak masyarakat adat dan kelestarian alam harus menjadi prioritas di tengah derasnya kepentingan investasi.

Topik: GianluigiHalmahera timur

TerkaitBerita

GPCI Minta Prabowo Kerahkan Diplomasi Indonesia untuk Bebaskan WNI yang Ditahan Israel
Nasional

GPCI Minta Prabowo Kerahkan Diplomasi Indonesia untuk Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

oleh Editor : Affandy
20 Mei 2026
Polda Jabar Bongkar Penipuan Berkedok Dapur MBG, Empat Orang Masuk DPO
Nasional

Polda Jabar Bongkar Penipuan Berkedok Dapur MBG, Empat Orang Masuk DPO

oleh Editor : Akula
20 Mei 2026
Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

oleh Editor : Akula
19 Mei 2026
Haji
Nasional

Timwas Haji DPR Soroti Daftar Tunggu Panjang Picu Kerentanan Kesehatan Jemaah

oleh Admin
19 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Timnas Skotlandia Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026, Robertson dan McTominay Jadi Andalan

Timnas Skotlandia Umumkan Skuad Final Piala Dunia 2026, Robertson dan McTominay Jadi Andalan

20 Mei 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

20 Mei 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Kini Jadi Rp 2,765 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Kini Jadi Rp 2,765 Juta per Gram

20 Mei 2026
Wyndham Casablanca

Ingin Liburan di Jakarta? Pilih Hotel Nyaman untuk Quality Time Keluarga

20 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3145 shares
    Share 1258 Tweet 786
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • ​Sukses Besar! Film Drama Semua Akan Baik-Baik Saja Garapan Baim Wong Tembus 300 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya