koranindopos.com – Jakarta.Japan External Trade Organization (JETRO) kembali menghadirkan Japan Pavilion pada pameran Manufacturing Indonesia 2024, ajang manufaktur terbesar di ASEAN. Partisipasi Jepang tahun ini menegaskan komitmen negara tersebut untuk mendukung transformasi industri Indonesia, terutama dalam meningkatkan produktivitas serta memperluas pengadaan bahan baku lokal.
Indonesia menargetkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB naik dari 18,3% pada 2022 menjadi 28% pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan. Upaya mencapai target itu membutuhkan investasi teknologi berskala besar—dan Jepang melihat momentum tersebut sebagai peluang kerja sama strategis.

“Indonesia memiliki ambisi jangka panjang dalam penguatan manufaktur. Jepang siap menjadi mitra utama melalui teknologi canggih dan standar industri yang terbukti di pasar global,” ujar Hirai Shinji President Director JETRO dalam keterangannya.
Tahun ini, Japan Pavilion menampilkan 17 perusahaan, terdiri dari 15 perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Indonesia dan dua perusahaan yang belum memiliki basis lokal. Penyajian pavilion diarahkan untuk memperkuat jejaring penjualan, mendorong ekspor mesin manufaktur Jepang, serta memperluas rantai pasok industri nasional.
Menurut JETRO, paviliun ini bukan hanya bertujuan membuka peluang bisnis baru, tetapi juga memperkuat struktur pengadaan material lokal.
“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan Jepang tidak berhenti pada penjualan produk. Kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas manufaktur Indonesia adalah prioritas kami,” kata Hirai.
Produk Jepang dikenal memiliki dua keunggulan utama: kualitas tinggi dan layanan pemeliharaan menyeluruh. Beberapa perusahaan menonjolkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. PT AQ Business Solution Indonesia menampilkan teknologi AI dan IoT untuk efisiensi produksi. dan PT Daiki Axis Indonesia membuka layanan konsultasi gratis mengenai standar baru 2025 untuk pengolahan air limbah.
JETRO menegaskan bahwa kekuatan utama produk Jepang terletak pada pendampingan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa after-sales service adalah fondasi dari industri yang berkelanjutan. Jepang unggul dalam hal itu,” ujar Hirai.
Sejak 2024, Japan Pavilion disajikan dengan desain kolaboratif yang melibatkan dua lembaga pendukung usaha kecil dan menengah Jepang, yakni Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Center (Tokyo-SME) dan Osaka Business Development Agency (OBDA)
Untuk memperkuat visibilitas Jepang pada pameran, JETRO memberikan izin penggunaan logo JETRO–JAPAN di booth peserta. Tiga perusahaan yang telah memakai logo ini antara lain PT YAMAZEN INDONESIA, PT Asahi Diamond Indonesia dan PT SATO LABEL INDONESIA
“Logo ini menjadi simbol kualitas dan kehadiran Jepang yang konsisten dalam mendukung manufaktur Indonesia. Kami akan menambah jumlah perusahaan peserta pada tahun berikutnya,” ujar Hirai.
Pameran tahun ini mencatat 37.520 pengunjung, 1.371 perusahaan peserta dari 35 negaradan Area pameran 37.578 m²
Sebanyak 60,01% pengunjung berasal dari sektor otomotif dan mesin, diikuti industri konstruksi, elektronik, energi, hingga lingkungan.
Minat pelaku industri meningkat signifikan. Data tahun ini menunjukkan peran penting Indonesia sebagai pusat manufaktur di Asia Tenggara
JETRO menegaskan akan terus mendukung pengembangan industri mulai dari teknologi, layanan produksi, pemeliharaan, hingga penguatan rantai pasok lokal.
“Kami akan terus memperkuat kehadiran Jepang dan memastikan bahwa kolaborasi industri dengan Indonesia membawa manfaat jangka panjang bagi kedua negara,” tutup Hirai.
Dengan dukungan teknologi, investasi, dan layanan industri yang terstruktur, Jepang berharap kontribusinya dapat mempercepat pertumbuhan manufaktur Indonesia menuju daya saing regional dan global. (ris)










