Selasa, 29 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kakek-Nenek, Yuk Ikut Cegah Stunting Terapkan Pola Asuh Kearifan Lokal

Editor : Hana oleh Editor : Hana
26 Juni 2022
in Nasional
A A
0
Cegah Stunting
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, koranindopos.com – Pusat Statistik (BPS, 2021), saat ini jumlah Lansia di Indonesia mencapai 29,3 juta jiwa, setara dengan 10,82 persen. Kondisi ini mengidentifikasikan bahwa Indonesia saat ini sudah memasuki ageing population, dimana penduduk lanjut usia (lansia) berjumlah lebih dari 10 persen dari total penduduk. Hal ini terjadi akibat bertambahnya tingkat harapan hidup dan menurunnya tingkat fertilitas serta mortalitas suatu penduduk. Lansia yang telah memasuki usia lanjut akan mengalami berbagai penurunan secara fisik maupun non fisik, sehingga berbagai perubahan yang terjadi akan mempengaruhi lansia dalam menilai dirinya sendiri.

Pada kondisi terjadi penurunan fungsi fisik maupun non fisik pada lansia, diperlukan peran yang besar dari keluarga sebagai orang-orang yang sangat dekat dengan lansia untuk bagaimana bisa merawat dengan baik dan bahkan membuat lansia tersebut menjadi mandiri serta sejahtera di masa tuanya. Peran keluarga secara informal adalah sebagai motivator, edukator, dan fasilitator bagi lansia. Sebuah keluarga harus menjadi penyemangat kepada lansia untuk menjalani sisa hidupnya dengan baik. Keluarga harus bisa memberikan informasi kesehatan, sehingga lansia bisa mengetahui mana hal yang harus atau tidak dilakukan, keluarga juga harus bisa membimbing, membantu serta memenuhi semua kebutuhannya. Tidak kalah pentingnya fungsi perlindungan keluarga yang pada dasarnya berkewajiban untuk melindungi anggota keluarganya yang sedang sakit dimasa tuanya.

Namun tidak semua lansia mengalami penurunan kemampuan, bahkan tidak sedikit lansia yang masih tetap bekerja serta beraktifitas normal di usia senja. Pada tahun 2021, sekitar satu dari dua (49,46 persen) lansia masih aktif bekerja, serta 34,71 persen lansia tinggal bersama tiga generasi dalam rumah tangga (BPS, 2021). Tinggal bersama tiga generasi, artinya seorang lansia tinggal bersama anak dan cucunya dalam satu rumah, atau tinggal bersama anak dan orangtuanya. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga merupakan tempat yang aman dan nyaman baik itu untuk lansia itu sendiri maupun untuk anggota keluarga lainnya.

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti, SE., MT menjelaskan, Saat ini cukup banyak jumlah lansia di Indonesia yang tinggal bersama keluarga. Hal ini tentunya menjadi prospek yang sangat positif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan balita dan anak sekaligus mendukung dalam penurunan angka stunting. Pola pengasuhan kakek nenek (Grand Parenting) yang baik dan benar dapat memberikan dukungan, dorongan dan bantuan yang berharga bagi kualitas tumbuh kembang anak serta menentukan kepribadian anak di masa dewasanya.

Artikel Terkait

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar

Bareskrim Ungkap Clandestine Lab Etomidate di Apartemen Jakut, 7 Orang Diamankan

KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Soroti Potensi Transaksi

“Faktor penyebab stunting itu bukan hanya dari kesehatannya saja, dan intervensinya bukan hanya dari pemerintah saja sehingga lingkungan keluarga merupakan salah satu upaya untuk pencegahan stunting. Salah satunya yaitu memberdayakan anggota keluarga seperti lansia yang notabene nya adalah orang yang sangat berpengalaman, sangat dihormati, didengar dan orang tersayang yang selalu memberi nasehat pada anggota keluarga”, ujar Nopian.

“Tentu saja hal ini merupakan sumber daya yang ada dalam keluarga itu sendiri bagaimana pola asuh yang diberikan lansia dapat diselaraskan dengan pola asuh orang tua dimana pengalaman dan pengetahuan hal-hal positif dari lansia dapat diteladani dan dilanjutkan”, jelas Nopian saat membuka Webinar Peran Grand Parenting dalam Pencegahan Stunting dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 yang diselenggarakan secara daring.

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN Periode 2013-2015 yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK, Ph.D juga mengatakan, “Ada banyak sekali kelebihan-kelebihan pengasuhan yang dilakukan oleh kakek-nenek atau Grand Parenting ini, tidak hanya kelebihan yang di dapat oleh kakek-nenek, tapi juga kelebihan untuk si anak”, kata Prof Fasli.

Menurut Prof. Fasli, Salah satu contoh peran dari keluarga besar termasuk kakek-nenek (Grand Parenting) dalam upaya pencegahan stunting adalah dengan menggunakan local genius (kearifan lokal), sebagai contoh pada adat budaya Minangkabau (Manjujai) yang diimplementasikan melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) BKKBN, serta program pemerintah dalam pelayanan tumbuh kembang anak. Nantinya buku ini berisi tentang ujaran kebaikan, doa, nyanyian dan kisah yang dirangkum dalam 40 permainan untuk meningkatkan stimulasi psikososial anak balita, disamping meningkatkan asupan gizi dari anak. Melalui permainan kearifan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sosial, emosional, kognitif, motorik dan bahasa serta meningkatkan pertumbuhan fisik anak sekaligus upaya melestarikan kembali budaya sebagai pola pengasuhan anak di masyarakat. (why)

Topik: Peduli Stunting

TerkaitBerita

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar
Peristiwa

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
Bareskrim Ungkap Clandestine Lab Etomidate di Apartemen Jakut, 7 Orang Diamankan
Nasional

Bareskrim Ungkap Clandestine Lab Etomidate di Apartemen Jakut, 7 Orang Diamankan

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Soroti Potensi Transaksi
Nasional

KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Soroti Potensi Transaksi

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
Panel Listrik ICU RSUD Kabupaten Bekasi Terbakar, Pasien Sempat Dievakuasi
Peristiwa

Panel Listrik ICU RSUD Kabupaten Bekasi Terbakar, Pasien Sempat Dievakuasi

oleh Editor : Affandy
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

29 September 2026
7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

29 September 2026
Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

29 September 2026
172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

29 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4793 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya