Jumat, 14 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

“Kampanye 10 Jari: Jangan Abai, Kenali Gejala Awal dan Faktor Risiko Kanker Ovarium”

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
30 Mei 2023
in Kesehatan
A A
0
“Kampanye 10 Jari: Jangan Abai, Kenali Gejala Awal dan Faktor Risiko Kanker Ovarium”
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Dalam rangka memperingati Hari Kanker Ovarium Sedunia yang jatuh setiap tanggal 8 Mei, AstraZeneca Indonesia, bekerja sama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) dan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (P2PTM, Kemenkes RI), menyelenggarakan program edukasi “Kampanye 10 Jari: Jangan Abai, Kenali Gejala Dini dan Faktor Risiko Kanker Ovarium”. Program ini diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri dari kelompok pasien, penyintas, keluarga, dan tenaga kesehatan. Tahun ini, Kampanye 10 Jari kembali diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan 6 faktor risiko dan 4 gejala kanker ovarium, serta mendorong para perempuan untuk mengenali gejala dan faktor risiko kanker ovarium sejak dini, demi mendapatkan perawatan yang tepat dari tenaga kesehatan serta kualitas hidup yang lebih baik.

Kanker ovarium menyerang jaringan indung telur atau ovarium, oleh karena itu siapa pun yang terlahir dengan indung telur dapat menderita kanker ovarium. Menurut The Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020, kanker ovarium merupakan kanker paling mematikan peringkat ketiga di antara perempuan di Indonesia, dengan total kasus mencapai 14.896 dan menyebabkan kematian pada 9.581 perempuan.

dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Ketua Tim Kerja Penyakit Kanker dan Kelainan Darah P2PTM, Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan, “Setiap tahunnya, kanker ovarium menyerang puluhan ribu perempuan dan merenggut ribuan nyawa. Jumlah penderita kanker di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan akan menjadi penyebab utama meningkatnya beban ekonomi, baik bagi individu pasien, keluarga, maupun negara. Untuk mengendalikan penyakit kanker, Kementerian Kesehatan RI telah melakukan upaya pendekatan pengendalian faktor risiko dan deteksi dini yang tertuang dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) pengendalian kanker tahun 2020 – 2024. Tujuan dari program ini adalah untuk melakukan deteksi dini kanker pada ≥ 80% penduduk usia 30-50 tahun di 514 kabupaten/kota pada akhir tahun 2024, termasuk kanker ovarium2. Namun, semua upaya ini tidak akan optimal tanpa dukungan dari seluruh sektor terkait, beserta seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi Kampanye 10 Jari sebagai langkah nyata membantu para penderita kanker ovarium di Indonesia.”

dr. Toto Imam Soeparmono, SpOG, K.Onk, MH, Dokter Spesialis Ginekologi Onkologi, mengatakan, “Kanker ovarium dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, terutama jika ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker ovarium atau kanker lainnya seperti kanker payudara, prostat, kolorektal, maupun kanker rahim. Penyakit ini menjadi tantangan terbesar bagi para ahli onkologi ginekologi karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada stadium awal, melainkan baru menunjukkan gejala pada stadium lanjut di mana sel kanker telah menyebar ke organ lain. Namun demikian, para perempuan dianjurkan untuk mendeteksi kanker ovarium sejak dini dengan mengenali faktor risiko dan gejala awalnya. Selain itu, penting bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara untuk melakukan pemeriksaan genetik.”

Artikel Terkait

Diagnosis Usus Buntu Bisa Berbeda Saat Diperiksa Lagi, Ini Penjelasan Dokter

Sering Kencing Jangan Dianggap Wajar, Kenali Gejala dan Deteksi Dini Kanker Prostat

SANY Dorong Masyarakat Lebih Siap dan Sigap Menghadapi Situasi Darurat

“Kampanye 10 Jari” melambangkan 10 hal yang perlu kita perhatikan untuk mengenali kanker ovarium, yaitu enam faktor risiko dan empat pertanda penyakit. Yang termasuk dalam enam faktor risiko adalah: (1) memiliki riwayat kista endometriosis; (2) memiliki riwayat kanker ovarium dan/atau kanker payudara dalam keluarga; (3) mutasi genetik (misalnya BRCA); (4) paritas rendah; (5) gaya hidup yang buruk; (6) dan penuaan. Sementara itu, empat pertanda kanker ovarium adalah (1) kembung; (2) nafsu makan berkurang; (3) sering buang air kecil; (4) dan nyeri panggul atau perut3-6. Pada umumnya kanker ovarium tidak disertai gejala pada stadium awal.

Hanya 20% dari pasien kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal, dan 94% di antaranya berhasil mencapai harapan hidup lebih dari lima tahun7, oleh karena itu pasien yang didiagnosis dengan kanker ovarium harus mendapatkan penanganan segera. Perawatan dan pengobatan yang tepat memberikan peluang keberhasilan yang tinggi pada kanker ovarium stadium awal saat penyakit masih terbatas pada organ ovarium. Ketika seorang pasien didiagnosis menderita kanker ovarium, sangat penting bagi mereka untuk berkonsultasi dengan spesialis medis dan mematuhi pengobatan. Saat ini, terapi yang paling umum untuk kanker ovarium adalah operasi dan kemoterapi.

Dalam pengobatan kanker, kepatuhan menjadi hal utama dalam proses pemulihan yang perlu dilakukan secara konsisten. Apt. Yovita Diane Titisari, M.Sc, Apoteker Klinis, mengatakan, “Penting bagi pasien kanker ovarium untuk patuh dalam menjalani pengobatan dan mengikuti instruksi dokter agar penyakit tidak semakin parah dan kambuh lagi. Pasien yang patuh dalam menjalani terapi menunjukkan kualitas hidup yang baik, sedangkan pasien yang tidak patuh menunjukkan hal yang sebaliknya. Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien, salah satunya adalah komunikasi yang baik antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, serta dukungan dari keluarga atau care giver. Para tenaga kesehatan seperti kami selalu berusaha memberikan dukungan agar pasien merasa lebih optimis untuk sembuh.”

Pasien kanker ovarium juga membutuhkan dukungan emosional yang dapat mendorong mereka untuk lebih patuh pada jadwal pengobatan sesuai program. Peran aktif dan kreatif komunitas dalam rangkaian pencegahan, diagnosis serta proses pengobatan sangatlah penting. Seperti yang dijelaskan oleh Aryanthi Baramuli Putri, SH., MH, sebagai Ketua Umum CISC, “Tahap awal ketika seseorang mendapatkan diagnosis kanker ovarium tentulah mengalami gelisah, galau, sedih sampai terasa hidup ini segera akan berakhir, sehingga dukungan emosional sangat dibutuhkan supaya pasien dapat mengatasi gangguan psikologis dengan cepat. CISC, yang telah berdiri sejak tahun 2003, merupakan salah satu wadah informasi dan dukungan bagi para pasien dan keluarganya. Semoga melalui edukasi ini, semakin banyak perempuan yang tergerak hatinya mau melakukan pencegahan. Jika ada pasien yang mendapat diagnosis kanker ovarium, kami CISC siap memberikan dukungan agar pasien kanker ovarium di Indonesia dapat menjalani pengobatan yang bermutu dan tepat waktu.”

dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia, menambahkan, “Untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, pengobatan kanker ovarium membutuhkan tindakan dan penanganan medis sejak dini. Melalui Kampanye 10 Jari, kami mengajak setiap perempuan dan keluarganya di Indonesia untuk menyadari bahaya kanker ovarium dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengantisipasi kondisi yang fatal ini. Selain itu, AstraZeneca, sebagai perusahaan biofarmasi global, berkomitmen untuk menghadirkan pengobatan kanker yang inovatif dan terobosan baru bagi para pasien, termasuk pasien kanker ovarium di Indonesia.”

Kampanye 10 Jari diinisiasi oleh AstraZeneca dan CISC pada bulan Mei 2021. AstraZeneca telah berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti Kementerian Kesehatan RI dan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker ovarium. (why)

Topik: AstraZeneca Indonesia

TerkaitBerita

Diagnosis Usus Buntu Bisa Berbeda Saat Diperiksa Lagi, Ini Penjelasan Dokter
Kesehatan

Diagnosis Usus Buntu Bisa Berbeda Saat Diperiksa Lagi, Ini Penjelasan Dokter

oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026
Sering Kencing Jangan Dianggap Wajar, Kenali Gejala dan Deteksi Dini Kanker Prostat
Kesehatan

Sering Kencing Jangan Dianggap Wajar, Kenali Gejala dan Deteksi Dini Kanker Prostat

oleh Editor : Affandy
12 Agustus 2026
SANY Dorong Masyarakat Lebih Siap dan Sigap Menghadapi Situasi Darurat
Kesehatan

SANY Dorong Masyarakat Lebih Siap dan Sigap Menghadapi Situasi Darurat

oleh Editor : Affandy
12 Agustus 2026
Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT
Kesehatan

Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Insta360 X6 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Kamera 360° 8K dan Teknologi AI

Insta360 X6 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Kamera 360° 8K dan Teknologi AI

13 Agustus 2026
SENGKETA LAMA: Jepang murka setelah Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) mengunjungi Kepulauan Iturup yang menjadi sengketa antara Moskow dan Tokyo. (Foto: via REUTERS/Gavriil Grigorov)

Putin Santap Kaviar di Pulau Kuril, Pemerintah Jepang Murka

14 Agustus 2026
DEBUT PERDANA: Bruno Guimaraes ancang-ancang mengambil penalti di laga Brasil vs Norwegia pada Senin (6/7/2026). (Foto: (c) AP Photo/Frank Franklin II)

Debut Perdana Bruno Guimaraes Disambut Meriah Publik Emirates

14 Agustus 2026
Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

13 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4335 shares
    Share 1734 Tweet 1084
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Truk Polisi Bawa Siswa dan Guru SMAN 79 Kecelakaan di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya