Minggu, 16 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Kekurangan Zat Besi Pada Anak Bisa Sebabkan Stunting

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
2 Desember 2022
in uncategorized
A A
0
Stunting

BEDA TINGGI: Stunting mengganggu tumbuh kembang anak-anak. (Foto ilustrasi: PAUD Dikmas Disdik Jatim)

Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

Trump Bantah Tentara AS di USS Abraham Lincoln Stres Berat

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

koranindopos.com – Jakarta. Tubuh memerlukan berbagai macam vitamin dan mineral. Salah satunya zat besi. Ketua Umum Perhimpunan Hematologi & Transfusi Darah Indonesia (PHTDI), Dr. dr. TB. Djumhana Atmakusuma SpPD-KHOM menjelaskan, kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin menurun.
Dia menjelaskan, salah satu jenis anemia adalah anemia kekurangan zat besi yang dapat memengaruhi siapa saja, tetapi anak-anak, orang tua, dan wanita dengan usia reproduksi yang mengalami menstruasi dan kehamilan termasuk kelompok yang paling rentan.
“Kondisi tubuh seperti hamil, pendarahan, menstruasi yang berlebihan, hemoroid, dan gastritis juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan zat besi dan apabila tidak diatasi dapat menjadi anemia kekurangan zat besi,” ujarnya dalam acara “Jangan Cuek, Ayo Cek Gejala Kurang Darah” di Jakarta, dikutip Kamis (1/12/2022).
dr. Djumhana menerangkan, kekurangan zat besi dapat membatasi pengiriman oksigen ke sel, mengakibatkan sering kelelahan, tidak produktif, dan penurunan imunitas tubuh. Maka dari itu, menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh sangat penting bagi kesehatan, sebagai salah satu cara untuk mengatasi kelelahan dan anemia.
“Manajemen dengan pemberian suplemen zat besi juga penting diberikan sebagai terapi simptomatik apabila diagnosis anemia kekurangan zat besi telah ditegakkan. Namun, tetap perlu untuk mencari dan mengatasi penyebab anemia itu sendiri,” tandasnya.
dr. Djumhana menjelaskan, zat besi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya berperan sebagai pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sekitar 70 persen zat besi ditemukan di sel darah merah dan otot.
Lalu, membantu proses metabolisme enzimatik yang berfungsi menyerap nutrisi dari makanan sehingga menghasilkan energi. Selain itu, membantu memaksimalkan fungsi otak sehingga bisa memengaruhi tingkat konsentrasi dan fokus. “Zat besi juga bisa memaksimalkan fungsi otot, berperan penting terhadap kekebalan tubuh kita terhadap infeksi, dan mempercepat proses penyembuhan. Yang tidak kalah pentingnya adalah berperan penting untuk kehamilan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan janin dan plasenta,” tandasnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, dampak anemia terbesar yang bisa dialami adalah stunting. Stunting sendiri memang merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang masih terjadi.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kurang stimulasi. Bayi yang stunting sendiri dipengaruhi oleh banyak hal. Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Penggerakan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Dwi Adi Maryandi, SKM, MPH., menyebut bahwa sebanyak 23 persen bayi di Indonesia sudah lahir dalam keadaan stunting.
Pengaruh dari bayi mengalami stunting adalah status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, ekonomi, dan budaya. Tidak hanya itu, faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap pelayanan kesehatan juga berpengaruh.
Anemia menjadi salah satu penyebab dari munculnya bayi lahir mengalami stunting. Berdasarkan Hasil Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia meningkat dari 21,7 persen (2013) menjadi 23,7 persen (2018) dari total populasi di Indonesia.
Pada 2018, 3 dari 10 remaja Indonesia menderita penyakit anemia, dan 62.6 persen kasus anemia yang terjadi disebabkan oleh kekurangan zat besi. Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 48,9 persen pada ibu hamil dan 38,5 persen pada anak di bawah 5 tahun. Bahkan lebih tinggi pada remaja usia 12-18 tahun.
Anemia bisa disebabkan oleh banyak hal, dan salah satu penyebab yang paling banyak terjadi adalah akibat kekurangan zat besi. Efek awalnya memang 5L, yaitu lesu, lelah, letih, lemah, lunglai. Namun, jika dibiarkan akan menyebabkan hal yang serius seperti stunting.
“Pemerintah telah merekomendasikan beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan anemia yang dilakukan dengan memberikan asupan zat besi yang cukup ke dalam tubuh untuk meningkatkan hemoglobin,” tukasnya.
Pemerintah juga sudah melakukan AKSI BERGIZI pada Oktober lalu, dengan melakukan imbauan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) kepada remaja dan ibu hamil.
“Kementerian Kesehatan RI juga mendorong adanya gerakan aksi bergizi dalam mengupayakan konsumsi TTD menjadi bagian di sekolah terutama siswi SMP dan SMA atau sederajat,” jelasnya.
Dwi juga menambahkan, selain upaya di atas, Kemenkes juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan. Karena dengan pemeriksaan lebih lanjut, masyarakat bisa langsung berkonsultasi kepada ahlinya.(hai)
Topik: StuntingZat Besi

TerkaitBerita

KAPAL PERANG: Kapal Induk USS Abraham Lincoln menuai sorotan publik setelah tujuh tentara AS yang merupakan kru kapal tersebut dilaporkan tewas karena saling berkelahi. (Foto: AFP/HO)
uncategorized

Trump Bantah Tentara AS di USS Abraham Lincoln Stres Berat

oleh Editor : Memoarto
16 Agustus 2026
Masjid Sunan Ampel
Seni dan Budaya

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

oleh Editor : Doe
6 Agustus 2026
JADI INCARAN: Winger Timnas Brasil,  Vinicius Junior, masih asyik dengan Real Madrid. Dia tak bicara banyak soal isu Arsenal dikabarkan tertarik merekrutnya. Kontrak Vinicius Junior di Real Madrid akan berakhir pada musim panas 2027. (Foto: REUTERS/ALBERT GEA)
uncategorized

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

oleh Editor : Memoarto
6 Agustus 2026
Indonesia China
uncategorized

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dorong Ekonomi Pemuda Papua Lewat Wisata Hiu Paus, Kibar Merah Putih di Teluk Cenderawasih Jadi Pemicu

Dorong Ekonomi Pemuda Papua Lewat Wisata Hiu Paus, Kibar Merah Putih di Teluk Cenderawasih Jadi Pemicu

15 Agustus 2026
KAPAL PERANG: Kapal Induk USS Abraham Lincoln menuai sorotan publik setelah tujuh tentara AS yang merupakan kru kapal tersebut dilaporkan tewas karena saling berkelahi. (Foto: AFP/HO)

Trump Bantah Tentara AS di USS Abraham Lincoln Stres Berat

16 Agustus 2026
BURSA TRANSFER: Ferran Torres menggiring bola sebelum mencetak gol pembuka ke gawang Irak dalam laga uji coba internasional di Estadio Abanca-Riazor pada 5 Juni 2026. (Foto: (c) AP Photo/Manu Fernandez)

PSG Sukses Boyong Ferran Torres Dari Barcelona

16 Agustus 2026
TANTANGAN BERAT: Para pemain Arsenal berpose sebelum pertandingan final Liga Champions melawan PSG di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam. (Foto: (c) AP Photo/Vadim Ghirda)

Arsenal Siap Jamu Coventry City Pertahankan Gelar Juara

16 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4366 shares
    Share 1746 Tweet 1092
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Transfer Enzo Fernandez Dari Chelsea Ke Manchester City Batal

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya