koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi meluncurkan SATUSEHAT Logistik, bagian dari aplikasi SATUSEHAT, pada Rabu (16/10/2024). Aplikasi ini dirancang untuk memantau ketersediaan vaksin di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Indonesia secara lebih mudah dan efisien. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, berharap aplikasi ini tidak hanya terbatas pada vaksin, tetapi juga dikembangkan untuk memantau ketersediaan obat-obatan.
“Saya ingin ini tidak terbatas pada vaksin saja. Saya ingin ini dikembangkan untuk pemantauan obat-obatan,” ungkap Menkes Budi.
Menkes juga menjelaskan bahwa ada tiga fokus utama dalam pengembangan platform SATUSEHAT, yaitu:
- Digitalisasi: Penggunaan teknologi untuk mempermudah proses pengelolaan data dan informasi di bidang kesehatan.
- Integrasi Platform: SATUSEHAT Logistik akan diintegrasikan dengan sistem lain untuk memastikan data yang akurat dan terkoordinasi antar fasilitas kesehatan.
- Orientasi Pasien: Fokus utama dari pengembangan layanan ini adalah kenyamanan dan manfaat langsung bagi pasien dalam mengakses layanan kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya cakupan pengguna dalam penilaian keberhasilan sebuah aplikasi. Menurutnya, aplikasi yang baik harus digunakan oleh setidaknya satu juta pengguna dalam setahun, mengingat populasi Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa.
“Apapun aplikasinya, jika dalam setahun digunakan kurang dari satu juta pengguna, maka itu bukan aplikasi yang bagus. Target minimalnya adalah satu juta pengguna. PeduliLindungi, misalnya, telah digunakan oleh lebih dari seratus juta orang,” ujar Menkes.
Dengan peluncuran SATUSEHAT Logistik, Kemenkes berharap sistem pemantauan vaksin dan obat-obatan di Indonesia dapat menjadi lebih efektif, membantu fasilitas kesehatan dalam memastikan ketersediaan yang tepat waktu, serta meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. (hai)










